Senin, 11 Juli 2022

DIDUGA POLDA SULUT DAN KEJATI SULUT, JADIKAN WARTAWAN SEBAGAI TERSANGKA DAN TERDAKWA, ATAS LAPORAN PEMILIK SUPERMARKET JUMBO

    7/11/2022   No comments


SULUT -- Diduga Polda Sulut dan Kejati Sulut, jadikan wartawan sebagai TERSANGKA dan TERDAKWA, atas Laporan Pemilik Supermarket Jumbo Manado Ridwan Sugianto. Yang disangkakan dan didakwakan kepada salah satu Awak Media "Arthur Mumu" yang sangat - sangat tidak manusiawi dan tidak sesuai fakta peristiwa yang terjadi.


Penerapan hukum pasal dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dinilai sangat - sangat merugikan pewarta.


Pasalnya, pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang diterapkan penyidik polda sulut dan jaksa di kejati sulut, terkesan dipaksakan. 


Polda sulut dan kejati sulut menetapkan salah satu Awak Media "Arthur Mumu"  sebagai TERSANGKA dan ditingkatkan statusnya menjadi TERDAKWA, dalam perkara dugaan pencemaran nama baik UU ITE, yang dilaporkan Pemilik Supermarket Jumbo Manado, Ridwan Sugianto, dapat menghilangkan rasa percaya masyarakat kepada institusi polri dan kejaksaan di provinsi sulawesi utara.


Arthur Mumu, dijerat dengan Pasal UU ITE, dituntut satu (1) tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dinyatakan bersalah dan divonis hukuman sembilan (9) bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Manado, kemudian diputuskan Inkrah di Pengadilan Tinggi (PT) Manado.


Awalnya, Arthur Mumu memposting Bukti Laporan Polisi dan menyiarkan langsung (Live) adanya Bukti Laporan Polisi, peristiwa tindak pidana penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat, yang dilaporkan ahli waris tanah, di Polda Sulut.


Laporan Polisi Nomor :: LP/03/1/2020/SULUT/SPKT, tanggal 07 Januari 2020.

#Pelapor : John Shepard Glen Surentu    

#Terlapor : 1. Ridwan Sugianto dan 

>------------>> 2. BPN Manado. 

Dalam perkara tindak pidana penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat..


Pada saat ahli waris tanah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sulut, Arthur Mumu turut hadir mengawal adanya proses pelaporan dan pengambilan keterangan di SPKT Markas Kepolisian Daerah (MaPolda) Sulut.


Sungguh menarik disimak, sebidang tanah milik ahli waris Glen Surentu dan ahli waris lainnya, tepatnya di Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, objek tanah tersebut kini telah berubah status menjadi milik Ridwan Sugianto. 


Owner Jumbo Swalayan di Kawasan Pasar 45 kota Manado, itu mengklaim bahwa sebidang tanah di Bumi Nyiur, itu adalah miliknya dan bukan milik Glen Surentu dan ahli waris lainnya.


Sementara, ahli waris tanah tidak pernah menjual - belikan objek tanah tersebut kepada Owner Jumbo Swalayan Manado Bapak Ridwan Sugianto.


Faktanya, Kepala Bidang Ukur Tanah di Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Manado, Bapak Nardy, mengatakan bahwa objek tanah di Bumi Nyiur itu adalah milik Glen Surentu dan Keluarga Mailoor, yang diwariskan Keluarga Sigar-Mailoor, sesuai surat pembagian kepada Empat (4) bersaudara sebagai ahli waris.


Owner Jumbo Swalayan Manado, Ridwan Sugianto, dilaporkan ahli waris tanah ke polda sulut lkarena adanya Sertifikat Hak Milik (SHM) 259 Bumi Byiur, atas nama Ridwan Sugianto, di atas tanah milik ahli waris. 


Setelah ahli waris membuat laparan resmi di SPKT Polda Sulut, dalam perkara peristiwa tindak pidana penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat, kemudian Arthur Mumu Menyiarkan secara Langsung (Live) ke Media Sosial (Medsos) menggunakan telepon selular (handphone) di halaman parkiran belakang polda sulut.


Dalam Live (siaran langsung) facebook tersebut, Arthur Mumu, menyebut "kawal pantau kasus perampasan hak dan pemalsuan surat oleh Ridwan Jumbo atas tanah Glen surentu dan Violen Mailoor, di polda sulut".


Anehnya, laporan perkara yang dilaporkan ahli waris tanah Glen Surentu dan Violen Mailoor, telah dihentikan di Polda Sulut, pada tanggal 15 Juli 2020, bahwa Laporan ahli waris tanah, bukan merupakan peristiwa pidana. 


