Rabu, 07 September 2022

DIDUGA BENDAHARA BUMKAM KAMPUNG GUNUNG TAPA ILIR SUDAH MENGELAPKAN DANA BUMKAM

    9/07/2022   No comments

 



TULANG BAWANG -- Diduga Bendahara BUMkam Kampung Gunung Tapa Ilir Sudah Mengelapkan Dana BUMkam senilai ratusan juta, Dana BUMkam seharusnya menjadi Badan Usaha Milik Desa, namun kuat duga malah dijadikan ajang korupsi oleh oknum - oknum pengurus BUMkam itu sendiri," Selasa (6/9/2022


BUMDes atau BUMkam ini di atur dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA. Pasal 87 : (1) Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUM Desa. (2) BUM Desa dikelola dengan semangat kekeluargaan dan kegotong - royong


Namun sangat disayangkan hasil Investigasi wartawan media ini dan time di lapangan, BUMkam di Kampung Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Lampung, diduga di jadikan sarat  ajang korupsi, kuat dugaan Dana Tersebut mengarahkan kepada Bendahara BUMkam itu sendiri


Diketahui saat awak media berkunjung di Kampung Gunung Tapa Ilir, Salah satu warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan dipemberitaan ini mengatakan, 


"BUMkam mana itu pak,  jenis usahanya yang tidak jelas, pengelola salah satu bernama pak Rasip sebagai bendahara dan beliau merupakan orang tua SODRI YANTO kepala kampung dahulu dan mertua,  Agus Mardi yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Kampung (BPK ) kampung ini, 


Lanjutnya, Kalau masyarakat bisa bapak - tanyakan dari ujung ke ujung dana itu habis pak ditelan dia orang, percuma pemerintah ini bantu - bantu masyarakat Kampung Gunung Tapa Ilir ini karna banyak yang tidak sampai kepada masyarakat Kampung ini, BTL -DD aja di potong 100 (seratus ribu rupiah) alasan mau beli tanah untuk pembangunan Kapolsek.Ungkapnya


Dari  Informasi tersebut awak media mencoba mendatangi Kantor Desa Gunung Tapa Ilir, untuk mencari kebenaran terkait hal tersebut di atas, 


"Kepala Kampung  Gunung Tapa Ilir,rohman Mengatakan dan membenarkan kalau BLT DD warga di potong seratus ribu, guna untuk membeli tanah,untuk membangun kapolsek, dan terkait BUMkam menjelaskan, agar tidak ada kesalah pahaman, terkait dana  BUMkam langsung tanyakan kepada pak Agus Mardi  BPK, karna dia adalah menantu dari bapak Rasip mantan bendahara Bumkam di Kampung Gunung Tapa Ilir  ini.


Kepala kampung gunung tapa Ilir,rohman Menambahkan "saya tidak tau menau berapa Anggaran dana yang di gelontorkan untuk BUMkam soalnya dijaman pemerintahan saya belum pernah mengganggarkan dana BUMkam, dan dana BUMkam tersebut masih di jaman kepemerintahan yang lama, jadi soal Dana BUMkam nanti bisa  bapak tanya kan langsung Kepada pak BPK Agus Mardi selaku menantu pak Rasip,


Ditempat yang sama dikantor balai Kampung Gunung Tapa Ilir, Agus Mardi, langsung memberikan penjelasanTerkait BUMkam 


"Agus, Benar BUMkam kami senilai 100jt yang 20jt  dipakai  untuk Pilkakam dan sisanya buat modal usaha peternakan kambing, dan perkebunan singkong, tapi semua itu sudah tidak berjalan dikarenakan ketua BUMkam nya sudah pindah, tapi semua itu nanti saya tanyakan dulu dengan bapak mertua saya yang selaku bendahara nya," Jelas  Agus Mardi, 


Sampai berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari Agus Mardi, beberapa kali awak media menghubungi melalui telpon Seluler tapi tidak pernah di angkat, dihubungi melalui pesan WhatsApp tapi  pesan di buka tapi tidak di balas, diduga ada keterlibatan kerjasama Agus BpK dengan Mertuanya untuk melakukan penyalah gunaan  Dana BUMkam Kampung Gunung Tapa Ilir,


Kepada Instansi penegak hukum (APH) agar dapat segera menindak lanjuti ada nya Dugaan yang telah merugikan negara senilai ratusan juta ,yang kuat dugaan telah di korupsikan oleh oknum Bendahara BUKam , sementara adanya indikasi pungli yang di duga ada pemotongan Dana BlT DD oleh kepala kampung Gunung Tapa Ilir, Rohmansiah Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang.


Reporter : Rusdi/Kabiro

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.