Sabtu, 18 Juni 2022

KEJANGGALAN P3-TGAI KAMPUNG CAMPANG 8 YANG DIDUGA DIKELOLA KEPALA KAMPUNG DAN TIDAK SESUAI DENGAN SPECK AKAN SEGERA DILAPORKAN SECEPATNYA

    6/18/2022   No comments


WAYKANAN - Terkait temuan kejanggalan proyek P3-TGAI yang diduga dikelola oleh Kepala Kampung Campang Lapan, Kecamatan Banjit, Kabupaten Waykanan, Propinsi Lampung Akan segera dilaporkan ke pihak terkait. Saptu, (14/06/2022)


P3-TGAI Adalah salah satu kegiatan dari program inspirasi struktur berbasis masyarakat (IBM), Walaupun demikian maksut dan pelaksanaannya untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat petani memakai air (P3A) dalam kegiatan pembangunan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi. Kementrian umum dan perumahan rakyat terus menjalankan program P3-TGAI melalui skema padat karya tunai dengan jumlah anggaran Rp. 195 Juta Rupiah per-titik.


Namun dalam pelaksanaan di lapangan, proyek P3-TGAI yang berada di kampung Campang Lapan diduga sistem pembuatan cor beton precast tidak mengikuti tehnik dan RAB yang sudah ada. Sedangkan petunjuk teknis P3-TGAI di jelaskan bahwa tugas P3-A memiliki pungsi dan peranan penting dalam tahapan program kegiatan tersebut.




SONIMAN selaku Ketua P3-TGAI Campang Lapan mengatakan kepada Awak Media dan LSM, kalau pencairan tahap satu di ambil di kantor bank. kami bertiga berangkat yaitu ketua sekertaris dan bendahara, lalu uang tersebut di serahkan ke bapak muji selaku kepala kampung Campang Lapan berjumblah 130 juta rupiah. dana proyek P3TGAI tersebut diberikan kepada Kepala Kampung dengan alasan kalau uang tersebut akan guna untuk membeli matrial, jadi semua matrial ini dari pak muji selaku kepala kampung Campang Lapan.


"Tentang pembuatan cor beton atau pembuatan precast saya selaku ketua P3A Kampung campang lapan tidak tau kalau ada praturannya dan saya tidak pernah ikut pelatihan/bimtek sampai dengan sekarang ini, yang penting saya kerja harian dapat upah, Dan mengenai yang bayar upah tenaga kerja ya saya terus duit nya minta pada Kepala Kampung yaitu Mujianto." Imbuhnya


"Kalau masalah adukan pembuatan precast yaitu tiga dolak batu seplit dan dua dolak pasir dan setengah sak semen kalau di jumlahkan satu dolak itu adalah satu ember cat ukuran 25 jika gram," Lanjutnya


Kalau Hari ini kami tidak kerja, karna matrial habis. Kami sedang menunggu matrial, yang cari matrial pak muji.


Ditempat lain, Awak Media dan LSM mencoba untuk mengkomfirmasi kepala kampung di kediamannya, namun sayangnya kepala kampung tidak berada di rumah. Akhirnya Awak Media dan LSM mencoba untuk menghubungi lewat via Chat WA atau pesan wa, muji mengatakan bahwa itu tidaklah benar, katanya kepada Awak Media dan LSM pada hari Rabu tgl 15 Juni 2022.



Menanggapi hal tersebut, Yopi Zulkarnain selaku Ketua JARINGAN PENDAMPING KINERJA PEMERINTAH (JPKPemerintah) mewakili Gabungan Beberapa LSM dan Awak Media mengatakan, bila terbukti yang di lakukan oknum Kepala Kampung Campang Lapan tentang memakai atau meminjam uang proyek P3-TGAI sangatlah jelas berbanding terbalik serta bertentangan dengan petunjuk teknis program P3-TGAI yang sudah di tentukan itu, ini jelas numbur praturan. 


"Fungsi aturan itu jelas kalau Kepala kampung itu hanya sebatas mengetahui dan mengawasi program kegiatan daan seharusnya Kepala Kampung paham dan mengetahui batas peran serta pungsinya dalam program tersebut.


"Di pekerjaan ini oknum Kepala Kampung diduga telah melawan hukum dengan mengkorupsi dana proyek P3-TGAI dengan cara mengambil keuntungan untuk memperkaya diri sendiri dan menyalah gunakan wewenang jabatan untuk menguasai kegiatan program tersebut," Ucapanya


"Selain itu, apabila Ketua P3-TGAI memberikan keteranga palsu terhadap jurnalis atau LSM, Maka kami akan melaporkan karena telah melanggar UU karena telah memberikan keterangan palsu karena itu bisa membahayakan orang lain," Laanjutnya



"Di lokasi kegiatan proyek, tim investigasi tidak menemukan papan informasi kegiatan dan kami dari lembaga dan awak media menilai pekerjaan tersebut sudah melanggar UU KIP TAHUN 2008 bahkan dapat disinyalir kuat pelaksanaan peraturan presiden nomer 54 Tahun 2010 mengatur setiap pekerjaan pisik yang di biayai negara dengan uang pajak masyarakat wajib memasang papan proyek, dan Tampak jelas dalam pembuatan cor beton precast di duga tidak sesuai bestek. Pasalnya formulasi pembuatan beton cetakan tersebut diduga tidak sesuai juklak juknis yang ada, mulai dari campuran semen batu seplit dan pasir tidak sesuai sehingga mempengaruhi kualitas mutu beton hal tersebut dan di buktikan dengan adanya precas yang pecah dan patah serta sangat lah mudah di hancurkan menggunakan tangan,"


"Sesuai praturan PP 43 tahun 2008 menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi Tim menilai terkait beton precast diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pada standar beton precast sesuai standar analisa PERMEN PUPR nomor 28/PRT/M/2016 tentang analisa satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum dan selanjut nya hasil temuan di lapangan menemukan beton precast keadaan retak dan patah bahkan sampai ada yang mengalami segregasi (pengikisan dan pelepasan butir akGregrat). Segregrasi pada beton precast diduga adanya di sebabkan oleh minimnya volume campuran matreal semen yang di gunakan," Ucapnya.


"Prihal ini semua, saya mewakili Tim akan segera melaporkan masalah ini ke pihak terkait dengan bukti-bukti investigasi dilapangan dan keterangan Ketua P3-TGAI dan Pekerja. Benar salahnya nanti akan terbukti di pengadilan setelah persidangan. Ini semua kami lakukan karena kami adalah wakil dari masyarakat tidak terima dengan pekerjaan yang mutunya bisa dikatakan tidak ada. Jangankan sampai bertahun-tahun, mungkin baru hitungan bulan saja sudah hancur semua nantinya," Pungkas Yopi Selaku Ketua JPKPemerintah.


REPORTER : SANDI/CIKWAN/TIM

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.