Apakah polda sulut bisa menunjukan bukti berita acara saat turun lapangan lakukan penyelidikan dan penyidikan di lokasi (objek tanah) dan ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait laporan ahli waris tersebut❓


Sementara, diatas Tanah ahli waris tersebut sudah ada pembangunan dibuat Pagar Kawat yang dibangun penyerobot dan telah diakui dan dibenarkan Kepala Bidang Ukur Tanah BPN Manado Bapak Nardy, bahwa diatas tanah ahli waris sudah ada Sertifikat Hak Milik (SHM) 259 Bumi Nyiur, atas nama Ridwan Sugianto.


Saya bersama ahli waris Glen Surentu dan Violen Mailoor, pernah bertemu Kepala BPN Manado, Gunthar Tutuarima SH dan Kepala Bidang Ukur Tanah, Bapak Nardy, untuk meminta pengembalian batas agar para ahli waris bisa mendapatkan sertifikat tanah sesuai pembagian dari Sertifikat Induk milik Keluarga Sigar, yang diwariskan kepada seluruh ahli waris.


Postingan saya di media sosial, kemudian Ridwan Sugianto, melaporkan ke Subdit V SIBER Dit Reskrimsus Polda sulut, dalam perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).


Atas Laporan Ridwan Sugianto, Penyidik Subdit V SIBER Dit Reskrimsus Polda sulut dan Jaksa Kejati Sulut, kemudian melayangkan surat pemanggilan kepada saya untuk dimintai keterangan. 


Laporan polisi nomor : LP/262/VI/2020/SULUT/SPKT, Tanggal 15 Juni 2020.

#Pelapor : RIDWAN SUGIANTO

#Terlapor : OLDY ARTHUR MUMU

Dalam perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik UU ITE.


Di ruangan Subdit V SIBER Dit Reskrimsus Polda sulut, saya dihujani pertanyaan terkait postingan di facebook, membuatku kebingungan untuk menjawab karena akun facebook saya saat itu telah diretas dan diambil alihfungsikan oleh pihak lain sehingga saya tidak bisa mengontrol akun facebook saya.


Akun facebook saya telah diambil gunakan orang lain. Semua postingan yang menuliskan Ridwan Sugianto, itu adalah fitnah. Postingan-postingan tersebut sudah bukan lagi prodak saya karena telah digunakan orang lain. Saya tidak pernah menulis dan menyebut Ridwan Sugianto, tapi saya tulis Ridwan Jumbo.


Kurang lebih tiga (3) bulan saya tidak bisa lagi membuka akun facebook saya. Berulang kali saya mencoba mebuka juga tidak bisa karena setiap saya memasukan nomor telpon, email dan paswordku, muncul pesan bahwa akun facebook saya telah diambil alih orang tak dikenal.


Pernah juga saya dihubungi teman saya melalui telpon selular bahwa dia telah mengirim Pulsa Telkomsel senilai Rp 100 ribu. 


Jadi, kalau ada postingan yang menuliskan nama Ridwan Sugianto, itu bukan saya yang tulis, tapi telah dirubah pihak lain yang sengaja mengadu somba berniat jahat untuk menjebak saya ke Pasal UU ITE.


Arthur, kamu ada inbox minta pinjam pulsa ke saya melalui pesan massenger facebook❓ Saya sudah kirim pulsa 100 ribu. Tidak usah diganti.


"Arthur, itu pulsa saya sudah kirim Rp. 100 ribu di massenger. Nanti saya kirim bukti foto Screenshoot pulsa yang saya kirim," ujar teman saya dengan mengirim bukti kiriman pulsanya.


Selain Siaran Langsung, saya juga posting bikin status di sejumlah group facebook dan di akun facebook pribadi atas nama Arthur Mumu. Semua postingan Bukti Laporan Polisi yang diunggah juga saya tidak menyebut dan tidak menuliskan nama Ridwan Sugianto. Tapi saya tiulis Ridwan Jumbo. Dimana letak kesalahan saya hingga polda dan kejati tetapkan saya menjadi TERSANGKA dan menjadi TERDAKWA❓


Pada saat itu penyidik bertanya dengan meminta nomor telepon dan email akun facebook saya. Kemudian saya memberikannya dan penyidik langsung membuka aplikasi facebook dengan memasukan nomor telpon serta email saya.


Kalau ada postingan menuliskan nama Ridwan Sugianto dalam akun facebook saya yang lama, itu bukan lagi prodak saya karena telah digunakan pihak lain. Penyidik polda sulut juga membenarkan bahwa akun facebook saya tidak bisa diakses saat saya dimintai keterangan.


