Selasa, 12 Januari 2021

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH MENGGUNAKAN APLIKASI ZOOM DAN WHATSAPP GROUP PADA SISWA KELAS V SDN GARON 02 KECAMATAN BALEREJO KABUPATEN MADIUN TAHUN 2020

    1/12/2021   No comments

HARTINI, S.Pd.SD

MOKI, Dunia sedang dihadapkan permasalahan rumit dan berkepanjangan mengenai pandemi Coronavirus Disease (covid-19). Di Indonesia, salah satu upaya pencegahan penyebaran virus tersebut adalah dengan membuat kebijakan pembelajaran jarak jauh pada sektor pendidikan. Kebijakan pembelajaran jarak jauh secara tidak langsung telah mengubah paradigma sistem pembelajaran konvensional yang semula tatap muka di kelas kemudian berubah menjadi secara virtual dan tidak bertemu langsung di kelas. Untuk menggali dan mengeksplore data pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk mendapatkan simpulan yang baik. Artikel ini membahas mengenai penggunaan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group sebagai media pembelajaran jarak jauh di SDN Garon 02 Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Dalam implementasinya, aplikasi Zoom dan Whatsapp Group menawarkan beberapa setting pembelajaran diantaranya asinkron mandiri, asinkron kolaboratif, dan sinkron maya. Beberapa fitur yang ditawarkan aplikasi Whastapp Group untuk menunjang aktifitas pembelajaran adalah download, upload, assignment. Sedangkan untuk aplikasi Zoom menawarkan fitur forum diskusi. Hambatan yang dialami Orang Tua dan Siswa umumnya adalah kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai Pembelajaran Jarak Jauh menggunakan aplikasi Zoom, Whatsapp Group dan kurang stabilnya koneksi jaringan internet.


Kata Kunci: E-learning, Zoom, Whatsapp, Covid-19, Pembelajaran jarak jauh

A. PENDAHULUAN

Pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 tidak bisa dipungkiri membawa pengaruh pada kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun di universitas di Indonesia. Seperti diketahui, kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka langsung, kini dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh. Menyambut adaptasi kehidupan baru ini pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat keputusan bersama 4 Menteri juga telah mengeluarkan panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19. Salah satu poin dalam surat keputusan bersama itu adalah larangan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka di 94% wilayah Indonesia yang berada di zona merah, oranye, dan kuning. Dengan kondisi tersebut, proses pembelajaran jarak jauh pun masih menjadi pilihan untuk saat ini. Pada sektor pendidikan interaksi antar manusia sangat mungkin dilakukan khususnya di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Pada saat kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas, interaksi antara Siswa dan Guru sangat sullit dihindari. Hal tersebut menjadi salah satu media transfer yang cepat dalam penularan virus covid-19.

Seperti diketahui bahwa penyebaran virus covid-19 yaitu melalui percikan, tetesan, atau dalam istilah medis dikenal sebagai droplet saat seseorang batuk, bersin atau berbicara. Sehingga sangat diperlukan untuk menjaga jarak (physical distancing), setidaknya dua meter dengan orang lain, hal ini agar bisa meminimalisir dari terkena percikan droplet. Dengan adanya kebijakan pembelajaran jarak jauh secara tidak langsung telah mengubah paradigma sistem pembelajaran konvensional yang semula tatap muka di kelas kemudian berubah menjadi secara virtual dan tidak bertemu langsung di kelas. E-learning menjadi pilihan solusi dalam menunjang kebijakan pembelajaran jarak jauh.

E-learning adalah gabungan antara pembelajaran elektronik dan teknologi informasi seperti yang dikatakan oleh Tigowati, Efendi & Budiyanto bahwa e-learning is electronic learning that uses technology and information (Tigowati, Efendi, & Budiyanto, 2017). Pada dasarnya, e-learning menuntut Siswa memiliki kemandirian belajar yang cukup tinggi. E-learning juga telah mengubah paradigma pembelajaran teacher centered menjadi student center (Brahma, 2020). Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM Bina Insani menjadi salah satu PKBM yang mendukung kebijakan tersebut dengan menggunakan apliaksi Zoom dan Whatsapp Group dalam proses pembelajaran jarak jauh. Untuk memperjelas konsen dan isi pada artikel ini, maka akan dibahas mengenai penggunaan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group sebagai media pembelajaran jarak jauh di PKBM Bina Insani dan faktor penghambat dalam penggunaannya.

