Kamis, 03 Februari 2022

MASYARAKAT DESA POLLO DAN DESA LINAMNUTU AKAN MENGADUKAN KETUA PENGURUS ANAK CABANG POSPERA KECAMATAN AMANUBAN SELATAN DAN ANGGOTANYA KEPADA PIHAK KEPOLISIAN ATAS DUGAAN PENIPUAN.

    2/03/2022   No comments

 



NUSA TENGGARA TIMUR - Pemasangan meteran listrik di Desa. Pollo dan Desa. Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan( TTS) menuai polemik, peristiwa dugaan pungli dan penipuan ini menyeret nama ketua DPC Pospera, kecamatan Amanuban Selatan Marten Tanono dan anggotanya.


Pernyataan tegas ini di sampaikan oleh korban dugaan pungli dan penipuan Yohanes Tobe kepada awak media ini (1/2/2022), menurutnya awal mulanya terjadi dugaan pungli dan penipuan ini terjadi pada bulan Oktober 2020, yang mana dirinya menyerahkan uang sebanyak Rp. 1.750.000 kepada Marten Tanono untuk pemasangan dan istalasi jaringan listrik rumahnya, Namun harapan dan keinginannya untuk mendapatkan penerangan listrik seperti masyarakat lainnya tidak tercapai, akibat janji manis dari ketua PAC Pospera kecamatan Amanuban Selatan dan anggotanya.


Lanjut Tobe, ketika dirinya menyerahkan uang kepada Marten Tanono, dirinya diberi harapan dan janji bahwa dalam kurun waktu 2 atau 3 hari kedepan listrik pada rumahnya sudah menyala, karena janji manis yang katanya 2 atau 3 hari listrik sudah menyala ini memantik amarah dan rasa tidak percayanya kepada Tanono, pasalnya janji manis itu sudah berjalan hampir 2 tahun.


" saya sebenarnya tidak marah, tetap saya diberi janji  saat saya menyerahkan uang, janji itu tidak sesuai waktu yang ditentukan, dan sekarang sudah hampir 2 tahun, meteran listrik saya belum di pasang, jangankan  meteran, instalasi kabel listrik saja tidak ada, saya punya niat baik untuk pergi tanya Marten, kapan meteran saya dipasang, tetapi yang saya dapatkan hanya janji- janji dan alasan saja yang saya dapat, sehingga saya beranggapan bahwa saya di peras dan ditipu oleh Marten" ungkap Tobe.


Hal senada juga disampaikan Oleh Yuliana Taseseb, warga masyarakat desa Pollo, menurut Yuli, ia berharap pengertian baik dari ketua PAC Pospera Kecamatan Amanuban Selatan itu untuk segera mengembalikan uangnya sebesar Rp. 2.500.000 yang ia berikan untuk pemasangan meteran listrik, pasalnya ia sudah muak dengan janji- janji Tanono yang sejak bulan Maret 2021setelah instalasi kabel listrik dirumahnya ia tidak mendapat lagi kabar dari Marten Tanono untuk kapan meteran listrik rumahnya dipasang.


" Saya sudah muak, dengan janji  Marten Tanono, waktu instalasi kabel listrik dirumah saya, saat itu saya dijanji 3 hari kemudian listrik menyala, tetapi sampai hari ini yang ada hanya kabel kosong, tidak ada meteran, saya minta Marten Tanono kembalikan uang saya, biar kami langsung ke PLN untuk pasang meteran dirumah saya" tandas Yuli.


Lanjutnya, selama ini ia percaya karena Pospera, dan ia berpikir bahwa Pospera tidak mungkin menipunya, namun harapan dan kepercayaan itu hilang akibat ulah dan perilaku Marten Tanono yang sering menggunakan nama Pospera untuk meyakinkan masyarakat bahwa ada bantuan listrik dari Pospera.


" Saya selama ini percaya, bahwa Pospera tidak mungkin menipu saya, kalau secara pribadi saya tidak percaya Marten Tanono, tapi ketika datang bilang ini Pospera mau bantu masyarakat sehingga saya percaya, tetapi semuanya tipu, kenapa saya bilang Pospera karena kami pernah diminta kumpul beras 1 kg dan uang Rp. 10.000 untuk Marten Tanono karena ada Pospera dari Kabupaten mau datang bantu masyarakat untuk pasang listrik, dan waktu instalasi kabel dirumah saya juga dilakuka  oleh Marten Tanono dan anggota Pospera" ungkap Yuli.


