Rabu, 28 September 2022

PENGUSAHA KANDANG AYAM BERTELUR DIDUGA TIDAK MEMILIKI IZIN USAHA SERTA BAU DAN MERESAHKAN MASYARAKAT

    9/28/2022   No comments


WAYKANAN -- Izin Usaha Budidaya Ayam Petelur harus di miliki setiap pengusaha di manapun tempat usahanya, Namun hal tersebut sangat aneh dan berbeda yang terjadi, pengusaha budidaya Ayam petelur yang ada di wilayah kampung Bumi jaya yang berbatasan dengan kampung Marga jaya yang di duga tidak memiliki legalitas yang jelas dan kandang ayam petelur tersebut bau, sehingga meresahkan warga setempat.


Dari Hasil investigasi Tim Awak Media di lapangan, Salah satu masyarakat yang namanya enggan disebutkan mengatakan, bahwa usaha budidaya Ayam petelur tersebut tidak ada rekomendasi dari pemangku setempat dalam bentuk apapun, Lisan atau tertulis. 



Namun tim tidak berhenti sampai di situ, Dan terus melanjutkan investigasi ke lingkungan warga setempat yang lainnya. Tim Awak Media mendapatkan keterangan dari warga setempat, bahwa di saat turun hujan kotoran dari Ayam petelur tersebut baunya sangatlah menyengat. Sehingga membuat masyarakat disekitar sini tidak nyaman


"Sedangkan Izin usaha apapun harus jelas, apa lagi Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat peredaran telur melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Hal ini menyusul peredaran telur infertil," Ucapnya


"Telur infertil dari breeding farm memiliki potensi risiko kesehatan bagi masyarakat apabila dikonsumsi. Hal ini karena adanya residu fumigasi dari formaldehid dan ikut terkonsumsi serta masuk dalam saluran pencernaan manusia," Lanjutnya


"Sertifikat NKV adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah, telah dipenuhinya persyaratan higiene dan sanitasi sebagai jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk. NKV juga wajib dimiliki oleh semua unit usaha produk hewan termasuk unit usaha budidaya ayam petelur dan unit usaha pengumpulan, pengemasan dan pelabelan telur konsumsi. Karena Hal ini sesuai dengan Permentan No. 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner pada unit usaha produk hewan," Ucapnya.


"Aturan ini sangat tegas dengan menerapkan sejumlah sanksi bagi pelanggar. Adapun sanksi bagi unit usaha yang tidak mengajukan sertifikasi NKV atau unit usaha yang belum memenuhi persyaratan teknis (dalam pembinaan maksimal 5 tahun) mulai dari sanksi administrasi berupa peringatan tertulis dan atau penghentian sementara dari kegiatan produksi hingga pencabutan izin usaha," Jelasnya


"Setiap produk hewan yang diedarkan untuk konsumsi, wajib berasal dari unit usaha yang memiliki NKV. Kami semua memahami bahwa persyaratan NKV adalah persyaratan yang ideal yang harus dipenuhi oleh produsen telur untuk menjamin bahwa telur tersebut aman di konsumsi oleh publik," Pungkasnya


Di tempat lain, Yopi Zulkarnain selaku Ketua LP-KPK mengatakan, setiap usaha tersebut harus mempunyai surat izin atau legalitas yang lengkap.


"Selain itu, usaha tersebut tidak boleh meresahkan masyarakat serta membuat masyarakat tidak nyaman. Apalagi usaha Ayam petelur, sudah jelas di peraturannya tidak boleh dekat dengan pemukiman warga. Supaya warga tidak terganggu dengan bau dari kandang tersebut," Ucapnya


"Terkait masalah temuan dari Tim Awak Media tersebut yang berupa bukti-bukti yang real dan sudah diberikan oleh Ketua LP-KPK, maka kami akan segera melaporkan pengusaha kandang ayam tersebut ke instansi terkait," Imbuhnya


"Laporan pengaduan kami tersebut yang didampingi oleh beberapa Awak Media, apabila tidak ada tanggapan dari instansi terkait, maka kami akan melayangkan pelaporan pengaduan kami ke Dinas Propinsi. Bahkan bila perlu kami akan melayangkan Laporan tersebut ke pusat dan ke kementrian sekalian bila diperlukan," Tegasnya


"Tetapi kami berharap, pihak pemerintah bisa menangani kasus terkait surat izin pengusaha dan kami juga berharap kalau pihak Instansi atau pemerintah bisa secepatnya mengambil tindakan terkait kandang ayam yang meresahkan masyarakat tersebut," Harapnya


"Kasus inipun akan kami kawal selalu, sampai di tindak lanjuti," Pungkas Yopi selaku Ketua LP-KPK


Sampai berita ini di tayangkan, pemilik usaha kandang ayam petelur yaitu Bapak Supri tidak dapat di konfirmasikan, baik secara langsung, via WhatsApp, maupun telpon.


Reporter : Cik Wan

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.