Senin, 15 Agustus 2022

DIDUGA MALPRAKTEK DAN ADANYA KELALAIAN, OPERASI ANAK YANG MENINGGAL DALAM KANDUNGAN, KONDISI SETELAH DI OPERASI KULITNYA TERKELUPAS.

    8/15/2022   No comments

 



WAYKANAN -- Anak Pasien Rumah Sakit Zapa, Kabupaten Waykanan yang telah meninggal dunia dan menjalani operasi, kulitnya terkelupas. Kejadian itu membuat duka bagi keluarga Riyono yang lantaran anak tersebut operasi dan mengalami kulit yang mengelupas.


Pasien tersebut bernama Sulis, warga Desa Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Operasi, Anak yang di dalam kandungan memang telah meninggal dunia. Ia dioperasi dokter Boy spesialis Rumah Sakit Zapa pada Saptu 13 Agustus 2022.


Menurut Riyono, Sulis istrinya tidak mengalami kontraksi atau pergerakan anak didalam kandungan itu sudah 2/3 hari, Namun tetap kami bawa ke RS Zapa. Dokter sempat mengatakan kalau Anak didalam kandungan istrinya tersebut diduga sudah 3 hari meninggal dunia.


Melihat Anaknya dalam keadaan seperti itu, pasangan Riyono dan Sulis mengaku sedih, lantaran mereka sangat mengharapkan anaknya tersebut, dan bisa memberikan kasih sayang mereka kepada si buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu tersebut.


Ditempat Lain, Ketua JARINGAN PENDAMPING KINERJA PEMERINTAH (JPKPemerintah), Yopi Zulkarnain mengatakan, Melihat keadaan Anak dari pasangan Riyono dan Sulis tersebut sedikit mencurigakan, Karena posisi keadaannya sangat mengenaskan. Walaupun Anak tersebut sudah meninggal saat didalam kandungan, tetapi kalau Itu Operasi menurutnya tidak mungkin seperti itu.


"Sulis sang istri Riyono tersebut operasi, kalau operasi itukan dibedah di bagian perutnya, setelah dibedah baru anak tersebut yang didalam kandungan di angkat. Barang mustahil kalau kulit anak tersebut sampai mengelupas seperti orang menguliti kambing," terangnya.


"Jadi saya mencurigai kalau RS. ZAPA diduga Malpraktek dan Lalai dalam melakukan tindakan pengopersasian pasien," imbuhnya.


Bila ada malpraktek dan unsur kelalaian dari tindakaan dokter yang melakukan Operasi tersebut, maka akan dikenakan pasal 359 atau 360 KUHP. Disamping itu berdasarkan 2 dasar peniadaan kesalahan dokter, yaitu alasan pembenar (resiko pengobatan) dan alasan pemaaf (terjadinya kecelakaan pada operasi yang sulit)," terangnya


"Sanksi terhadap malpraktek medik adalah akan dikenakannnya tindakan disiplin yang ditentukan oleh majelis, disiplin tenaga kesehatan kepada dokter yang menurut penilaian Majelis tersebut telah melakukan kelalaian. Sedangkan mengenai ganti rugi yang harus dipenuhi dokter yang bersangkutan dilaksanakan sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku," Lanjut Yopi


"Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang mengatur tentang ganti rugi dapat mengacu pada kitap undang-undang Hukum Perdata, Mengenai ketentuan pidana yang diatur dalam UU No. 23/1992, tercantum didalam Bab X yang intinya terdiri dari tindak pidana kejahatan dan pelanggaran sebagaimana disebutkan dalam pasal 85. Tindak Pidana kejahatan tercantum dalam Pasal 80, Pasal 81 dan Pasal 82, sedangkan tindak pidana pelanggaran tercantum dalam Pasal 8 dan tindakan malpraktik dapat juga dilaporkan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan ketentuan Pasal 19 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa : “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa," Terangnya.


"Maka dari itu, saya dan Tim akan menelusuri kejadian tersebut dan apabila mendapat bukti bahwa dugaan tersebut benar, maka kami akan segera melaporkan masalah ini secepatnya ke Instansi terkait dan ke pihak yang berwenang," pungkasnya


Sampai berita ini ditayangkan, Pihak Rumah Sakit Zapa Waykanan belum di komfirmasi terkait masalah ini. (BERSAMBUNG)


Reporter : Cik Wan

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.