Senin, 03 Mei 2021

Diduga Tidak Bisa Disentuh Hukum, Pelaku Pengeroyokan Terhadap HH Kembali Memakan Korban

    5/03/2021   No comments


MOKI, Nias Barat-Pelaku pengeroyokan terhadap Hasan Hia (HH) warga Desa Fadoro, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, wilayah Hukum Polres Nias yang diduga tidak bisa tersentuh hukum, kini kembali memakan korban. Adik kandung korban Besokhi Hia ditikam oleh pelaku yang sama dengan mengunakan pisau, Minggu (02/05/2021/) sekira pukul 04:00 WIB.


Menurut Hasan Hia bahwa adik kandungnya Besokhi Hia di cegat dijalan dan dikeroyok oleh 8 orang pelaku pada hari Minggu sekira Pukul 04:00 WIB. Pelaku merupakan oknum Kepala Desa di Nias Barat yang juga terduga pelaku pengeroyokan terhadap Hasan Hia pada bulan Juli 2020 lalu. Oknum Kepala Desa bersama sejumlah saudaranya mengeroyok korban Besokhi Hia dengan cara membabi-buta.


Dia menjelaskan kronologis kejadian bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika korban Besokhi Hia ditemani oleh keponakannya Risto Daeli pergi ke tempat praktek bidan/perawat terdekat untuk meminta bantuan medis untuk mengobati Abang Ipar sedang sakit. Karena tempat praktek

bidan/perawatnya maka korban langsung pulang kerumah untuk memberitahu keluarga.


"Kemudian, diperjalanan menuju ke rumahnya, di tengah jalan mereka dicegat oleh 8 orang pelaku tepatnya depan rumah Kepala Desa Fadoro. Saat itu adik kandung saya langsung dikeroyok secara bergantian oleh para pelaku dengan cara membabi-buta. Kemudian ia tikam dengan menggunakan senjata tajam yang telah tersedia ditangan terduga pelaku," tutur Hasan.


"Menurut pengakuan adik saya ia berulangkali ditikam oleh para terduga pelaku, kemudian ia terus dihantam secara bergantian. Hingga korban mengalami luka parah dan tubuhnya dilumuri dengan darah segar, di bagian punggung dan perut korban mengalam luka tusukan senjata tajam yang cukup dalam hingga terpaksa menjalani operasi di RSUD Gunungsitoli," katanya.


Sementara sepeda motor yang dikendarai oleh korban juga hilang di TKP dan hingga kini belum diketahui dimana keberadaan kendaraan tersebut.


Hasan menduga bahwa terkait peristiwa pengeroyokan terhadap adik kandungnya diduga telah direncanakan matang oleh para pelaku. Dari kronologis kejadian bahwa para terduga telah berencana untuk menghabisi seluruh keluarganya satu persatu. Mereka semakin brutal dan merajalela karena para pelaku diduga kebal hukum, sehingga pada kasus sebelumnya para terduga pelaku sama sekali tidak tersentuh hukum. 


"Para pelaku diduga telah merencanakan untuk membunuh adik saya, mereka sepertinya sudah lama mengincar adik saya. Pada peristiwa itu, pelaku terlihat sangat nafsu membunuh adik saya, tindakan mereka terhadap korban mirip seperti tindakan begal sadis.


Ia berhadap, semua pelaku pengeroyokan terhadap adik kandungnya segera ditangkap. Supaya tidak memicu peperangan antar kelompok akibat para terduga pelaku terus berkeliaran. Sekarang kondisi korban semakin memburuh karena luka yang dialaminya cukup parah hingga korban harus menjalani operasi di RSUD Gunungsitoli. (doeha)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.