Kamis, 30 Desember 2021

ADV. KONDANG, SUGIYONO SE. SH. MH : PERCUMA LAPOR POLISI, YANG SEDANG VIRAL JANGAN SAMPAI MENJADI MINDSET BARU DIMASYARAKAT INDONESIA

    12/30/2021   No comments

 



SEMARANG JATENG - Advokat Kondang yang sudah sangat mumpuni dari berbagai penanganan kasus perkasus sekaligus memiliki jam terbang yang sangat tinggi, sekaligus juga Kuasa Hukum dari media online Penajournalis yang berkantor di Jl. Suratmo No 66 Manyaran Kota Semarang Jawa tengah, memberikan statement pada saat diwawancarai terkait kasus dugaan penyekapan yang dialami oleh kliennya a/n Wahyu Retno Wulandari, yang saat ini ditangani oleh Unit II Mapolres Semarang.


Kepada team liputan (Rabu 29 Desember 2021) sekira pukul 22.30 WIB disela-sela rehatnya selesai penanangan perkara lainnya, Sugiyono SE. SH. MH., menyampaikan, " Kasus yang sedang diproses terkait pasal 333   penyekapan terhadap korban (Klien Saya), berhentinya satu perbuatan tersebut pada saat kita melaporkan kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan setelah dia melakukan gelar perkara terbukti bahwa pelaku penyekapan dan korban itu ada di tempat yang sama seperti yang diceritakan oleh korban bahwa dirampas kemerdekaannya sudah 7 hari, dari situ polisi gelar perkara kemudian yang ditunjuk adalah team  Resmob Polres Semarang dan didapatilah antara korban dan tersangka di tempat yang sama sesuai dengan share lokasi yang diberikan oleh korban ketika itu jadi korban menghubungi orang-orang yang dia kenal sampaikan bahwa dia ada di sana lokasi yang dia tidak boleh keluar sudah beberapa hari yang lalu dengan syarat bisa pulang atau keluar dari situ jika ada uang 45000000 (Empat Puluh Lima Juta Rupiah) ". 


Terkait pertanyaan bagaimana dirinya  sebagai kuasa hukum dari korban, Langkahnya pelaporan sudah kita lakukan sejak tanggal 7 September 2002 satu ya kemudian sampai dengan hari ini kita baru dapat SP2HP ketika kita melakukan pelaporan pertama itu jadi belum ada SP2HP yang kedua atau sebulan kemudian perkembangannya otomatis perkembangannya kita berharap dalam waktu dekat ini akan minta perlindungan hukum akan meminta juga kepada pihak-pihak terkait supaya perkara ini dikawal dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian jangan sampai mindset masyarakat seperti opini yang berkembang adalah *#Percuma Lapor Polisi* saya tidak ingin ini terjadi ", tambahnya.


 jajaran kepolisian dan semua masalah kamu tidak akan percaya lagi terhadap kepolisian jika mindset tersebut benar-benar percuma lapor polisi benar-benar berjalan seperti itu pakai jika melihat dari sisi hukum nya  untuk masalah ini di mana diatur dalam undang-undang kitab undang-undang hukum pidana pasal 333 yang bunyinya, Pasal 332

(1) Barangsiapa dengan sengaja menahan (merampas kemerdekaan) orang atau meneruskan tahanan itu dengan melawan hak, dihukum penjara selama-lamanya delapan tahun.

(2) Jika perbuatan itu menyebabkan luka berat sitersalah dihukum penjara selama-lamanya sembilan tahun (K.U.H.P. 90).

(3) Jika perbuatan itu menyebabkan kematian orangnya, ia dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun.

(4) Hukuman yang ditentukan dalam pasal ini dikenakan juga kepada orang yang sengaja memberi tempat untuk menahan (merampas kemerdekaan) orang dengan melawan hak. (K.U.H.P. 35, 52, 56-2e, 79-2e, 328, 337, 359)

dan intinya disini ada perampasan kemerdekaan kepada seseorang itu diancam dengan hukuman 9 tahun penjara atau 12 tahun penjara apa bedanya dengan seseorang boleh melakukan hal tersebut apa bedanya ", tegasnya pula.


