Sabtu, 11 Desember 2021

Masyarakat Banyak Mengeluhkan Terkait Pasar Surantih Tidak Ada Kelanjutan Pembangunannya Di Tahun 2022

    12/11/2021   No comments



PESISIR SELATAN - Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi (disdagtrans) Mimi panggilan akrabnya mengatakan," kegiatan pembangunan kemungkinan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2023 yang akan direncanakan melalui dana Tugas Pembantuan (TP) yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ujarnya Kamis, ( 9/12/2021) kemaren di Painan.“Lanjutnya, tahun depan kami pastikan tidak ada,” katanya.Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi (Disdagtrans) Kabupaten Pesisir Selatan, , Mimi Rianti Zainul memastikan tidak ada kelanjutan pembangunan Pasar Rakyat Surantih pada tahun anggaran 2022. Jum'at (10/12/2021)


Pesisir Selatan memiliki 50 unit pasar tradisional yang terdiri dari 11 pasar kecamatan dan 3 pasar perserikatan dan 36 pasar nagari. Pemerintah kabupaten telah merevitalisasi 26 unit sejak 2016.


Pembangunan Pasar Rakyat Surantih dibangun  dengan tiga lantai dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan secara bertahap menganggarkan Rp18 miliar untuk kegiatan ini dan ditargetkan rampung pada 2022


Tahap awal pembangunan dimulai pada 2020, dengan alokasi dana Rp2,6 miliar. Kemudian pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, pemerintah kabupaten kembali mengalokasikan Rp7,2 miliar.

34 kios darurat di bangun bagi para pedagang setempat agar kegiatan perdagangan terus berlanjut sampai pembangunan Pasar Rakyat ini rampung. Akan tetapi, kios itu tidak dipakai pedagang, karena dinilai kurang layak.


kondisi pasar saat ini sangat kumuh, apa lagi saat hujan,genangan air terdapat di mana-mana,sebaliknya apabila saat kemarau tiba. Dagangan penuhi debu,sehingga dagangan terkesan kotor dan lusuh akibatnya para pelanggan kurang ketertarikannya, sebagaimana disampaikan salah seorang Dekon(37) warga masyarakat di kecamatan sutra di kabupaten pesisir Selatan provinsi sumatera barat


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor perdagangan tercatat sebagai penyumbang kedua terbesar dalam  Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), setelah sektor primer.


Nada yang juga disampaikan andi (50), salah seorang pedagang barang kebutuhan harian. Menurut pria paruh baya itu, penjualan agak turun semenjak pasar itu dibongkar masyarakat menjadi enggan masuk pasar, mengingat kondisinya saat ini. k

"Jika terus-menerus begini,tentu berdampak luas pada perekonomian para pedagang di pasar ini,” ujarnya lagi.


Padahal Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sektor perdagangan tercatat sebagai penyumbang kedua terbesar dalam  Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), setelah sektor primer/ sektor pajak 


Para pedagang berharap, pemerintah kabupaten Pesisir Selatan segera mencarikan solusi jalan keluarnya sehingga suasana berdagang kembali normal.Dan situasi ini bertambah parah dengan adanya Corona. (Amri/Tim)


Editor Publisher : Ardi Z

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.