Selasa, 28 Desember 2021

Sungguh Tidak Bermoral, Sekwan DPRD Riau Mengusir dan Menuduh Wartawan Mencuri

    12/28/2021   No comments

 


PEKANBARU - Salah seorang wartawan inisial Ru, mengaku diusir oleh pihak security DPRD Provinsi Riau dan dituduh maling oleh Sekwan DPRD Riau Muflihun. 


"Masa saya diusir ndak boleh masuk ke gedung DPRD lagi kata security, saya tanya Sekwan katanya saya masuk ruang BK dan ada barang yang hilang di ruang tersebut, ada rekaman cctv katanya, padahal saya waktu itu sedang liputan ambil video, tidak ada mencuri seperti dituduhkan," kata wartawan Ru kepada wartawan, Selasa (28/12/2021).


Dijelaskannya, bahwa dia sudah sekian lama posko liputan di DPRD Riau, dulu sebagai wartawan media cetak harian Haluan Riau dan kini sudah menjadi pimpinan media online Riau juga liputan berita video untuk channel YouTube.


Hari itu, dia bersama seorang Aktivis Larshen Yunus melakukan kunjungan ke ruangan Badan Kehormatan DPRD provinsi Riau yang kebetulan kosong dan mereka melalukan peliputan serta pengambilan gambar di dalam ruangan tersebut. Ru mengaku sudah mendapat izin dari pihak DRPD Riau untuk masuk ke ruangan tersebut bersama Aktivis Larshen Yunus.


Wartawan Ru juga kerap memberitakan temuan-temuan yang janggal saat liputan di DPRD Provinsi Riau, teranyar wartawan Ru memberitakan beberapa pegawai DPRD yang asyik bermain game online di Smartphone masing-masing, bahkan dari gambar yang diambilnya, tampak pula pegawai di DPRD Riau duduk di atas meja saat jam kerja. 


Dia menduga karena aktifitas tersebut dirinya tidak diperkenankan liputan di gedung DPRD Provinsi Riau, bahkan diusir oleh security sebagaimana rekaman yang ditunjukkan wartawan Ru ke redaksi datariau.com.


Begitu pula sikap Sekwan DPRD Riau yang menyebutkan wartawan Ru mengobrak-abrik ruangan BK serta ada barang hilang dan telah melaporkan hal itu ke pihak berwajib secara kelembagaan.


Sambil menunjukkan rekaman pembicaraan dengan Sekwan ke redaksi media ini, wartawan Ru menyangkal tuduhan Sekwan tersebut meskipun Sekwan mengaku ada rekaman cctv saat wartawan Ru mengobrak-abrik ruangan BK.


"Tidak ada saya mengobrak-abrik ruangan, saya hanya masuk ke ruangan BK kemudian liputan mengenai Formappi Riau menahih janji BK menindaklanjuti oknum Anggota DPRD Riau yang malas ngantor," beber wartawan Ru.



Aktivis Larshen Yunus yang juga Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Riau mengaku prihatin dengan sikap pihak DPRD provinsi Riau yang melarang wartawan Ru menjalankan tugas jurnalistik di DPRD Riau.


"Dia kan wartawan sudah biasa di sana, Kantor Wakil Rakyat itu sudah bisa disebut sebagai poskonya, wartawan tersebut bukan orang baru di DPRD Riau," kata Larshen saat dihubungi yang saat ini sedang ada di Surabaya, Senin (27/12/2021).


Dengan adanya pelarangan wartawan Ru melakukan liputan di DPRD Riau, menurut Larshen hal itu perlu dipertanyakan, sebab pekerjaan pers dilindungi oleh undang-undang.


"Apa dasarnya mereka lakukan tindakan tak beradab seperti itu. Apalagi si wartawan dituduh maling, dengan alih-alih ada rekaman cctv,, mana dia rekamannya. Apakah benar video itu menunjukkan bahwa si wartawan maling. Jangan sampai fitnah tersebut berujung di meja hijau pengadilan," kata Larshen yang juga Ketua LSM Gamari tersebut.


Dia mengingatkan Sekwan DPRD Riau Muflihun agar mengambil sikap yang bijaksana, jangan bermusuhan dengan wartawan apalagi sampai mengusir wartawan serta menuduh yang tidak-tidak kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.


"Tolong buat abangda Sekwan Muflihun, lakukan sikap, tunjukkan bahwa abang memang sosok yang bijaksana. Janganlah bermusuhan dengan wartawan, kalau beliau itu salah ya diingatkan, jangan justru menebar fitnah," kata Larshen. ( Rudin )


Editor Publisher : Ardi Z

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.