Selasa, 11 Januari 2022

PEMBUATAN PORTAL JALAN LINTAS PROPINSI DI LAMPUNG UTARA TIDAK TEPAT SASARAN

    1/11/2022   No comments


LAMPUNG - Pemerealisasian proyek dari BUMN di Kecamatan Bukit Kemuning, Propinsi Lampung diduga tidak tepat sasaran. Senin (10/01/2022)


Menurut Masyarakat sekitar Pemerealisasian proyek tersebut yang namanya enggan disebutkan mengatakan, Entah apa gunanya pembuatan portal kaget dijalan lintas ini.


"Kami tidak tahu sama sekali kegunaan portal kaget ini, dan ini sudah tidak masuk akal bagi kami masyarakat sini. Pasalnya, karena pembuatan portal ini kami diduga tidak pas tempatnya."


"Portal ini terlalu dekat jaraknya dan bukan satu titik saja portalnya, malah banyak. Seharusnya portal kaget ini dibuat di sekolah, tempat penyebrangan, atau di tempat keramaian. Ini malah dibuat disini, sedangkan dipasar bukit kemuning malah tidak dibikin." Lanjutnya



"Portal kaget ini malah membuat pengendara tidak nyaman dan sudah ada korbanya, karena pengendara khususnya pengendara motor pasti akan menghindari portal tersebut dan memilih jalan pinggir. Hal itulah yang membuat kejadian kecelakaan kemaren yang sampai patah tulang bagian kaki dan tangan." Ucapnya



"Dari kejadian tersebut, kami masyarakat sempat membongkar portal yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat dibeberapa titik. Tetapi saat tengah malam mereka buat kembali portal tersebut dan sempat kami stop kegiatan itu Dan pada akhirnya tidak dilanjutkannya pekerjaan tersebut." Ujarnya


Dalam hal ini, Yopi Zulkarnain. SH, selaku Ketua JPKPemerintah dan selaku Pimpinan Media Kabar-investigasi.com akan segera melaporkan kegiatan Pemerealisasian proyek tersebut yang diduga meresahkan masyarakat dan pengendara.


"Kami akan segera melaporkan kegiatan BUMN tersebut ke Balai Besar, karena sudah jelas tidak ada fungsinya portal tersebut dibuat. Apalagi pembuatan portal tersebut terlalu rapat."


"Disatu titik saja ada 4 sampai 5 Portal yang jaraknya tidak sampai 1 jengkal, sudah jelas ini tidak masuk secara teknis. Karena kalau mengikuti secara teknis, portal yang dibangun harus memenuhi ukuran standar yang telah ditetapkan pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan No. AJ.003/5/9/DRJD/2011 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Perlengkapan Jalan (“Surat Dirjenhubdat 5/9/2011”). Dalam Poin D.2.d Surat Dirjenhubdat 5/9/2011 ditentukan antara lain tinggi dan panjang portal. Lebih jelasnya mengenai ukuran-ukuran standar tersebut dapat Anda lihat dalam Surat Dirjenhubdat 5/9/2011 pada link tersebut." Jelasnya


"Dan Bagi orang yang melanggar membuat atau memasang portal tanpa izin berdasarkan Pasal 105 ayat (1) Perda DKI Jakarta 12/2003 dikenakan pidana kurungan atau denda." Ucapnya


Masih dilanjutkannya, "Menurut Pasal 53 huruf c Perda DKI Jakarta 12/2003, setiap orang tanpa izin dari Kepala Dinas Perhubungan dilarang membuat atau memasang pintu penutup jalan dan portal. Dari ketentuan tersebut jelas kiranya bahwa tidak sembarang orang bisa membuat atau memasang portal. Hanya orang yang diberi izin oleh Kepala Dinas Perhubungan."


"Kami dari JPKPemerintah (JARINGAN PENDAMPING KINERJA PEMERINTAH) akan segera melapor masalah ini ke Balai Besar, dan masalah ini akan kami giring terus. Apabila perlu akan kami giring sampai ke pusat." Pungkasnya


Sampai berita ini ditayangkan, Roni selaku pelaksana proyek tersebut dan yang lainnya belum dapat dikonfirmasi, baik secara langsung ataupun melalui via telpon dan WA. 


[ RED ]

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Peristiwa

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.