Selasa, 14 Desember 2021

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang gelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Balaikota Padang

    12/14/2021   No comments



 


 SUMBAR - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang gelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula   Balaikota Padang, Aie Pacah, Senin (13/12/2021).

KegiatanTPID  yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Hendri Septa , dengan nuansa  berbeda dari biasanya,karena kali ini melibatkan salah satu pimpinan Pondok Pesantren serta Pimpinan Koperasi Serba Usaha di Kota Padang, ini akan menjadi sinergi baru dalam pengendalian inflasi ke depan.


Hendri Septa dalam kesempatan itu menyampaikan", pemerintah saat ini  ditantang untuk menjaga stabilisasi harga bahan pangan strategis sebagai potensi penggerak inflasi,sebab menjelang  pergantian tahun 2021 ke 2022 ada kemungkinan gangguan terkait ketersediaan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi pangan dan barang strategis lainnya di Kota Padang.


Ini bisa saja terjadi akibat bencana alam, rusaknya lahan produksi pertanian, ulah pelaku spekulan serta situasi  libur pekerja menjelang natal dan tahun baru nanti.


"Inflasi di Kota Padang tahun 2021 menurut relise resmi statistik BPS kalender Januari sampai Oktober 2021 sebesar 0,18 persen.ini masih sangat rendah, tetapi harus tetap waspada karena bisa saja terjadi kenaikan,” ucapnya lagi Wako Hendri Septa.


 secara umum inflasi di Kota Padang sering disebabkan oleh produk pangan strategis seperti beras, cabe, dan gula. Namun melihat dari kondisi perdagangan bahan pangan strategis minggu ini, telah terjadi gejala kenaikan harga barang berkelanjutan, diantaranya minyak goreng. Dimana kenaikan harganya mencapai dua kali lapat.


Sementara itu sebut wako lagi, terkait dihadirkannya pimpinan pesantren dan pimpinan koperasi serba usaha dalam Rakor TPID Kota Padang kali ini, tentunya diharapkan bisa nantinya melakukan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan.


“Kita memiliki 14 pesantren dengan dua ribu lebih santri yang diasramakan, mudah-mudahan akan  menjadi potensi besar bagi penggerak perekonomian di Kota Padang dan juga dalam pengendalian inflasinya,” ungkap Wako lagi.


“Demikian juga dengan potensi koperasi serba usaha yang beraktivitas di Kota Padang ini, dapat dijadikan sebagai penyokong dalam distribusi dan tempat stok pengamanan cadangan pangan, dimana berpotensi untuk bekerja sama dengan dengan Bulog mengenai distribusi barang pangan strategis,” ujar Wako Hendri Septa.


Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumbar Daya Alam (SDA) Syahendri Barkah mengatakan, Rakor TPID  ini bertujuan untuk mewaspadai ganguan inflasi terkait ketersediaan, keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi bahan pangan dan barang strategis lainnya yang terjadi menjelang pergantian tahun.


“Disamping itu peningkatan ketersediaan dan produksi barang pangan strategis melalui unit-unit usaha baru yang diprakasai oleh pimpinan pesantren atau koperasi dalam pengembangan ekonomi di bidang pertanian,” jelas Syahendri.


Kabag Perekonomian dan SDA Kota Padang itu menambahkan, Rakor TPID ini diikuti oleh sebanyak 60 orang peserta, yang berasal dari pimpinan Pondok Pesantren dan pelaku usaha koperasi serba usaha di Kota Padang. Dan narasumber menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Kepala Bulog Divre Sumbar dan Pimpinan PT. Pertamina Kota Padang.


“Semoga melalui Rakor TPID ini kita mendapatkan solusi terkait potensi inflasi yang mungkin akan terjadi serta rencana antisipasinya. Sehingga dapat menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi barang pangan dan barang penting strategis lainnya di Kota Padang,”ungkapnya. (Amriadi/Tim)


Editor Publisher : Ardi Z

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.