Kamis, 17 Maret 2022

TAK IJINKAN MATERIAL BATU HITAM MEREKA DIBAWA, PARA PENAMBANG SUWAWA LAKUKAN BLOKADE JALAN

    3/17/2022   No comments


GORONTALO - Aksi blokade jalan oleh ratusan penambang di wilayah pertambangan rakyat Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo terjadi (Rabu, 16/03/22). Aksi tersebut dilakukan seiring kedatangan pihak kepolisian bersama tim untuk melakukan pendataan dan pemantauan aktivitas pertambangan khususnya batu hitam (Black Stone) di wilayah Poduoma dan Tinemba kecamatan Suwawa Timur. 




Selain itu, adanya informasi yang diterima oleh para penambang bahwasanya pada saat kegiatan pendataan tersebut, material batu hitam yang ada, akan dimuat (dibawa_Read) oleh pihak kepolisian, sehingga hal tersebut yang memicu aksi spontan para penambang dengan melakukan blokade jalan dan tidak mengijinkan pihak kepolisian untuk membawa serta material yang ada. 


Berdasarkan hasil pemantau tim kami, aksi blokade dilakukan sejak sore hari tepatnya setelah ba'da Ashar dan baru bisa di bubarkan sekitar pukul Sepuluh malam setelah terjadi kesepakatan antara para penambang yang mendelegasikan bapak Taufik Seban dan Bugani Wartabone (Ka Bulu) sebagai perwakilan para tokoh penambang dan masyarakat untuk melakukan musyawarah mufakat bersama pihak kepolisian yang datang. 



Taufik Seban saat di temui di kediamannya menerangkan bahwa "Awalnya masyarakat (penambang_Read) tidak menerima material batu hitam itu akan dibawa, karena ini masalah kemaslahatan masyarakat dan itu sudah menjadi mata pencaharian mereka. Dan kalau material itu dibawa? Kan kasihan mereka. Tapi setelah kami bermusyawarah dengan pihak kepolisian akhirnya mereka bisa memahami dan tidak membawa semua material yang ada, melainkan hanya 1 sampai 2 karung saja".


Dipertanyakan terkait harapannya, Taufik mengungkapkan bahwa harapannya kedepan agar Pemerintah segera merespon dan mencarikan solusi untuk permasalahan ini. 


"Kami meminta kepada pihak Pemerintah segera merespon apa yang menjadi permintaan kita pada saat aksi penambang kemarin, terutama pada pihak GM (PT. Gorontalo Mineral_Read) untuk bisa memberikan ruang kepada kita para penambang. Dan juga kami meminta kepada pihak Forkopimda untuk menjadi jembatan bagi masyarakat penambang untuk mencari solusi".


Taufik pun menambahkan bahwa aksi yang sama juga pernah dilakukan. Namun hingga sampai saat ini tuntutan para penambang tidak terealisasi. 


"Ditahun 2013 seluruh penambang sudah pernah melakukan aksi, cuma untuk meminta WPR. Tapi nyatanya sampai sekarang, biar cuma (Walau Hanya_Read) nomor registernya saja tidak ada. Kita cuman dijanjikan, selalu dijanjikan oleh pemerintah. Jadi, olehnya itu, kita berharap akan ada jalan keluar. Dan Alhamdulillah sudah ada respon baik dari pak Bupati Bone Bolango".


"Kita akan menunggu sampai besok. Karna janji ketua DPR (DPRD Provinsi Gorontalo_Read) 3 x 24 jam dimulai saat hari aksi yang kami lakukan saat itu. Insya Allah besok ada jalan keluarnya. Dan ketika itu tidak di indahkan, mungkin mereka (Penambang_Read) akan melakukan aksi lagi dengan jumlah masa yang lebih besar". Pungkas Taufik mengakhiri pernyataannya.


( TIM )

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.