Senin, 08 Februari 2021

Sikap Arogan Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan BPN Kabupaten Tangerang

    2/08/2021   No comments

Diah Dzihrina, Kasi Infrastruktur Pertanahan, BPN Kab. Tangerang

MOKI, Banten-Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang,  Diah Dzihrina, ST, M.Sc sangat arogan saat Kabar Investigasi (KI) menanyakan berkas permohonan Sertipikat Pengganti Karena Blanko Lama. Permohonan sudah masuk 2 bulan tetapi belum ada penyelesaian sama sekali sedangkan batas Standar Operasional Prosedur (SOP) dari BPN adalah 19 hari, bahkan ada yg sudah 1 tahun mengajukan permohonan tetapi belum ada tindakan sama sekali. Dengan Arogan beliau mengatakan: “Mau dilamain lagi gak?“ seolah-olah beliau yg menentukan sesuka hati kapan mau diselesaikan. Sebagai contoh dengan nomor berkas 159103/2020, sudah 2 bulan belum ada tindakan sama sekali, nomor berkas 25274/2020 sudah 11 bulan bahkan tidak ada ditindaklanjui sama sekali. Hal ini tentu sudah melebihi batas Standar Operasional Prosedur berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor: 1 Tahun 2010 hanya 19 hari. 


Berdasarkan informasi dari salah satu karyawan BPN Kabupaten Tangerang saudara Teguh, setelah dicek posisi berkas diatas ada di bagian Pengukuran, KI pun diarahkan untuk mengahadap Ibu Diah Dzihrina selaku Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan BPN Kabupaten Tangerang. Pada saat kami menghadap dan menanyakan kepada beliau kami mendapat jawaban yang ketus "Mau dilamain lagi gak?” Mau diselesaikan gak?” bahkan beliau mengusir KI dari ruangan beliau. Tidak sepantasnya seorang Aparatur Sipil Negara yang berfungsi sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik bersikap demikian. Ternyata ini sudah sangat sering dilakukan beliau.


Mengutip dari Kompas.com "Pemimpin yang Arogan Pertanda Tidak Kompeten dan Tidak Layak, mudah marah, kasar dan arogan dalam bersikap merupakan tanda-tanda seorang yang tidak kompeten dalam memimpin sebuah tim kerja setidaknya begitulah hasil studi yang dipublikasikan oleh Washington Post berdasarkan pernyataan dari seorang psikolog bernama Ashley Merryman. Merryman menuliskan bahwa pemimpin yang rendah hati lebih efektif dan produktif dalam bekerja, Dia menambahkan bahwa sikap arogan dan kasar tidak menjadi kriteria psikologis yang ideal untuk menjadi seorang pemimpin".


BPN pusat sudah selayaknya bertindak untuk membebas tugaskan ASN seperti ini karena bukan hanya 1 kali saja beliau bertindak seperti ini kepada masyarakat. Pekerjaan diselesaikan berdasarkan Prioritas setoran uang & titipan. (ES-Lipsus BPN)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.