Senin, 13 Juni 2022

TUMPANG TINDIH PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI (P3TGAI) DI DESA SUKARAMI

    6/13/2022   No comments

 



OKU TIMUR - Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) di desa Sukarami kecamatan Belitang pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII untuk peningkatan jaringan tersier, Sayangnya, alokasi yang diberikan di desa Sukarami kecamatan Belitang kurang dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur di Pertanian, Sebagian besar Pembangunan justru dikerjakan di pembangunan yang masih layak pakai . Dengan demikian, banyak pemanfaatan dana bantuan Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) yang justru di kerjakan tumpang tindih.


Ditemukan Pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa sukarami kecamatan belitang kabupaten Oku Timur dari sumber dana APBN Murni Tahun 2022 dengan nilai anggaran Rp.195.000.00,- (seratus sembilan puluh Lima juta rupiah) dalam pelaksanaannya diduga tumpang tindih.



Bantuan program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) mendapatkan kucuran dana bantuan diperuntukkan untuk pembangunan Peningkatan Jaringan Tersier khususnya perairan dengan Kordinat :-4°11'2,0535(S)104°36'34,9194(E) yang waktu pelaksanaan 90 hari kalender ,No PKS :HK 02.03/142/PKS/OPSDA.I/sat.op/Ah/2022 yang pelaksanan P3TGAI Suwun Tirto dan di ketahui oleh kepala desa Mugiono. Minggu 12/06/22.


Ketika awak media mengkonfirmasi kepada pihak terkait ketua pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) di desa sukarami kecamatan belitang Kabupaten Oku Timur kepada Ketua P3TGAI pak Toyo langsung di ketahui kepala desa,bahkan di kediaman Kepala Desa Sukarami,Ketua P3TGAI menjelaskan,bahwa pembangunan tumpang tindih tersebut tidak bermasalah,bahkan kami menanyakan kepada pendamping Propinsi ibu Rita itu tidak masalah boleh di kerjakan di lokasi itu /Tumpang Tindih bangunan lama di karenakan itu juga layak di ganti,bahkan jika kami memang menyalahi aturan boleh di laporkan ke mana saja atau mau di beritakan silahkan.unjarnya


Di tambahi oleh kepala desa Sukarami ,bahkan di waktu ketua P3TGAI kami menghadiri bimbingan teknis ke Palembang,bahkan saya yang ikut tidak ada di bimbing teknis dan juknisnya bagaimana boleh atau tidak membangun di banguan lama,dan jika memang bangunan P3TGAI di desa saya menyalahi aturan saya mohon jangan di tayangkan pemberitaan Karena memang layak di bangun ulang banguna tersebut bukan tumpang tindih.Ungkapnya


Hal tersebut sesuai fakta pantauan awak media dilapangan, bahwa terdapat bangunan talud lama yang masih layak untuk digunakan namun butuh perawatan saja. Seperti diungkapkan oleh salah satu warga masyarakat desa sukarami bahwa pembuatan saluran Siring Drainase tersebut tumpah tindih dengan bangunan talud dari program APBN.


“Ini sudah ada bangunan talud yang lalu, sebenarnya masih bisa dipergunakan tinggal dilakukan perawatan saja, kalaupun pihak P3TGAI ingin membuat Siring Drainase, kenapa tidak disambungkan atau ditambahkan saja di sebelahnya. Terlihat ada bagian talud yang hilang dan ada juga bagian yang hanya ditimpah dengan plesteran baru, seolah-olah terlihat drainase baru, saya anggap kegiatan ini terkesan tumpang tindih” ungkapnya.


Hadirnya Undang-undang (UU) P3TGAI diharapkan menjadi pembangkit ekonomi pertanian Dalam UU tersebut, melalui P3TGAI diberikan kewenangan untuk mengelola wilayah, pembangunan peningkatan jaringan tersier


Namun, dalam pengelolaannya P3TGAI diduga ingin mencari keuntungan pribadi dengan pembuatan Draenase tumpang tindih dalam pelaksanaan pengerjaan tersebut.


Reporter : Feriansyah

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.