Selasa, 07 Juni 2022

PROGRAM PSR DI PESISIR SELATAN DIDUGA BERMASALAH

    6/07/2022   No comments


 

SUMBAR -  Pelaksanaan progam Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) Tahun 2020-2021 di Kabupaten pesisir selatas, sumatra barat diduga kuat bermasalah. 06/06/2022


“Pasalnya Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) yang seharusnya dikerjakan melalui kelompok tani masing-masing tentunya dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan tersebut, tanaman sawit yang sudah diatas 20 tahun dan pendapatanya kurang dari 2 ton,per haeter baru bisa diremajakan.


Akan tetapi fakta dilapangan dalam pelaksanaannys proyek PSR tersebut yang dikerjakan pada saat itu lahan kelompok tani yang sudah bersih dan tidak ada satupun pohon sawit warga, kenapa langsung dijadikan program PSR, diduga kuat menyalahi aturan dan sarat masalah untuk meraih keuntungan pribadi para oknum yang terlibat didalamnya .


Akibat ulah oknum tersebut, terkait permasalahan ini ada dugaan sangat berpotensi ada perbuatan melawan hukum dan sangat merugikan keuangan negara.



Menurut sumber informasi dilapangan mengatakan, ada beberapa pekerjaan Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) banyak yang tidak benar dan tidak sesuai ketentuan karna hampir rata-rata pekerjaan dilapangan, program PSR di 2 nagari damar rumput & taluak kualo muara sakai bukan meremajakan sawit yang umurnya diatas 20 tahun, tak melainkan lahan- lahan blukar maupun lahan milik masyarakat yang sudah bersih dijadikan program (PSR) diduga kuat ada persengkongkolan antara pihak ketiga yang mengerjakan program tersebut dengan Dinas saat itu, tutur warga.


” Dia menambahkan, Setau saya pada awal pekerjaan PSR didesa sini yang digarap lahan masyarakat, yang sudah kosong dan tidak ada satupun pohon sawit dilahan tersebut, bahkan bukan kebun sawit yang sudah diatas 20 tahun, seperti petunjuk tehnis dan yang dianjurkan oleh pemerintah tapi terbukti dilapangan banyak kejanggalan bahwa pekerjaan itu tidak lagi Peremajaan Sawit Rakyat.lahan kosong dan senak blukar yang dijadikan ajang Peremajaan Sawit Warga.


“Semestinya tidak dibenarkan lahan warga yang tidak ada sawitnya itu dimasukan dalam program PSR, Nama nya saja PSR Peremajaan Sawit Rakyat, Lalu Sawit mana yang diremajakan,” bebernya.


“Anehnya, program ini bisa lolos previkasi dari dinas terkait, pertanyaan nya ada apa?.


“Apakah ada kong kelingkong antara pengurus dengan dinas terkait, masih belum kita ketahui. tuhanlah yang tau, saya berharap kepada pihak terkait bisa menindak lanjuti adanya program PSR tahun 2020/ 2021 yang lalu diusut secara tuntas ..


Sementara itu mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten pesisir Selatan ( sumbar ) Ir .Nuzirwan. N,MT,,Dt,A Nan sati membenarkan kalau saat itu, progam PSR ber jalan beliau yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, saya dulu yang menjabar sebagai Kepala Dinas Pertanian dan menyetujui program tersebut jadi semuanya atas pengajuan kelompok tani yang disetujui oleh Ketua koperasi yang mendapatkan bantuan PSR tersebut , program itu bantuan langsung dari pusat kalau saya saat itu sebagai Kepala Dinas hanya menerima laporan dari Kabid perkebunan, selanjutnya saya setujui selanjutnya diajukan lagi ke Dinas Pertanian Provinsi dan dilanjutkan kepusat, kalau masalah program Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) tahun pelaksanaan tahun 2020|2021 itu memang meremajakan sawit yang umurnya diatas 20 tahun dan sawit yang hasilnya kurang produktif yang semua itu bisa masuk dalam program PSR, terlepas yang dikatakan bahwa yang dikerjakan pada saat itu lahan kosong atau hutan yang digarap saya tidak tau dan itu bagian dari orang lapangan yang menerima berkasnya sepertii apa? Intinya saya tidak tau proses dari kelompok tani yang saya tau hanya menyutujui berkas yang dari kelompok tani dan koperasi dibawa oleh petugas Pertanian dan dicek benar bahwa itu ada usulan kelompok tani dan koperasi saya tinggal tanda tangan saja”, tegasnya.



