Selasa, 04 Januari 2022

KASUS DUGAAN PEMBUNUHAN PADA TAHUN 2016 DALAM PROSES MASIH DALAM PROSES SAMPAI SEKARANG INI

    1/04/2022   No comments



JAKARTA - 4 Januari 2021. POLDA Metro Jaya siap dalami proses dugaan pembunuhan yang terjadi pada tahun 2016 silam. Kematian Almh. ASTINA SITOMPUL diduga tidak wajar, karena ada sesuatu hal yang disembunyikan dan ditutupi oleh orang yang ada didekat alhm. disaat kematian nya, ungkap YN anak kandung almh. ASTINA SITOMPUL.



Dugaan Kematian yang tidak wajar tersebut telah dilaporkan oleh YN di POLDA METRO JAYA dengan Laporan Polisi Nomor :  LP/B/6063/XII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, pada tanggal 03 Desember 2021, dan telah mendapat perintah PENYELIDIKAN dengan Nomor : SP.LIDIK/3904/XII/2021 Ditreskrimum, pada tanggal 15 Desember 2021.




Berdasarkan informasi yang diterima media melalui narasumber, mengatakan bahwa; “saksi-saksi sudah dipanggil untuk diklarifikasi dan dimintai keterangannya sejak tanggal 23 Desember 2021 yang lalu, saat ini penyidik sedang mendalami dan mengumpulkan informasi dan bukti dari para saksi yang dipanggil”, ungkap YN tadi malam melalui komunikasi telp (3/1/2022).


“Saya berharap rekan-rekan media berkenan untuk membantu KAWAL Proses Kasus ini”, lirihnya..

“Karena, saya pernah menjadi korban KDRT sampai operasi akibat babak belur patah tulang hidung dan luka sobek, tapi pelaku hanya mendapatkan sanksi percobaan 3 bulan tanpa menjalani pada sidang di PN Jakarta Utara”, ungkap YN.



Pada hari kematian almh. Astina Sitompul, diketahui bahwa almh. sangat sehat walafiat bahkan masih ngobrol dengan para tetangga di rumah kontrakan  miliknya dan disaksikan banyak orang. 

“Dan berdasarkan data medis, almh tdk memiliki penyakit kronis atau penyalit bawaan / keturunan”, ungkap YN


“Saya bertahap Polda Metro Jaya dapat segera mengungkap kasus ini sampai tuntas”, tutup YN.  


[ YOPI/TIAH/TIM ]

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.