Kamis, 19 Mei 2022

EMPAT TAHUN PERMINTAANYA TAK DI PENUHI PT. TANTO, MASYARAKAT PILOMUJIA MENGIRIM SURAT PENGADUAN KE BUPATI GORUT

    5/19/2022   No comments



GORONTALO - Aktivitas penumpukkan box kontainer yang di lakukan oleh PT. Tanto mulai meresahkan masyarakat dusun Pilomujia, Desa Ilangata kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Keresahan masyarakat tersebut di sebabkan oleh pengoperasian penumpukkan box kontainer milik PT. Tanto di kawasan pemukiman warga mulai menimbulkan polusi debu akibat aktivitas penumpukkan yang dilakukan setiap harinya menggunakan satu pintu utama untuk jalur keluar masuknya kendaraan, sehingga di khawatirkan akan menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat seperti Inveksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 



Keresahan masyarakat itupun di luapkan dengan melayangkan Surat Aduan ke Bupati Gorontalo Utara dengan tembusan ke beberapa instansi terkait tertanggal 27 April 2022, namun hingga berita ini di lansir, belum ada tindak lanjutnya sama sekali, seperti yang di ungkapkan oleh David Lihawa yg merupakan salah satu masyarakat yang mengadu dalam wawancaranya (Rabu, 18/05/22)


"Saya sudah mengadukan hal ini dalam bentuk surat aduan ke bapak bupati, Kapolres, BLH, Dandim, Kantor Camat, dan ke anggota DPRD. Dan sampe sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah".


 "Torang (kami_read) sudah kurang lebih 4 kali meminta kebijakan dari PT. Tanto bekeng (buat_read) pintu keluar lewat jalur belakang. karena saat ini pintu masuk bo (hanya_read) satu, sehingga akan menimbulkan keresahan masyarakat. Soalnya kalau musim panas ba abu (berdebu_read) kalau hujan jalan ba pece (becek_read) dan tidak ada upaya dorang (PT. Tanto_read) untuk mengatasi masalah yang timbul itu. Dan kalau tetap tidak respon dari semua pihak, kemungkinan kami masyarakat akan bertindak" tegas David melanjutkan.


Di singgung tentang harapannya, David mengungkapkan bahwa "kalau tidak ada perhatian dari pihak Tanto dengan tuntutan kami, sekiranya lokasi ini (penumpukkan box kontainer_read) di pindahkan atau di tutup oleh pemerintah. Karena lokasi ini tidak layak untuk dijadikan tempat penumpukkan kontainer. Kami mohon pengertian dari pemerintah. Karena kami sudah merasakan dampak ini kurang lebih 4 tahun".


Selanjutnya, salah seorang warga bapak Amir Djafar ketika di mintai keterangan membenarkan semua yang telah di ungkapkan oleh saudara David.


"Benar apa yang di bilang oleh teman saya, karena abu (debu_read) ini sangat mengganggu sekali. Awalnya pintu masuk ke lokasi itu hanya pintu masuk untuk kendaraan kecil. Namun setelah lama-lama itu (lokasi_read) sudah di jadikan pintu masuk dan keluar kenderaan besar. Sehingga ada masyarakat di sini yang rumahnya sudah di bongkar bahkan ada yang sudah pindah karena adanya polusi debu yang timbul".


"Yang paling utama kita jaga adalah anak-anak dan bayi, hanya yang menjadi kekecewaan kami adalah selama ini kami sudah melapor ke semua pihak terutama ke Bupati, tapi sampai saat ini belum ada realisasi. Sehingga ya, kita masyarakat awam sudah cukup mengadu dan minta perlindungan. Tapi kalau selama ini kami masyarakat tidak di lindungi, Nah..! Apa salahnya kita mo (akan_read) ambil alih dan itu jalan satu-satunya yang akan kami ambil. Oleh karena itu, kami hanya akan memberikan waktu 2 Minggu kepada pemerintah untuk segera merealisasikan tuntutan kami" tegas Amir dengan penuh kekecewaan.




Disamping itu, ibu Karmila Djafar yang juga merupakan salah seorang kader posyandu di dusun tersebut (Pilomujia_read) mengharapkan agar permintaan masyarakat ini segera di penuhi oleh pemerintah.


"Kami sebagai kader kesehatan khususnya Posyandu mengharapkan dengan sangat kepada pemerintah menindak lanjuti tuntutan kami masyarakat. Karena kami sangat terganggu dengan adanya abu (debu_read) terutama ibu-ibu dan bayi balita yang ketika dilaksanakan posyandu mobil-mobil itu (kontainer_read) lewat, mereka (ibu dan bayi balita_read) berlari ke dalam untuk menghindari abu tersebut. Sehingga mereka berharap kedepannya kegiatan posyandu tidak ada lagi paparan abu yang akan menggangu kesehatan mereka terutama bagi anak bayi dan balitanya".


Menanggapi persoalan tersebut, camat Anggrek Abdul Kadir saat ditemui di kediamannya membenarkan ikhwal adanya laporan aduan yang dilayangkan masyarakatnya tersebut.


"Iya. Sebelum ke Bupati mereka (masyarakat_read) sudah datang ke saya. Dan saya sudah tindak lanjuti dan komunikasi dengan pihak kabupaten. Saya pun sudah datang ke lokasi hanya saja kita berharap permohonan ini segera ada realisasinya".



Dalam pertemuan itu pula hadir salah satu Anggota DPP Ormas Jargon Marni Puluhulawa yang mengawal langsung keluhan masyarakat tersebut berjanji akan terus mengawal aspirasi masyarakat dusun Pilomujia hingga tuntutan mereka terealisasi.


"Kami dari DPP Jargon setelah menerima keluhan dari masyarakat Pilomujia segera melakukan investigasi langsung ke lapangan, dan menemui beberapa masyarkat yang terkena langsung dampak yang di timbulkan oleh adanya aktivitas penumpukkan box kontainer oleh PT. Tanto. Dan hari ini pun kami telah bertemu langsung dengan camat Anggrek untuk membicarakan hal tersebut. Dan pak Camat berjanji akan mengupayakan tuntutan masyarakatnya itu (pilomujia_read) segera akan terealisasi".


"Kami berjanji akan terus mengawal keluhan masyarakat ini hingga selesai. Sehingga di kemudian hari tidak akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan yang nantinya akan menimbulkan gesekan diantara masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, kami atas nama DPP Ormas Jaringan Gorontalo Nasional (JARGON) berharap agar kiranya Pemda dan DPRD Gorontalo Utara segera menindak lanjuti apa yang menjadi harapan dan tuntutan masyarakat dusun Pilomujia" pungkas Marni menutup wawancaranya.

(Andi/Tim)

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.