Selasa, 07 Desember 2021

Karena FB dan WA Rumah Tanggaku Hancur Lebur Berantakan

    12/07/2021   No comments

 


MUARO JAMBI – Awalnya kami cuma saling like status lama kelamaan beralih saling berkirim pesan, dalam pesan-pesan yang singkat kami pun saling rinci keadaan meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak usia 8 tahun, dia tetap manis menanggapinya.


Dari situ kami teruskan kirim pesan dengan saling berikan Nomor WA dan Kirim foto dan berujung pada janjian adakan pertemuan.


Aku benar-benar khilaf dan terbuai suasana, dia memang lebih ganteng dari suamiku dan tak segan - segan memberikan spatu, seragam sekolah, seragam olah raga dan tas mahal untuk anakku, bayangkan untuk membeli barang tersebut dia rela merogoh ATM-nya.


Aku begitu terharu, itulah awal pertemuanku dan hari berikut koment - komentnya mulai sedikit genit dan nakal tetapi anehnya aku makin terhibur dengan inbok - inbok nakalnya hingga mulailah setan merayapiku, aku tak segan-segan memberi foto telan jang dada permintaannya.


Malam-malam yang ku lalui penuh bunga-bunga bangkai yang bertebaran, invite WA, FB dan mention twitter begitu berani, v*lg4r dan menantang b!r4hi.


Aku tidak menyangka, meski sudah beranak satu tapi masih ada perjaka yang menyukai, belum lagi, di profilnya dia merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di jogjakarta. Minggu itu, di pertemuan kedua, kami sudah langsung cek-in hotel di kotaku jakarta, sebulan dia di jakarta membuat kami sering adakan pertemuan hingga sampai pertemuan ke delapan, 3 bulan berlalu, aku mulai h4m!l, aku merasa biasa saja tetapi kedua orang tuaku bingung dan mempermasalahkannya.

 

Pasalnya, sudah setahun suamiku kerja di pengeboran lepas pantai luar jawa dan sudah barang tentu setahun pula suamiku tak pernah  menyentuhku. Tetapi aku tetap bilang pada mereka bahwa ini adalah janin suamiku, tetapi kedua orang tuaku tÄ—tap menuduhku melakukan serong dan melakukan hal yang tidak benar.


Akhirnya, suamiku pun dituntut pulang, Tanpa basa-basi, suamiku pun cek WA dan FB ku, aku demikian bingung dan panik karna masih ada pesan-pesan nakal ku di situ, aku pun takut dan menangis sejadi-jadinya hingga menyembah - nyembah, bertekuk lutut di hadapan suami dan kedua orang tua kandungku.

 

“Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku kehilangan anak perempuan dari pada kehilangan menantu dan cucu sebaik kamu.” kata ibuku “Dan kamu..!” ibu menudingku dengan mata berair. “Pergilah kemana kau mau, sekarang juga. Dan jangan pernah kau tampakkan wajah menjijikkanmu di hadapanku dan keluargaku.” lalu Aku pun keluar rumah dengan tangisan anakku.


Bahkan untuk memelukpun aku tak diizinkan, Ku coba minta pertanggung jawaban dari lelaki itu, namun WA dan FB-nya sudah tak aktif lagi, Ku beranikan diri datang ke jogja kampus dimana dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata tak menemukan nama yang ku maksud.


Aku tunjukkan foto wajahnya, dan ternyata tiada ditemui wajah yang seperti itu, aku menangis sejadi - jadinya. 


Kandunganku sudah hampir 6 bulan. Uang sanguku pun menipis, tak tahu kemana arah tujuan, tak tahu Kemana nasib akan menuntun, WA dan FB benar-benar memporak - porandakan rumah tanggaku.

 

Ibu - bapak-bapak dan sahabat-sahabat ku yang baik, gunakanWA FB sesuai kebutuhan dan kemanfaatannya, bila tak ada manfaaatnya dan malah menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan. Maka demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga, berhati - hatilah main FB, chating dan invite WA. (Wallahu’alam bishshawab)

Sumber : Bratapos.com


[ YOPI ]

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.