B. PEMBAHASAN

Penelitian yang dilakukan di sini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dilakukan dengan menggambarkan peristiwa atau fenomena yang terjadi pada saat melakukan pembelajaran secara online. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah Kelas V SDN Garon 02 Kecamatan Balerejo kabupaten Madiun. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dengan teknik pengumpulan data yaitu 1) melakukan observasi kepada Siswa untuk melihat interaksi dan minat serta respon pada saat pembelajaran online berlangsung, 2) wawancara kepada Siswa sebagai objek penelitian dan melakukan wawancara kepada Guru sebagai tambahan untuk mendapatkan informasi sebagai informan yang mendukung terkait objek penelitian dan 3) melakukan dokumentasi terkait data-data yang relevan dengan hasil penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan untuk mendapatkan data secara komprehensif.

Pembahasan Definisi E-Learning

Pengertian E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik (Surjono, 2010). Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis website, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet. Penyajian e-learning berbasis website ini bisa menjadi lebih interaktif.

Sejalan dengan kebutuhan sarana pembelajaran berbasis daring, sejumlah penyedia layanan komunikasi mengembangkan fitur dan layanan kelas online. Aplikasi yang akrab dengan keseharian kita adalah Zoom, Whatsapp Group, Google Meeting, atau Google Classrom. Dua aplikasi yang jamak digunakan adalah Zoom dan Whatsapp Group. Dua aplikasi ini tidak memiliki batasan akses, sehingga memungkinkan pembelajaran bisa dilakukan dalam rentang waktu yang lebih panjang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Di sisi lain, keuntungan dari penggunaan aplikasi ini adalah Guru dan Siswa tidak terpaku dalam satu ruang dan waktu untuk menjalankan kegiatan pembelajaran. Siswa tidak harus datang ke kelas pada waktu tertentu. Begitupun Guru bisa mengubah dan menambahkan materi pembelajaran kapan saja dan dimana saja baik yang berbentuk teks maupun video.

Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group menawarkan kemudahan dan fleksibilitas di dalamnya. Zoom dan Whatsapp group merupakan aplikasi pembelajaran elektronik (E-Learning) berbasis open source (Ramadhani, 2020). Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group menyediakan course-course online atau ruang kelas online yang seolah-olah dapat menggantikan fungsi proses pembelajaran di kelas seperti penyedia materi, komunikasi antar Guru dan Siswa, absensi, dan evaluasi. Dengan menggunakan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group, paradigma proses pembelajaran yang teacher center dapat diubah menjadi student-center.

Beberapa fitur penunjang pembelajaran yang disediakan aplikasi ini diantaranya kita dapat membagikan materi, video, tugas, kuis, diskusi, kolaborasi, tempat pengumpulan tugas dan penilaian. Banyak kelebihan yang ditawarkan oleh aplikasi Zoom dan Whatsapp Group. Kelebihan yang dimaksud diantaranya adalah untuk aplikasi Zoom dapat merekam segala aktivitas pembelajaran antara Guru dan Siswa dalam waktu lama sedangkan untuk aplikasi Whatsapp Group dapat mengirim tugas dalam bentuk file maupun video. Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group juga dapat diakses pada semua platform baik dekstop maupun melalui telepon genggam. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan aktivitas pembelajaran lebih banyak dilakukan oleh Siswa sehingga secara tidak langsung akan terbentuk kemandirian belajar Siswa kelas V SDN Garon 02.

Penggunaan layanan kelas secara daring dapat menambah variasi dan kreativitas Guru maupun Siswa dalam mencari sumber belajar. Sebagai pengelola course, Guru juga tidak perlu memiliki keahlian khusus. Namun diperlukan keterampilan Guru dalam mengemas dan membuat materi dan mencari sumber pembelajaran, serta merancang pembelajaran agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif (Masitoh, 2018). Buku Siswa dan LKS mengenai pembelajaran menggunakan aplikasi ini juga sudah sangat banyak tersedia di internet sehingga jika Guru dan Siswa Belajar kesulitan dalam menggunakan aplikasi ini dapat belajar secara mandiri tanpa takut kesulitan mendapatkan sumber belajar. Berikut ini adalah tampilan halaman muka e-learning aplikasi Zoom dan Whatsapp Group. Penggunaan Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group Sebagai Media Pembelajaran

Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group biasa digunakan pada pembelajaran blended learning. Blended learning merupakan kombinasi kegiatan pembelajaran secara tatap muka dan dalam jaringan (daring). Dalam pembelajaran blended learning, aplikasi Zoom dan Whatsapp Group bisa menerapkan beberapa setting pembelajaran diantaranya setting pembelajaran asinkron dan sinkron. Asinkron memungkinkan Siswa mengkakses e-learning kapan saja dan mengunduh dokumen atau mengirim pesan kepada Guru atau teman sebayanya seperti yang dikatakan oleh Stefan Hrastinki bahwa Asynchronous e-learning makes it possible for learners to log on to an e-learning environment at any time and download documents or send messages to tea,chers or peers (New Media Corsortium. & EDUCAUSE (Association), 2010). Setting pembelajaran asinkron umumnya menggunakan media email atau chat dan dibagi menjadi asinkron mandiri, asinkron kolaboratif. Setting pembelajaran sinkron umumnya menggunakan media seperti video ataupun obrolan dan dibagi menjadi sinkron maya dan sinkron langsung.