"Oh iya benar pak, akun pak Arthur tidak bisa kami buka," kata penyidik kala itu.


Dihadapan saya, penyidik membuka email dan facebook saya, tapi tidak bisa diakses. "Nomor telepon dan email facebook bapak Arthur, sudah tidak bisa dibuka. Saya memasukan nomor telepon dan emailnya bapak tapi tidak bisa diakses," kata penyidik, saat saya pertama diBAP di Polda Sulut.


Akun facebook saya tidak bisa terbuka. Nomor telepon dan alamat e-mail serta paswordnya sudah berubah ketika penyidik mencoba membuka akun facebook saya. 


Herannya lagi, pada sidang perdana saya berhadapan dengan Ridwan Sugianto, di Pengadilan Negeri Manado, saya kaget kenapa akun facebook saya sudah terbuka dan bisa diakses.


Bukti Screenshoot akun facebook telah digunakan pihak lain dan Nomor Telepon pelaku yang ambil alih akun facebook saya telah saya kantongi dan sudah saya sampaikan/serahkan ke Penyidik Polda Sulut, Kejalsaan Tinggi Sulut, dan Majelis Hakim, pada saat sidang pembelaan berlasung di pengadilan negeri manado, tapi tetap saja saya dinyatakan bersalah, divonis sembilan bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manado, hingga inkrah di pengadilan tinggi (PT) manado.


Saya telah sampaikan ke penyidik, bahwa pelapor Ridwan Sugianto, bukanlah sebagai korban. Karena postingan di beranda facebook saya dan unggahan saya di beberapa group facebook, saya menuliskan Ridwan Jumbo. Postingan saya telah diedit oleh orang merubah tulisan menjadi Ridwan Sugianto.


Anehnya, kenapa Laporan Ridwan Sugianto diterima. Saya ditetapkan sebagai TERSANGKA dan menjadi TERDAKWA, sementara dalam KTP -nya tertulis Ridwan Sugianto dan tidak tertulis Ridwan Jumbo. 


"Kenapa saya dilaporkan dan ditetapkan menjadi TERSANGKA kemudian ditingkatkan status sebagai TERDAKWA, oleh Polda Sulut dan Kejati Sulut, dimana letak kesalahan saya❓" 


Apakah karena terlapor, Ridwan Sugianto, adalah seorang Pengusaha kaya banyak uang dan harta, hingga penyidik menghentikan perkara yang dilaporkan ahli waris di SPKT Polda Sulut❓


Menurut saya, Laporan perkara saya dikembangkan penyidik sampai ke pengadilan itu terkesan dipaksakan karena terlapor yang katanya menjadi korban postingan di facebook, korbannya tidak jelas atau korban ngawur.


"Apakah nama Ridwan Sugianto dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya, tertulis Ridwan Jumbo? Tentu tidak. Sementara, dalam Video Siaran Langsung di Facebook, saya sebut Ridwan Jumbo, bukan menyebutkan Ridwan Sugianto,"


Pemilik Supermarket Jumbo Manado, Ridwan Sugianto menuturkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menuntut 3 (tiga) bulan penjara kepada Arthur Mumu, dan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Manado akan putuskan bebas. 


Jaksa Penuntut Umum (JPU) pernah menghubungi saya (Arthur Mumu), untuk bertemu Ridwan Sugianto dan pengacaranya, di Cafe Solaria, Manado Town Square (Mantos) Manado.


Dalam pertemuan itu, Ridwan Sugianto menuturkan, bahwa dirinya bukanlah mafia tanah dan meminta saya berdamai dengannya, karena torang samua bersaudara.


"Saya bukan mafia tanah. Kalo ngana suka torang tempuh upaya damai. saya mohon Arthur Mumu dan jaksa bacerita jo bae-bae supaya majelis hakim pengadilan manado bisa bebaskan Arthur, di pengadilan nanti. Kita semua bersaudara. Torang musti damai-damai," jelas Ridwan berdialek manado.


Ridwan Sugianto pastikan, Opa panggilan akrabnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menuntut 3 (bulan) hukuman percobaan, kepada Arthur Mumu.


Soal hukuman yang akan diputuskan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Manado, Ridwan menjamin, majelis hakim akan putuskan Arthur Mumu, bebas‼️


"Jaksa akan menuntut kamu dua atau tiga bulan hukuman percobaan,. Pasti jaksa akan tuntut hukuman dua atau tiga bulan kepada anda karena jaksa akan jaga gengsinya kemudian hakim akan putuskan anda bebas," kata Ridwan.


