Minggu, 19 Desember 2021

Diduga Oknum Pengawas THL Dinas PUPR Melakukan Tindak Korupsi Dengan Menahan Rekening, ATM, Para THL, Yang Mengakibatkan Kerugian Uang Negara

    12/19/2021   No comments

 


BANTEN - Penyerapan tenaga kerja lokal adalah bentuk keseriusan Negara dalam mensejahterakan dan mengentaskan kemiskinan, namun ironisnya hal ini disalah gunakan oknum-oknum yang tidak bertangung Jawab dalam menjalankan pengelolaan keuangan Negara. (17/12/2021)


Salah satunya para Pekerja Harian Lepas ( THL ) perawan kali cisandane yang berada di Kota Tangerang.


Menurut salah satu pekerja harian lepas ( THL ) Darus ( 43 ) kepada awak media. ” Saya pada tahun 2018 di tawari pekerjaan di PUPR dengan persyaratan E-KTP, setelah itu saya di suruh membuka rekening atas nama saya sendiri kemudian diminta untuk menyerahkan kepada muhammad yulianto (anto) sebagai pengawas lapangan, lalu saya kasih Atm tersebut beserta buku tabungan dan berikut pin Atm. di hari yang sama buku dan atm beserta pinnya diminta sama Anto selaku pengawasan THL” ucap Darus


masih kata Darus, ”penyerahan itu semua dipintu air sepuluh jalan KS. Tubun Kota Tangerang. setelah itu saya bekerja selama 20 hari dibayar per-harinya Rp.154.000 Rupiah sebagai tenaga harian lepas, dari 20 hari saya bekerja saya menerima upah sebesar Rp.3.080.000 dan bila saya bekerja selama 10 hari digaji sebesar Rp.1.540.000 tergantung masa kerja. setelah saya mengetahui mutasi rekening ke bank BJB transferan itu jauh berbeda, ada yang Rp.4.300.000 ada yang Rp.4.600.000″ terang Darus


” nah saya merasa ada yang tidak beres dalam sistem gajih di dinas PUPR, jika keberatan, ya pasti saya keberatan dengan gaji segitu sedangkan transferan itu kan cukup lumayan besar bagi saya” ucapnya


Muhammad Yuliyanto alias Anto sebagai pengawas lapangan terkadang melakukan Nepotisme dengan orang-orang terdekatnya bila hari Sabtu, ada beberapa disuruh masuk kerja tapi gak semua, ada beberapa orang libur dan ada pula yang kerja atau lembur, sedangkan jumlah pekerja yang ada digrup saya ada 20 orang dengan status yang sama, dengan gaji yang sama, dengan sarat yang sama. rekan-rekan yang lain pun mendapat perlakuan yang sama dengan atm diambil beserta Pinnya dengan oknum yang sama, tapi ada beberapa orang yang Atmnya dipegang sendiri sisanya dipegang sama pengawas ( Anto )”.


“pada waktu itu saya pernah mempertanyakan tentang ATM saya dan buku rekening untuk apa dikumpulkan, Antok mejelaskan untuk Administrasi”.


“bahkan dulu saya pernah mau pinjam Atmnya untuk keperluan pribadi karna ada yang mau tetansfer ke saya itu tidak bisa dipinjamkan meskipun untuk satu hari, saja sedangkan Atm dan buku rekening beserta bpjs itu di tahan pengawas sudah tahunan mulai dari 2018 hingga 2021, yang membuat saya kaget, Atm buku rekening beserta bpjs baru hari ini di kembalikan pada 17/12/2021 hari jumat jam 08:00 wib, yang mengembalikan Bapak Asri Saipul bahri alias (Apung) supir antar jemput pekerja dan yang menerima anak saya, dikarenakan saya tidak ada di rumah” jelas Darus


“pembagian gaji pekerja mereka yang mengambil dan mereka yang membagikan dengan dimasukan kedalam amplop. misalkan 20 hari kerja namun penerimaan gaji sebulan full ” tambah Darus


Saya ingin hak-hak saya dikeluarkan semua tentang BPJS saya yang telah di klaim/diambil.” Pinta Darus


“Saya mewakili rekan kerja semua ingin dirapihkan kembali walau pun Atm dan buku tabungan serta bpjs telah di kembalikan secara fisik namun hak hak saya secara materi


yang diambil oleh Oknum Dinas PUPR dari tahun 2018 hingga saat ini saya bekerja di Dinas PUPR sebagai THL Bina Marga perawatan seluruh jembatan yang ada di Kota Tangerang salah satu kali/sungai Cisadane untuk perawatan pengecetan, pembabatan rumput, Reling untuk pelaksanaan kerjanya tidak safety hanya pemakaian sepatu bot dan baju seragam” ucap Darus


“Mengenai bpjs, saya mau mempertanyakan juga dalam kurun waktu 3 tahun, saya selalu di potong gaji untuk pembayaran bpjs ketenagakerjaan nah setelah beberapa bulan saya di kasih uang sebesar Rp.90.000 dengan alasan “ini uang bpjs kamu” dari tahun 2018 sampai 2021 dengan alasan gak masuk E-mailnya atau apalah saya gak ngerti, sebetulnya yang harus ngurus klaim-klaim itu saya bukan Anto. karna yang lama sudah tidak aktif karena sudah di claim “nah yang baru ini belum ada potongan jadi BPJS saya masih kosong.” Terang Darus


” Pertanyaan saya berapakah uang BPJS saya yang sebenarnya dan dikemana kan hak saya” tutup Darus


Setelah awak media meminta konfirmasi kepada Muhammad Yulianto untuk mencari kebenaran, ia pun menjelaskan kepada awak media melalui sambungan selular.


” Buku rekening ATM dan BPJS para pekerja THL di lingkungan Dinas PUPR Kota Tangerang diminta serahkan untuk Administrasi yang mana akan diserahkan ke BKSDM, sesuai dengan arahan. Jika buku rekening itu di butuhkan diminta pasti dikasih.” Ucap Anto.


Lalu ditanya siapa kepala BKSDM, Anto menjelaskan “waduh saya tidak tau, saya hanya dapat arahan dari BKSDM, tapi saya tidak tau siapa kepala BKSDM” jelas Anto.


Ditanya terkait gajih pekerja, sementara Buku Rekening, ATM serta pin ditangan oknum pengawas (Anto), ia pun menjelaskan “pola gajih normal seperti biasa” tutup Anto


[ YOPI ]

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.