Asinkron mandiri merupakan pembelajaran yang tidak terjadi dalam waktu dan tempat yang sama. Pembelajaran asinkron mandiri bisa diikuti Siswa Kelas V SDN Garon 02 Kecamatan Balerejo secara maya dan mandiri. Asinkron kolaboratif merupakan pembelajaran dilakukan secara berkelompok dan melibatkan lebih dari satu Siswa dan dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda.

Sinkron langsung merupakan pembelajaran yang terjadi pada waktu dan tempat yang sama dimana Gurur dan Siswa bertemu tatap muka, dalam hal ini biasa dilakukan di kelas. Sinkron maya terjadi ketika Guru dan Siswa bertemu dalam waktu sama namun tempat berbeda contohnya adalah video conference. Sehingga dapat dikatakan bahwa setting pembelajaran sinkron maya, asinkron mandiri, dan asinkron kolaboratif merupakan pertemuan antara Guru dan Siswa yang berlangsung secara daring dan tidak bertemu secara langsung.

Pada kondisi pandemik saat ini, aplikasi Zoom dan Whatsapp Group dapat menerapkan setting pembelajaran sinkron maya, asinkron mandiri dan asinkron kolaboratif. Ketiga setting pembelajaran tersebut dirasa efektif karena tidak melibatkan Guru dan Siswa dalam satu waktu dan tempat tertentu. Pemilihan setting pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, jika pembelajaran perlu melakukan diskusi berkelompok dan Guru menginginkan waktu pembelajaran fleksibel maka Guru dapat menentukan setting pembelajaran asinkron kolaboratif. Jika pada saat pembelajaran yang membutuhkan penilaian yang bersifat individu maka Guru dapat memilih setting pembelajaran asinkron mandiri. Contoh lainnya jika Guru menginginkan pertemuan secara online dan melakukan kontrol dan pengawasan dalam waktu yang sama maka Guru bisa memilih setting pembelajaran sinkron maya. Dan semua itu bisa menggunakan aplikasi Zoom ataupun Whatsapp Group.

Perancangan E-Learning

Terdapat lima Langkah pada perancangan e-learning sebelum pembelajaran diadakan.

Pertama, merumuskan capaian pembelajaran. Rumusan capaian pembelajaran merujuk kepada deskripsi mata pelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran. Rumusan capaian pembelajaran dapat dilihat pada silabus atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Kedua, memetakan dan mengorganisasikan materi pembelajaran. Pada tahap memetakan dan mengorganisasikan materi pembelajaran dilakukan upaya menentukan dan mengelompokkan materi pembelajaran ke dalam pokok bahasan, sub pokok bahasan, dan pokok-pokok materi sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditentukan. Berdasarkan capaian pembelajaran yang telah ditentukan, Guru membuat sub pokok bahasan yang kemudian akan dipecah lagi ke dalam beberapa pokok materi.

Ketiga, Memilih dan menentukan aktivitas pembelajaran. Pada tahap ini, dilakukan pemilihan dan penentuan materi yang akan dijadikan pembelajaran sinkron maya, asinkron mandiri, atau asinkron kolaboratif. Keempat, mengidentifikasi kebutuhan media. Mengidentifikasi kebutuhan media dilakukan untuk mengetahui kebutuhan media atau obyek belajar yang akan dipelajari oleh Siswa. Contohnya saja obyek belajar berbentuk teks, visual, audio, dan video. Berdasarkan materi yang telah ditentukan maka media yang digunakan dalam bentuk teks dan visual (modul dan slide powerpoint) dan video pembelajaran.

Kelima, merancang penilaian. Perancangan asesmen dilakukan pada setiap pokok bahasan. pada setiap pokok bahasan akan dibuat asesmen berupa tugas maupun tes. Tugas dan tes tersebut bisa bersifat individu maupun kelompok.

Implementasi Penggunaan Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group Sebagai Media Pembelajaran Online

Aktivitas pembelajaran yang dapat diimplementasikan ketika menggunakan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group sebagai media pembelajaran online diantaranya adalah download, upload, assignment, forum diskusi, label, dan quiz.

1. Download

Download adalah aktivitas dimana Siswa dapat mengunduh materi pembelajaran dalam bentuk file PDF, Word, Power Point, Voice Note maupun Video. Ini dapat dilakukan menggunakan aplikasi Whatsapp Group.