Ketika ditanya apakah sudah bertemu hakim, Ridwan Sugianto menjawab nanti pengacaranya yang akan menemui hakim. "Nanti pengacara saya akan ketemu hakim. Kita sudah bicara dengan jaksa dan hampir setiap hari pengacara saya bertemu Opa Jaksa. Nanti Opa lia, misalnya kita pe kira-kira itu hukuman percobaan bukan hukuman badan," jawab Ridwan Sugianto.


Secara Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Manado, Gunthar Tutuarima SH, saat dikonfirmasi menegaskan, terkait pelayanan, pengurusan sertifikat berkas harus lengkap memenuhi lima belas unsur kriteria persyaratan, jika tidak lengkap persyaratan maka berkas tersebut akan di kembalikan kepada pemohon untuk di lengkapi.


Saat ditanya sejauh mana masalah tanah milik ahli waris Glen Surentu dan Violen Mailoor, Guntar Tutuarima, menegaskan, penerbitan sertifikat atas nama Ridwan Sugianto, itu tidak bermasalah dan telah lengkap memenuhi prosedur untuk diterbitkan sertifikat.


"Kami di BPN Manado telah menjalankan tugas melayami masyarakat dengan pelayaman prima jauh dari masalah. Soal lahan milik Glen Surentu dan Violen Mailoor, itu saya tidak tahu karena lebih dulu upload sertifikatnya Ridwan Sugianto," tegas Guntar, pekan lalu, di kantor BPN manado.


Guntar Tutuarima SH, menjelaskan, jika dikemudian hari terjadi masalah atas lahan milik Ridwan Sugianto dan Keluarga ahli waris, BPN manado, akan segerah melakukan peninjauan kembali dan melimpahkan masalah itu ke bagian sengketa.


Sementara, Kepala Seksi Bidang Ukur Tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Manado, biasa dipanggil Bapak Nardy, membenarkan peristiwa tersebut benar terjadi. 


Menurutnya, sebidang tanah tepatnya di Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea, kota Manado, itu benar lagi bermasalah. Pasalnya, diatas lahan itu memang benar telah ada terbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Ridwan Sugianto, diatas lahan milik Glen Surentu dan Violen Mailoor.


Nardy mengatakan, dirinya mengetahui inti dari permasalahan yang terjadi antara Ridwan Sugianto dan ahli waris tanah. Makanya kami sampaikan kedua pihak supaya datang ke BPN untuk dilakukan mediasi.


"Saya telah berulang kali menyampaikan agar kedua pihak datang ke BPN untuk dilakukan mediasi masalah lahan milik ahi waris Glen Surentu dan Violen dan Sertifikat Hak Milik (SHM) ataa nama Ridwan Sugianto. Apabila pertemuan atau mediaainya tidak ada kesepakatan, akan kami limpahkan ke bagian sengketa," kata Nardy beberapa waktu lalu.


Menurut Bapak Nardy, dirinya mengeterahui legalitas dan kepemilikan tanah tersebut. Bapak Nardy yang ukur, cetak, dan gambar lahan itu. "Tanah di Bumi Nyiur itu, saya yang ukur, saya yang gambar, dan saya pula yang cetak, bahwa benar Lahan itu sudah ada Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Ridwan Sugianto, diatas Tanah milik ahli waris Glen Surentu dan Violen Mailoor.


Soal benar tidaknya objek tanah di Bumi Nyiur itu, Nardy membenarkan bahwa lahan tersebut dirinya yang ukur dan dia pula yang gambar hingga cetak batas-batas lahan tersebut.


"Objek tanah milik Glen Surentu dan Violen Mailoor, itu sudah Offerlab dan sudah ada Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Ridwan Sugianto diatas tanahnya Glen dan Violen. Terserah apakah ahli waris akan giring ke pidana atau ke perdata, kami siap hadir untuk memberikan keterangan apabila diperlukan," pungkas Kepala Seksi Ukur Tamah di BPN ini, kala itu.


Saya menilai, Ridwan Sugianto melaporkan saya perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik UU ITE, di polda sulut, itu batal demi hukum, karena dia bukanlah korban. Korbannya tidak jelas.


Saya merasa sangat-sangat dirugikan dikriminalisasi Polda Sulut dan Kejati Sulut.


Kami menduga, saya dikriminalisasi oleh oknum-oknum penegak hukum di sulut, agar Laporan perkara pidaba Ridwan Sugianto tidak terekspos ke publik, sebab Ridwan Sugianto adalah Pengusaha Kaya banyak Uang dan Harta, hingga berupaya melimpahkan perkara saya ke Pengadilan Negeri Manado.


