Rabu, 03 Februari 2021

Launching Coral Garden Transplantasi Karang, Pulihkan Pariwisata Dan Ekosistem

    2/03/2021   No comments


MOKI, LOMBOK UTARA-Kementrian perikanan dan kelautan (KKP), yang di wakili oleh direktur jasa kelautan Miftahul huda melalui program sosial Bank Indonesia (PSBI) yang di laksanakan oleh komunitas penyelam NTB (KAPELA) Launching Coral garden, transplantasi trumbu karang di Gili Meno.Senin 01/02/2021.10:30 WITA .


Acara tersebut di hadiri oleh kementrian prikanan dan kelautan (KKP) yang di wakili oleh Direktur Jasa Kelautan bapak Miftahul Huda, Gubernur Bank Indonesia perwakilan Bank Indonesia cabang NTB, kepala Humas BI bapak Taufik, kepala BKKPN satker NTB bapk adatajatul, Kordinator WCS NTB bapk Wawan, BKSDA NTB bapak Pahrul, Kepala Desa Gili indah, Kepala dusun Gili meno dan KEPELA NTB, kepala BPSPL denpasar, Direktur Lombok samudra abadi, pokmaswas Meno lestari dan pokdarwir Gili Trawangan.


Bekerja sama Kementrian Perikanan dan kKelautan (KKP) dengan Bank Indonesia (BI) Direkrut Jasa Kelautan Miftahul Huda, selain membuat program coral garden berharap ikon patung Garuda Point mampu menarik wisatawan mancanegara dan berharap untuk masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ikut menjaga dan merawat.


"Coral garden ini adalah salah satu poin impian kita di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bagaimana untuk mengembalikan ekosistem pesisir terutama sistem trumbu karang, kita bikin kebun coral atau coral garden, ini kita berharap ada upaya restorasi trumbu karang di kawasan observasi, Lokasi yang kita masukkan adalah di kawasan di zona rehabilitasi karang, kawasan yang memang bisa di lakukan untuk rehabilitasi karang makanya kita lakukan restorasi karang, kita bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) terutama dalam membuat atraksi ada patung Garuda, kita berharap selain karang ini tumbuh 1 atau 2 tahun Kedepan menjadi ekosistem yang bagus tetapi sebelum itu orang bisa melihat ada apa di gili meno, dan menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung"ujarnya Miftahul Huda


Selain itu Miftahul Huda selaku direktur jasa kelautan berharap program yang di lakukan kementrian kalutan dan prikanan (KKP) mampu untuk menggerakkan wisatawan dan masyarakat


"Program yang sudah kita jalani saat ini harapannya akan tumbuh rasa upaya untuk melestarikan ekosistem, kita berharap yang kita lakukan hari ini masyarakat bergerak, wisatawanpun ikut bergerak, dan kemudian nanti kalo sudah di buka wisatawan lagi maka wisatawan selain melihat keindahan trumbu karang dan juga bisa melihat garuda point yang kita buat ini dan harapan saya kepada masyarakat setempat akan ikut memelihara merawat kemudian kedepan kalo ini sudah jadi atraksi wisata baru akan menjadi mata pencaharian buat mereka"Harap Miftahul Huda 


Gubernur Bank Indonesia, pimpinan Bank Indonesia cabang NTB yang di wakili kepala Humas Bank Indonesia cabang NTB juga berharap dengan adanya coral garden dan ikon garuda point ini mampu mendorong sektor pariwisata dan berharap Masyarakat ikut andil aktif untuk menjaga dan mempromosikan program yang sudah di jalankan kementrian kelautan dan perikanan (KKP) dan Bank Indonesia BI)


"Kita dari Bank Indonesia (BI) membantu untuk pengembangan sport parawisata, dengan ikon Garuda, ikon burung Garuda ini kita tanam dengan kedalaman 10 Meter tidak terlalu dalam, agar wisatawan mudah untuk mencapai ikon tersebut, kita juga membatu untuk pengembangan coral garden  dan Harapan kita kedepan untuk mendorong sektor parawisata, kemudian dengan adanya ikon garuda ini bisa menarik lebih banyak lagi wisatwan untuk daiping dan sebagainya, intinya untuk Manarik wisatwan dan pertumbuhan ekonomi untuk lebih baik dan Harapan kita untuk masyarakat disini agar terlibat aktif untuk menjaga coral garden ini ,dan yang penting mempromosikan ikon-ikon yang sudah kita buat lewat sosial media media dan sebagainya.Harap Taufik perwakilan Pimpinan cabang Bank Indonesia NTB.


Kepala Desa Gili Meno pun berharap tidak hanya dari kementerian kelautan dan perikanan (KKP) dan Bank Indonesia (BI) saja yang memberikan program terhadap parawisata, tetapi berharap akan ada program-program dari pihak lain tentunya program yang berkaitan dengan parawisata.


Harapan kami ke depan semoga program ini  tidak hanya sampai di sini saja, jadi kami bersyukur apa yang di sampaikan sama pak  Direktur jasa kelautan tadi ini akan berkelanjutan, tidak hanya di Gili Meno saja tapi di Gili air dan di Gili Trawangan juga, jadi harapan kami untuk temen-teman Kapela maupun Pokdarwis yang ada itu luarbisa, jadi ini menjukkan bahwa harapan kedepan itu lebih cerah, berkaitan dengan program, kami berharap tidak hanya dari KKP dan BI saja mungkin dari pihak-pihak yang lain juga kita mendapatkan program tentunya yang berkaitan dengan pariwisata, kemudian untuk Pokdarwis sendiri kita buat rencana peningkatan kapasitas untuk pengelola, bagaimana cara sistem penanaman karang dan pemeliharaan.ujarnya kepala desa Gili Meno


Ketua KAPELA NTB menjelaska pemasangan media trumbu karang dan berharap dengan adanya media terumbu karang dan ikon Garuda ini mampu membangkit kan sektor pariwisata.


"Di kawasan Gili Meno yang sudah menjadi titik pengembangan trumbu karang sudah di pasang 100 unit spyder sama 8 pistum, cara pemasangannya di ikat dengan kabel tis di media spyder dan pistumnya, trumbu karang yang kita lepas hari ini membutuhkan waktu yang sangat lama, tetapi kita lakukan monitoring selama 2 bulan sekali ,apakah trumbu karang nya Mash hidup atau mati, kalo mati kita akan ganti dengan anakan yang baru, dan harapan kita selaku KAPELA semoga covid-19 ini segera berlalu trus sektor-sektor yang bergerak di bidang parawisata segera bangkit lagi, dengan ada kita bentuk coral garden ini akan memicu akan datangnya wisatawan lagi datang ke Lombok khusus yang ada di Gili Meno, dan menjadi buming untuk kedepannya, dan temen-temen yang bergerak di bidang parawisata tetap memperhtikan sustainable tourism,"cetusnya Herman Ketua KAPELA NTB. (yud)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.