2. Upload

Upload adalah aktivitas untuk Guru mengunggah materi pembelajaran, sedangkan Siswa dapat mengunggah tugas pembelajaran dalam bentuk file PDF, Word, dan Power Point ke dalam Whatsapp Group.

3. Assignment

Assignment adalah aktifitas untuk Guru dan Siswa. Assignment adalah wadah dimana Guru dapat mengumpulkan tugas Siswa secara kolektif. Guru membuat assignment sedangkan Siswa mengakses assignment untuk mengunggah tugas pembelajaran dalam aplikasi Whatsapp Group.

4. Forum Diskusi

Forum diskusi adalah aktifitas untuk Guru dan Siswa. Guru dan Siswa Belajar dapat terlibat dalam komunikasi dua arah. Guru membuat satu topik yang nantinya dapat dikomentari dan didiskusikan oleh Siswa di dalam kelas online menggunakan aplikasi Zoom.

Faktor Penghambat Penggunaan Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group

Selama penggunaan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group pada masa belajar di rumah, telah ditemukan beberapa hambatan diantaranya adalah jaringan internet kurang stabil, harga kuota internet yang cukup mahal, kurangnya pengetahuan Guru dan Siswa Belajar mengenai penggunaan aplikasi Zoom, terbatasnya kapasitas memori penyimpanan smartphone, Guru dan Siswa masih terbiasa dengan pembelajaran konvensional. Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group dianggap sesuatu hal yang baru sehingga diperlukan pemberian informasi yang lebih kepada Siswa dan Guru. Tampilan halaman muka aplikasi Zoom dirasa sangat sulit. Untuk mengatasi hal tersebut, solusinya adalah penstabilan koneksi jaringan internet dengan cara Guru dan Siswa diharapkan dapat mencari tempat dimana jaringan internet dapat stabil. Tim pengembang aplikasi diharapkan dapat memperbaiki tampilan Zoom secara keseluruhan sehingga lebih friendly dan mudah diakses oleh Guru dan Siswa. Selain itu diperlukan juga uji coba dan pelatihan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group kepada seluruh Guru dan Siswa. Dengan demikian, diharapkan pada saat tahap implementasi penyelenggaraan pembelajaran daring selanjutnya dapat berjalan dengan lancar.

C. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Aplikasi Zoom dan Whatsapp Group menawarkan kemudahan dan fleksibilitas di dalamnya. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan lebih efektif apabila individu, khususnya Siswa dapat mengalaminya sendiri, bukan hanya menunggu materi dan informasi dari Guru tetapi berdasarkan usaha sendiri untuk menemukan pengetahuan dan keterampilan yang baru dan kemudian mengintegrasikannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki sebelumnya (Rusman, 2011).

Aplikasi Whatsapp Group dapat menerapkan pengaturan pembelajaran sinkron maya, asinkron mandiri dan asinkron kolaboratif. Ketiga setting pembelajaran tersebut dirasa efektif karena tidak melibatkan Guru dan Siswa dalam satu waktu dan tempat tertentu.  Aktivitas pembelajaran yang dapat diimplementasikan ketika menggunakan aplikasi Zoom dan Whatsapp Group sebagai media pembelajaran daring diantaranya adalah download, upload, assignment dan forum diskusi. Beberapa hambatan yang dialami Guru dan Siswa umumnya adalah kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai manajemen pembelajaran, kurang stabilnya koneksi jaringan internet dan mahalnya harga kuota internet saat ini.

Saran

Saran untuk peneliti selanjutnya adalah untuk lebih memberikan pelatihan aplikasi Zoom maupun Whatsapp Group kepada seluruh Guru dan Siswa. Dengan demikian, diharapkan pada saat tahap implementasi penyelenggaraan pembelajaran daring selanjutnya dapat berjalan dengan lancar.


DAFTAR PUSTAKA

Brahma. (2020). Penggunaan Zoom Sebagai Pembelajaran Berbasis Online Dalam Mata Kuliah Sosiologi dan Antropologi Pada Mahasiswa PPKN di STKIP Kusumanegara Jakarta. Aksara Jurnal Pendidikan Nonformal.

Blended Learning berwawasan literasi digital suatu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun generasi emas 2045. Proceedings of The ICECRS, 13-34. https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i3.1377 

New Media Corsortium., & EDUCAUSE (Association). (2010). The horizon report. The New Media Corsortium.

Ramadhani. (2020). Analisis Kecemasan Belajar Siswa/Mahasiswa Terhadap Penggunaan Aplikasi Zoom Cloud Meeting. Journal of Education.

Rusman. (2011). Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Cet. 4. Raja Grafindo Permai.


Oleh :

HARTINI, S.Pd.SD

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.