Sementara, pegawasan dan pengolahan dari koperasi LKM_A DAMAR RUMPUT,kurang maksimal.banyak temuan,yg kurang di tangapi dari masyarakat, sudah banyak bibit yang habis di makan ternak,karena standar pagar lahan kurang pas dengan kebutuhan, masyarakat..sedangkan lahan banyak ternak berkeliaran,ujar penerima PSR..


dari keterangan pengurus LSM Laskar merah putih & cendikiawan anak pahlawan (CAPA) DPC pesisir selatan, Jhony Haryanto, temu,an di lapangan makin hari makin rumit,. ko bisa kayak gini. Keterangan dari : pemilik CV jeruk manis Bibit yang keluar dari lokasi 6114 btg di bagi per heater 120 batang, 6114÷120= 50. heater lebih kurang terlisasi kepetani Kali 40rb perbatang.


Di keterangan ketua koperasi LKM_A damar rumput bapak surkadik S.sos 64 H terlisasi k petani, dari Luas 91,haeter yang mendaftar kalau di lihat data bibit dari CV .jeruk manis.terlesasi 51 heaater lebih kurang,,40heater lebih kurang'ngak terlesasi kepetani. 30jt x40 heater =1.200.000.000 m, Lahan yg di kerjakan(64) heater.x120 bAtang peheater bibit sawit.

64hx120btg=7680 btg bibit..

7680x40.000=307.200.000. total nyo ttl di bayar ke CV .jeruk manis'"dengan dana yang turun ke petani 2,730.000.000 miliar, jadi banyak nya duga,an peyelewegan dana"ujar beliau...


Pasalnya, dugaan peyelewegan dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di di nagari taluak kualo Muaro sakai belum masuk dalam peyidikan oleh Kejari Painan.


Sampai berita ini di terbitkan pengurus DPC laskar merah putih & cendikiawan anak pahlawan (CAPA) Jhony Haryanto mengatakan, surat tersebut telah di kirim pada 26 Pebuari 2022 lalu" langsung kepada Kejaksaan negri Painan, surat tersebut langsung di kasih ke kasi Intel Ujar beliau...


melalui surat tersebut ada nya jawaban atau penjelasan dari pihak Kejari Painan. terkait tindak lanjut penegakan hukum untuk kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan program PSR tahun 2020|2021 di taluak kualo Muaro sakai kecamatan air pura tersebut, sehingga kasus tersebut ada kepastian hukum dan keadilan...


di tempat terpisah,pun dl pernah awak media wancacarai, ketua koperasi LKM_A damar rumput, bapak surkadik. S.sos. kalau dari 91 haeter lahan terdaftar,dengan dana 30jt per haeter, yang terlesasi ke petani hanya 64, haeter, jadi tersisa 27 haeter tidak terlisasi, jadi sisa dana yang 27 H x30jt= 810jt, sudah di pulang kan, ujar beliau.. awak media pun balik tanya, bisa tolong lihatkan" bukti uang di yang kembalikan ke BPDPKS" beliau pun terdiam....


jadi ada poin2 di atas di duga kuat pihak koperasi LKM_A damar rumput, kurang transparan dan ada dugaan permainan di dalam pegolahan dana BPDPKS dengan petani, penerima..


REPORTER : HEND

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.