Sangat disayangkan apabila hukum perkara kemudian dibayar dengan tujuan kriminalisasikan wartawan.


Misalkan, kalian (teman-teman) memposting pengakuan BPN dan Bukti Laporan Polisi yang dilaporkan ahli waris tanah ke Polda Sulut dalam perkara tindak pidana penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat, kemudian kalian dilaporkan Ridwan Sugianto ke Polda Sulut dan kalian ditetapkan sebagai TERSANGKA di Polda Sulut dan ditingkatkan status menjadi TERDAKWA oleh Kejati Sulut, apa komentar dan tanggapan kalian❓


Saya merasa dirugikan telah dikriminalisasi. Atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manado, kemudian saya layangkan Banding. 


Permohonan Banding itu saya daftarkan langsung atas nama pribadi. Saya mengakui saya terlambat mengajukan Memori Banding, sehingga pengajukan Memori Banding saya itu didotak karena lewat waktu yang telah ditetapkan. 


Kemudian saya dikagetkan dengan kiriman pesan dari Jaksa Kejati Sulut, ke WhatsApp saya bahwa sudah keluar putusan Pengadilan Tinggi (PT) Manado, menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Manado dan telah ikrah (INKRACHT) di Pengadilan Tinggi (PT) Manado.


Putusan Pengadilan Tinggi itu diberitahukan dan dikirim kepada saya pada tanggal 31 Januari 2022. Senentara putusan PT tersebut pada tanggal 16 Desember 2021.


Padahal, pendaftaran dan permohonan banding itu saya yang mengajukan langsung di Pengadilan Negeri Manado. Bukan pengacara yang daftarkan. Tapi kenapa, jaksa dan pihak pengadilan memberitahukan melalui pesan WhatsApp pada tanggal 31 Desember 2022, sementara putusannya tanggal 16 Desember 2021, ada apa?


Saya menilai, pihak pengadilan dan Jaksa, sengaja memberitahukan putusan PT, kepada saya melalui kiriman pesan WhatsApp, pada tanggal 31 Januari 2022, agar kehabisan waktu saya untuk Kasasi.


Sekarang dalam tahapan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung RI.


Saya juga menduga, apa yang disangkakan dan didakwakan saya adalah bentuk kriminalisasi dijadikan ajang oknum-oknum tertentu untuk menutupi perbuatan kotornya mafia tanah merampas hak dan palsukan surat tanah warga, dikemas rapih agar mafia tanah tidak terjerat hukum.


Kami Pewarta Bukan Pembawa Petaka dan bagiku, Pertandingan belum selesai‼️  

Saya tidak akan menyerah meski majelis hakim pengadilan negeri manado hadiahi hukuman 9 bulan penjara kepada saya.


Kami Doakan, kiranya TUHAN Memberkati para penyidik dan hakim yang tangani perkara saya iniπŸ›πŸ™πŸ›


Adapun bukti-bukti dibawah ini :

1. Dua (2) Bukti Surat Permintaan Damai dari Ridwan Sugianto,

2. Bukti Pendaftaran dan Pengajuan Banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Manado,

3. Bukti Pembangunan Pagar Kawat yang dibangun penyerobot masih terpasang diatas tanahnya ahli waris,

4. Rekaman Pembicaraan Ridwan Sugianto bahwa pengacaranya akan akan bertemu hakim dan bukti Rekaman lainnya,

Laporan Polisi, dan Surat Penetapan Tersangka dan Terdakwa kepada saya,

5. Bukti Dokumen Asli berupa Video Satelit dan Gambar Batas Tanahnya Ahli Waris, yang diberikan BPN Manado,

6. Surat penghentian perkara,

7. Pernyataan Resmi BPN Manado ; Bahwa Objek Tanah ahli waris telah Offerlab dan benar diatas Tanahnya Ahli Waris sudah ada Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Ridwan Sugianto. (SERTIFIKAT DIATAS SERTIFIKAT),

8. Bukti akun facebook saya digunakam orang lain dan meminta pulsa menggunakan massenger akun facebook saya,

9. Nomor Telepon pelaku pembobol akun facebook saya,

10. Bukti Video Siaran Langsung (Live), 


Pertandingan saya berhadapan dengan Pemilik Supermarket Jumbo Manado Bapak Ridwan Sugianto, BELUM SELESAI dan Masih Akan Berlanjut ke Mahkamah Agung RI.  ( YOPI )


Di Lansir dari Akun Facebook Arthur Mumu.

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.