Sabtu, 19 Maret 2022

DIDUGA SALAH SATU PASLON BPK KAMPUNG SUKAJADI MEMBELI HAK SUARA DAN MELAKUKAN MONEY POLITIK

    3/19/2022   No comments

 



WAY KANAN — Diduga penuh dengan permainan praktek Politik uang dalam pemilihan calon BPK di Kampung Sukajadi, Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan, Propinsi Lampung, hingga membuat kalangan masyarakat pemilih dibikin heboh.


Menurut masyarakat yang namanya enggan disebutkan mengatakan kepada Awak Media dan Tim Investigasi LP-KPK, kalau salah satu calon yang berinisial EY memakai money politik untuk mencapai keinginan supaya bisa menang didalam pemilihan BPK Tahun 2022 di Kampung Sidodadi tersebut. Saptu ( 19/03/2022 )


"Calon nomor urut-3 yang berinisial EY tersebut mencalonkan dirinya sebagai Peserta BPK dan menang didalam pemilihan tersebut. Namun dia menang karena memakai money politik." 


"Dia juga mencalonkan diri sebagai BPK tersebut didukung oleh Kepala Kampung Sidodadi." Lanjutnya


Ditempat lain, EY mengatakan kalau tidak melakukan tindakan money politik tersebut karena tidak ada buktinya.


"Tidak, silahkan buktikan kalau memang benar dan silahkan ditayangkan ke berita." Katanya dengan nada ragu.


Demi mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat Tim Investigasi LP-KPK dan Tim Awak Media mencoba mengkonfirmasi beberapa warga dan menurut informasi dari warga bahwa memang benar kalau EY memberikan uang tersebut.


"Iya, memang bener kalau masalah itu. EY memberikan uang di sore hari, dan uang tersebut sebesar Rp. 50.000.00 di berikan sewaktu EY dan yang lainnya berpamitan mau pulang.


Disisi lain, Ketua Panitia penyelenggara  Marzen mengatakan kepada Tim Investigasi LP-KPK dan Awak Media melalui via WhatsApp, Kami hanya panitia dan kami tidak paham dengan yang berkaitan politik.


"Oke Pak, kalaupun ada itu haknya antara pelapor dan terlapor,  kami panitia hanya penyelenggara Pak, nanti tolong di buktikan, kami akan panggil mereka."


Kepala Kampung Sukajadi mengatakan kepada Awak media melalui via telpon, Saya belum bisa memberikan tanggapan gimana-gimana kecuali sumber informasinya jelas orangnya dan buktinya ada. Kalau semua itu ada, baru bisa kita tindaklanjuti.


"Pemerintah Kampung Sukajadi tersebut adalah masyarakat saya dan semuanya wajib mendapatkan perlindungan dari saya." Ucapnya


Saat Awak Media mengkonfirmasi lebih lanjut, kepala kampung malah berbalik bertanya siapa informasi yang memberikan kepada Awak Media."


"Kalau Bapak belum bisa memberikan informasi siapa yang memberikan informasi ke Bapak, saya belum bisa jawab. Jadi silahkan saja ditayangkan ke pemberitaan kalau ada money politiknya, tetapi kalau tidak mereka juga jelas tidak akan terima." Lanjutnya dengan nada menantang.


Sedangkan ditegaskan dalam undang-undang, bagi pasangan calon (paslon), bagi setiap calon bisa gugur jika terbukti melakukan pelanggaran politik uang. Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam frasa UU 10 2016 ayat 2 berbunyi, sanksi administratif berlaku untuk pasangan calon, apabila paslon terbukti melakukan politik uang.


Dimana ketentuan pidana mengenai politik uang dalam pasal 187A ayat (1), bahwa setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu diancam paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).


Tim LP-KPK dan Awak media akan segera membuat laporan terkait money politik ini dan berharap pihak aparat hukum bisa dengan cepat memproses permasalahan ini dan menindak pelaku money politik tersebut.


( YOPI/CIK WAN )

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.