Kamis, 30 Desember 2021

Heboh, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau Muflihun Lakukan Pembohongan Publik

    12/30/2021   No comments


PEKANBARU - Sekretaris DPRD Riau Muflihun melakukan pembohongan publik terkait pemberitaan sebelumnya bantah adanya pengusiran Wartawan dan Wartawan masuk tanpa izin yang dipublikasikan ke sejumlah media 'peliharaan' Sekwan DPRD Riau yang memberitakan secara tidak berimbang. 


Media-media 'peliharaan' Sekwan DPRD Riau Muflihun tersebut sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi kepada Wartawan berinisial Ru yang diusir Sekuriti DPRD Riau dan difitnah dengan tuduhan Sekwan DPRD Riau wartawan Ru mengobrak-abrik ruangan Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau. 


"Ini namanya pembohongan publik, padahal saya kan sudah jelaskan kepada Sekwan saya masuk liputan sudah ada izin sebelumnya, ketika itu saya bersama Aktivis Larshen Yunus, " ungkap Wartawan inisial Ru kepada wartawan, Kamis (30/12/2021) sembari memperdengarkan rekaman percakapan telepon dengan Sekwan DPRD Riau Muflihun. 


Bahkan lebih parahnya lagi, kata Ru, Sekwan DPRD Riau Muflihun  menuduhnya mengobrak-abrik ruangan BK DPRD Riau dan ada barang yang hilang terekam kamera CCTV dan Sekwan mengaku sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian secara lembaga. 

"Ya, silahkan saja saya bilang saya tidak ada melakukan yang dituduhkan. Ini kan jelas fitnah terhadap saya," ujar Ru. 


Anehnya lagi, kata Wartawan Ru, dalam telepon dirinya konfirmasi kepada Sekwan karena dirinya diusir sekuriti tidak boleh lagi ke Gedung DPRD Riau dengan alasan Standar Operasional Prosesur (SOP) DPRD Riau. Padahal, Pimpinan DPRD Riau sampaikan aturan kantor DPRD Riau dibawah Sekwan DPRD Riau Muflihun. 


" Sekwan mengaku tidak tahu, padahal seluruh pegawai dan sekuriti di lingkungan Gedung Sekretariat DPRD Riau dibawah Sekwan. Malahan, saya difitnah Sekwan Uun dengan keji dituduh mengobrak-abrik ruangan bk dan ada barang yang hilang di ruangan bk terekam CCTV dan dilaporkan secara lembaga, " beber Wartawan Ru. 


"Ke Media-media yang dekat dengan Sekwan, malah disampaikan saya masuk tanpa izin. Padahal sudah saya jelaskan sama sekwan saya sudah ada izin sebelumnya. Ini kan pembohongan publik namanya. Hak jawab sudah saya sampaikan kepada media-media tersebut dengan melampirkan bukti rekaman saya diusir dan dituduh Sekwan mengobrak-abrik ruangan bk dan ada barang yang hilang yang kata Sekwan terekam kamera CCTV dan sudah dilaporkan secara resmi lembaga kepada pihak kepolisian, " beber Ru lagi. 


Wartawan Ru meminta Sekwan untuk membuktikan tuduhannya jangan pandainya hanya memfitnah dengan menuduh tanpa bukti serta mengusir Wartawan dengan mengerahkan sekuriti. 


"Jangan mentang-mentang anda pejabat Sekwan DPRD Riau, anda bisa seenaknya  menuduh dan memfitnah saya. Ini negara hukum Pak Sekwan, silahkan buktikan dan persoalan ini sudah saya serahkan kepada Kuasa Hukum saya Pak Dr Yudi Krismen dan juga sudah saya laporkan kepada PWI Riau organisasi tempat saya bergabung, " ujar Ru. 


Lebih lanjut Ru menjelaskan, bahwa dia sudah puluhan tahun posko liputan di DPRD Riau, dulu sebagai wartawan media cetak harian Haluan Riau, dan kini sudah menjadi pimpinan media online Riau juga liputan berita video untuk channel YouTube.


Hari itu, dia bersama seorang Aktivis Larshen Yunus melakukan kunjungan ke ruangan Badan Kehormatan DPRD provinsi Riau yang kebetulan kosong dan mereka melakukan peliputan serta pengambilan gambar di dalam ruangan tersebut. Ru dan Aktivis sudah mendapat izin sebelumnya dari Staff BK DPRD Riau untuk masuk ke ruangan tersebut bersama Aktivis Larshen Yunus.


Wartawan Ru juga kerap memberitakan temuan-temuan yang janggal saat liputan di DPRD Provinsi Riau, teranyar wartawan Ru memberitakan beberapa pegawai DPRD yang asyik bermain game online di Smartphone masing-masing, bahkan dari gambar yang diambilnya, tampak pula pegawai di DPRD Riau duduk di atas meja saat jam kerja. 


Dia menduga karena aktifitas tersebut dirinya tidak diperkenankan liputan di gedung DPRD Provinsi Riau, bahkan diusir oleh security sebagaimana rekaman yang ditunjukkan wartawan Ru ke redaksi media ini.


Begitu pula sikap Sekwan DPRD Riau yang menyebutkan wartawan Ru mengobrak-abrik ruangan BK serta ada barang hilang dan telah melaporkan hal itu ke pihak berwajib secara kelembagaan.


Sambil menunjukkan rekaman pembicaraan dengan Sekwan ke redaksi media ini, wartawan Ru menyangkal tuduhan Sekwan tersebut meskipun Sekwan mengaku ada rekaman cctv saat wartawan Ru mengobrak-abrik ruangan BK.


"Tidak ada saya mengobrak-abrik ruangan, saya hanya masuk ke ruangan BK kemudian liputan mengenai Formappi Riau menagih janji BK terkait oknum Anggota DPRD Riau yang malas ngantor," beber wartawan Ru.


Aktivis Larshen Yunus yang juga Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Riau mengaku prihatin dengan sikap pihak DPRD provinsi Riau yang melarang wartawan Ru menjalankan tugas jurnalistik di DPRD Riau.


"Dia kan wartawan sudah biasa di sana, Kantor Wakil Rakyat itu sudah bisa disebut sebagai poskonya, wartawan tersebut bukan orang baru di DPRD Riau," kata Larshen saat dihubungi yang saat ini sedang ada di Surabaya, Senin (27/12/2021).


Dengan adanya pelarangan wartawan Ru melakukan liputan di DPRD Riau, menurut Larshen hal itu perlu dipertanyakan, sebab pekerjaan pers dilindungi oleh undang-undang.


"Apa dasarnya mereka lakukan tindakan tak beradab seperti itu. Apalagi si wartawan dituduh maling, dengan alih-alih ada rekaman cctv,, mana dia rekamannya. Apakah benar video itu menunjukkan bahwa si wartawan maling. Jangan sampai fitnah tersebut berujung di meja hijau pengadilan," kata Larshen yang juga Ketua LSM Gamari tersebut.


Dia mengingatkan Sekwan DPRD Riau Muflihun agar mengambil sikap yang bijaksana, jangan bermusuhan dengan wartawan apalagi sampai mengusir wartawan serta menuduh yang tidak-tidak kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.


"Tolong buat abangda Sekwan Muflihun, lakukan sikap, tunjukkan bahwa abang memang sosok yang bijaksana. Janganlah bermusuhan dengan wartawan, kalau beliau itu salah ya diingatkan, jangan justru menebar fitnah," kata Larshen.


[ YOPI/TIAH ]

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Peristiwa

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.