Jumat, 23 September 2022

DIDUGA PENGERJAAN JALAN DI SIMPANG SAROPAH PROYEK SILUMAN DAN ASAL JADI DAN TANPA ADA PENGAWASAN DARI PIHAK TERTENTU

    9/23/2022   No comments

 


SIMALUNGUN -- Pelaksanaan proyek pembangunan LAPEN yang kini telah berlangsung di kerjakan di Simpang Saropah, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Propinsi Smatra Utara tidak ada papan informasi dan dinilai telah menyalahi keputusan Presiden (KEPRES) dan Undang Undang keterbukaan informasi publik ( UU KIP ) dengan maksud-maksud tertentu Juma'at ( 23-09-2022 ).


Tidak terpasangnya papan informasi dilokasi pekerjaan LAPEN oleh pihak pemborong diDuga pelaksanaan nya tidak sesuai dengan RAB dan juknis serta bestek yang sebenarnya pengundang perhatian publik kalau pihak pemborong nakal.



Nyata dilokasi pun terpantaunya lapen tersebut asal jadi, tanpa ada pengerukan Tanah dan kedalaman letak lapen tersebut, dan lapen tersebut tak sesuai kedalaman,ketebalannya.


Dan mirisnya lagi,saat awak media sedang kontrol sosial untuk konfirmasi  dilokasi pengerjaan LAPEN tersebut ada sikap premanisme dari seseorang yang diDuga suruhan pelaksana " ini sudah sesuai spek " katanya sambil memaki maki dan mengancam awak media dan sambil mengusirnya.


Kalau memang sesuai spek kenapa pelaksanaan pengerjaan lapen ini tidak memasang papan informasi, hal tersebut sudah salah dan melanggar Undang Undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik ( KIP ).


Bagi pihak yang tidak memasangkan papan plang proyek itu merupakan proyek siluman dan melanggar keppres seta Undang Undang KIP yang ada,seperti yang kita lihat saat ini sedang berjalannya pembangunan proyek dengan pengerjaan lapen.


Setiap pelaksanaan pengerjaan proyek Negara papan proyek diharuskan ada terdapat pada lokasi pekerjaan, karna merupakan kewajiban sesuai dengan keppres No 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang / jasa pemerintah, sehingga masyarakat akan mudah melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.


Setiap proyek yang tidak menggunakan papan nama plang proyek patut dicurigai dan diduga bermasalah dengan tidak adanya papan proyek lapen membuat masyarakat susah untuk mengawasi pekerjaan tersebut yang tujuannya sebagai bentuk plan serta awak media dalam pengawasan uang negara agar tidak salah dipergunakan.


Dengan adanya plang papan proyek setidaknya pemborong / pihak ke 3 juga ikut menjalankan peraturan Undang Undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, dan saat ini paket pekerjaan pembangunan lapen yang sedang dikerjakan itu,belum kita ketahuin apakah menggunakan anggaran APBD atau APBN dan tidak diketahui juga panjang lebar dan ketebalan lapen tersebut.


Pada keppres No 80 tahun 2003 yang mana wajib menginformasikan kepada publik seperti nama perusahaan pelaksanaan dan pengawasan, kemudian ukuran jalan, tanggal pelaksanaan, masa berakhir pekerjaan, sumber dana dan jumlah anggaran kegiatan dan itu perludiketahui oleh masyarakat luas dan khususnya warga siantar - simalungun.


Seharusnya pihak dinas tetkait menegur pihak melaksanakan amanah Undang Undang yang mengatur tentang standard oprasional prosedur ( SOP ) dalam melaksanakan lapen tersebut dan memberi sanksi sesuai aturan yang ada, dan pihak pengawas, terkait harus menghentikan pekerjaan tersebut, sebelum memasang papan informasi, jangan di biarkan untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.


Kita melihat adanya pembiaran terhadap pelaksanaan pengerjaan lapen di Simpang saropah, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, pase pekerjaannya telah menyalahi keppres dan UU KIP, diduga adanya kerja sama dengan oknum oknum pihak dari dinas Pekerjaan Umum dan perumahan ( PUPR ) dalam upaya mendapatkan keuntungan besar dari keuangan Negara.

REPORTER : AHMAD YUNUS

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.