Jumat, 23 September 2022

OKNUM P2TL YANG BERINISIAL "J" MENEKAN PELANGGAN DENGAN NILAI DENDA BESAR TERKAIT KESALAHAN BEDA PERSIL

    9/23/2022   No comments

 



WAYKANAN -- Oknum P2TL yang berinisial "J" menekan pelanggan yang bernama Bapak "SB" dari Kecamatan Bahuga dengan nilai denda mencapai 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah) karena kesalahan Beda Persil, namun menurut Oknum P2TL "J" ada sadapan dari meteran atau KWH


Pasalnya, TIM gabungan P2TL, PLN Rayon Belambangan Umpu melakukan Operasi penertipan pelanggan listrik di Bahuga. Kamis 22-September-2022


Pada saat melakukan penertipan pelanggan tersebut, Tim gabungan P2TL Rayon Belambangan Umpu mendatangi Rumah warga yang berinisial "SB" dan memeriksa meteran pelanggan tersebut. Lalu Oknum P2TL mengatakan kalau ada sadapan yang terdapat dari KWH, Padahal pelanggan tersebut hanya Beda Persil.


Menurut pengakuan dari "SB" melalui via telpon Whatsapp mengatakan, Oknum "J" tersebut mengatakan kalau ada sadapan di KWH saya ini. Oknum "J" juga menyatakan akan mendenda saya sebesar Rp. 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah) atas kesalahan tersebut," Ucapnya.


Dari penelusuran dan pantauan Awak Media di lapangan terdapat juga kejanggalan dari Operasi Penertipan Pelanggan, salah satu contohnya dari pelanggan yang menggunakan tarip sosial dengan daya 900 ikut di Operasi juga.



Sementara Kesalahan dari Tarip sosial tersebut unsurnya dari mana dan kesalahannya dari mana. Masalahnya ada salah satu masyarakat yang menggunakan tarip sosial daya 900 diputus oleh P2TL dan didenda mencapai Rp. 973,296 (Sembilan Ratus Tujuh Puluh Tiga Dua Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah)


"Surat Penetapan Tagihan Susulan P2TL hanya di tanda tangani oleh pihak pelanggan saja, sementara tanda tangan dari Supervisor Penetapan Pelanggan Tidak ada dan tidak di stempel.



Ditempat lain, Bapak Yopi Zulkarnain selaku KETUA LP-KPK mengatakan kalau Bapak Yopi sangat menyayangkan tindakan PLN yang tebang pilih dalam menjalan tugas mereka untuk memberikan tindakan sanksi kepada masyarakat menengah kebawah. Ini sudah keterlaluan, kenapa hanya masyarakat menengah kebawah saja yang di Operasi Penertipan Listrik ( OPAL ), Sedangkan masyarakat ke atas tidak dilakukan Operasi Penertipan Listrik. Sudah jelas ini ada tindakan tebang pilih yang dilakukan oleh pihak PLN Rayon Belambangan Umpu."


"Masyarakat tidak tau apa-apa dan tidak mengerti prihal tersebut, apalagi prihal masalah listrik. Mereka taunya memasang listrik melalui prosedur PLN, Jadi Kalau Pihak PLN mau Operasi Penertipan Listrik ke masyarakat, jangan cuma masyarakat awam saja. Masyarakat menengah ke-atas juga harus dilakukan juga. Terus terang saya sangat kecewa dan tidak setuju yang dilakukan oleh pihak PLN Rayon Belambangan Umpu yang semena-mena dengan masyarakat awam," Ujar Ketua LP-KPK


"Saya, Yopi Zulkarnain menantang pihak PLN Rayon Belambangan Umpu untuk melakukan operasi penertiban listrik ke pihak pelanggan-pelanggan PLN menegah ke atas untuk dilakukan penindakan juga. Jadi jangan masyarakat biasa saja yang ditindas. Dengan catatan jangan tebang pilih, jadi silahkan temui saya kalau mau operasi ke masyarakat menengah keatas. Kalau mereka tidak ditertibkan juga, masyarakat awam pun jangan ditertibkan, karena masyarakat awam tidak tau apa-apa," tantangnya


Dari temuan beberapa anggota saya dan di perkuat oleh pernyataan pelanggan, maka saya akan segera melaporkan terkait masalah ini ke tempat yang tepat dan akan saya giring bersama Tim untuk tetap mengawal masalah ini, bila perlu ke pusat pun akan kami luncurkan pengaduan dan pelaporan kami," Lanjutnya.


"Karena kami menduga Kuat Tim gabungan P2TL Rayon Belambangan Umpu sudah melanggar Pasal 17 UU Nomor 30 Tahun 2014, badan dan/atau pejabat pemerintahan dilarang menyalahgunakan wewenang, larangan itu meliputi larangan melampaui wewenang, larangan mencampuradukkan wewenang, dan/atau larangan bertindak sewenang-wenang Dan Pasal 368 KUHP yang menerangkan bahwa barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan suatu barang, yang seluruh atau sebagiannya adalah milik orang itu atau orang lain," Ucapnya


"Di Laporan kami nantinya ke pihak Aparat Penegak Hukum akan kami adukan berdasarkan kesalahan yang sudah melanggar pasal-pasal lainnya yang diduga sudah di langgar oleh Tim gabungan P2TL Rayon Belambangan Umpu lakukan di lapangan," Tutupnya

REPORTER : CIK WAN & KASIM

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.