Terkait di sini kami melihat juga bawa soalnya kan salah satu pimpinan redaksi dari media penajournalis menjadi saksi dalam kasus ini kami melihat juga bahwa di situ tidak ada yang namanya penahanan padahal meskipun bawa kalau memang melihat delik dari kasus ini adalah pidana, menurut pandangan Sugiyono SE SH MH, " Inilah yang saya sayangkan, saya pikir ada apa dengan kepolisian terhadap perkara ini saya sempat curiga dan berpikir negatif apakah betul bahwa *percuma lapor polisi*  karena kalau di lihat dari perbuatannya pelaku ini ditangkap dan berhentinya perbuatan ini bukan karena kemauan sendiri, karena apa? yang harus kita buktikan ketika suatu perbuatan yang tertangkap tangan atau tertangkap basah oleh aparat penegak hukum, kemudian tidak dilakukan upaya-upaya secara maksimal dalam hal ini supaya klien kami kemudian mendapatkan kepastian hukum,  bingung nih apa yang menjadi pertimbangan atas perkara tersebut kecuali ini laporannya yang kemudian tidak ada , bukan kita terbukti belum perbuatan itu sudah terbukti kan ketika kepolisian datang korban klien saya itu sudah ada di situ ya kan dia melaporkan kejadian nya kemudian si pelaku juga ada di situ dan perlu hari itu selama 6 hari atau 7 hari kelahiran bisa keluar korban bisa keluar dari lokasi itu karena ada polisi yang menolong, hanya saja kenapa pelaku tidak ditahan lalu pertimbangannya apa? saya akan cari tahu itu ",lanjutnya.


Apabila hal seperti ini terjadi dilapangan, apabila masyarakat melapor mungkin itu saya itu juga bisa menjadi sebuah alasan dengan bahasa negatif untuk apa melapor ke polisi ".


Sementara pada saat yang melaporkan adanya kasus penyekapan notabene adalah Sugiyono SE SH MH sebagai kuasa hukum atau pengacara atau advokat saja sudah tidak digubris apalagi masyarakat dijawab olehnya " Yang berkembang dimasyarakat yang dilaporkan hilang ayam sementara bisa saja kehilangan kambing,  yang sejak awal saya menyampaikan berharap kasus ini bukan hanya ini saja setiap laporan dari masyarakat, polisi dengan sesuai Presisi dan Promoter, serta secara profesional penanganannya jangan sampai karena "ada satu dan lain hal ini pihak kepolisian kemudian hukum ini tajam kebawah tumpul keatas",harapnya pula. 



Sementara untuk dari segi penilaian grafik kemarin sempat diberitakan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat syarakat terhadap pihak kepolisian ini sudah sangat juga lumayan dibanding dengan 3 lembaga lainnya di negara ini apakah dengan dengan apabila memang pemberitaan ini nanti  di media kira-kira apakah memang itu juga akankah bisa membantu mempercepat atau memang malah menambah nilai buruk bagi Citra kepolisian? Dijawab pula oleh Sugiyono SE SH MH, " Setiap informasi yang masuk apalagi melalui media saya yakin polisi ini akan segera merubah segala sesuatu terkait dengan penanganan perkara yang mana aja dituntut untuk profesional ya saya harap dengan adanya pemberitaan dan lain sebagainya, wartawan dengan polisi bisa sinergi dan seterusnya akan menambah keprofesionalitasan polisi dalam menangani perkara, mengayomi dan melindungi masyarakat ".


 Pada saat menjawab pertanyaan terakhir, terkait  pihak kepolisian ini sendiri selain mereka dibekali dengan pendidikan yang memang sudah mumpuni dan juga bahwa disitu adalah misalnya pada saat diberikan sebuah wewenang apabila memang itu sudah masuk unsur dan sudah sewajarnya untuk dilakukan penahanan? "  Selanjutnya kita tidak menyebut bahwa ini adalah lembaga kepolisian kepolisian yang secara pribadi memanfaatkan situasi dan kondisi untuk demi keuntungan diri sendiri yang kemudian dia korbankan citra baik kepolisian yang profesional hanya gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga saya berharap terhadap oknum-oknum seperti ini agar Kapolri tindak tegas , kita pun akan bantu Kapolri melalui link-link yang mereka buka, kita akan melakukan pengawasan terkait kinerja kepolisian terutama saya mohon kepada media media informasi dunia kemudian LSM dan pihak-pihak yang terkait dari kontrol atas kinerja kepolisian kita supaya lebih profesional dan lebih bisa memberikan pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat ", pungkasnya.


( YOPI/TIM)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Peristiwa

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.