Hal ini di indahkan oleh warga masyarakat Linamnutu, Markus Nuban, kepada awak media ini ( 3/2/2022),  dirinya mengalami hal serupa seperti yang di alami oleh masyarakat Desa. Pollo, ia menyerahkan uang sebanyak 2 tahap, tahap pertama. Rp. 500.000 kepada Yopi Lenama yang merupakan anggota Pospera, biaya Rp. 500.000 itu akan digunakan untuk instalasi kabel listrik dirumahnya, setelah instalasi kabel listrik, pihak Pospera  meminta agar dirinya menyetor lagi uang sebanyak Rp. 1. 200.000, dan uang tersebut diberikan langsung kepada Marten Tanono, saat itu juga Marten Tanono  berjanji bahwa listrik akan menyala pada 3 hari kedepan terhitung mulai pelunasan keuangan.


Lanjutnya, kegiatan instalasi dirumahnya, tidak melibatkan pihak PLN, namun yang melakukan instalasi saat itu adalah anggota Pospera Yopi Lenama dan rekan-rekannya sehingga muncul kecurigaan  tentang keahlian pemasangan jaringan listrik.


" waktu instalasi dirumah saya tidak ada orang PLN, tetapi yang pasang instalasi dirumah saya itu Yopi Lenama dan teman-temannya, saya sempat bertanya dalam hati, sejak kapan Yopi Lenama dan teman-temannya bisa kerja listrik. tetapi saya percaya dan tau bahwa ini Pospera, pasti mereka bisa kerja, karena mereka bilang dari perusahaan Pospera".  Ungkap Nuban


Menanggapi hal ini, Ketua RT 025, Melianus Nuban, menurut Melianus, saat itu ia didatangi oleh Yopi Lenama yang mengaku anggota Pospera, kedatangan anggota Pospera ini  menawarkan bantuan pemasangan meteran listrik, sehingga ia berani berhutang uang sebesar Rp.  500.000 untuk membayar biaya pemasangan meteran listrik.


" Waktu mereka datang mereka sampaikan ke saya bahwa ini dari Pospera mau bantu masyarakat, sehingga saya berani utang uang untuk bayar ke Pospera karena anggota Pospera Yopi Lenama janji kalau kasi uang sekarang 3 hari saja lampu menyala dan saya yang menyerahkan uang itu kepada Yopi Lenama, dan di kwitansi penyerahan uang saya sendiri yang tanda tangan dari pihak saya dan Yopi Lenama dari pihak pospera" ungkap Melianus


Ketua PAC Pospera Kecamatan Amanuban Selatan, Marten Tanono, ketika ditemui media ini (2/2/2022), kepada awak media ini menjelaskan bahwa pernah ada sosialisasi dari Akli di sekretariat PAC  Pospera Kecamatan Amanuban Selatan, Akli juga melakukan pemasangan listrik dirumah masyarakat sebanyak 9 rumah, termasuk Yuliana Taseseb dan pembayaran keuangan langsung kepada pihak Akli, sedangkan Yohanes Tobe tidak masuk dalam daftar Akli.


" Yang lakukan sosialisi disini itu pihak Akli, Akli juga lakukan pemasangan jaringan listrik sebanyak 9 KK di kampung ini, dan semua sudah menyala" tandas nya.


Kepala Desa Linamnutu Arkilaus Sopaba, ketika ditemui awak media ini (3/2/2022), Dirinya selaku kepala Desa, tidak pernah mendengar berita pemasangan jaringan listrik oleh pihak Pospera,pihaknya belum mendapat laporan terkait dugaan penipuan ini, namun ia berjanji akan mengundang pihak Pospera yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan dan masyarakatnya yang menjadi korban untuk dilakukan klarifikasi.


" Saya selaku Kepala Desa akan mengundang pihak Pospera yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan  dan masyarakat saya yang menjadi korban untuk klarifikasi, biar jelas, persoalannya seperti apa" ungkapnya


Perlu diketahui bahwa dugaan pungli dan penipuan pemasangan jaringan listrik yang menyeret nama ketua PAC Pospera Kecamatan Amanuban Selatan ini dikuatkan dengan bukti kwitansi penerimaan keuangan yang diserahkan oleh masyarakat kepada ketua PAC Pospera Kecamatan Amanuban Selatan dan anggotanya.


Informasi lain yang diterima media ini bahwa harga biaya instalasi yang dipatok oleh Pospera kepada masyarakat berfariasi Meteran 450 what dengan harga Rp.  1.750.000, meteran 900 what dengan harga Rp.  2.500.000, dan telah dibayar lunas. 

(YOPI/TYAH).

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.