Selasa, 18 Oktober 2022

BODYGUARD PJ WALIKOTA PEKANBARU DITAHAN POLDA DIDUGA ANIAYA WARTAWAN

    10/18/2022   No comments


 

PEKANBARU - Pejabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun diduga melakukan Kriminalisasi Jurnalis Senior Riau Rudi Yanto dan Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus. Bahkan, perkaranya sudah memasuki sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. 


Persoalan ini kembali mencuat setelah ditahannya Bodyguard atau Tukang Pukul Muflihun Defrianto Alias Epi Taher oleh Polda Riau, Senin (17/10/2022) dan perkara kriminalisasi Jurnalis dan Aktivis yang diduga dilakukan Muflihun dituntut 5 bulan hukuman penjara di Pengadilan Negeri Pekanbaru


Pj Walikota Pekanbaru Muflihun sejak menjabat Sekwan diduga terlibat mengatur perkara kriminalisasi Jurnalis dan Aktivis tersebut sampai ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Bahkan, Wartawan Senior Rudi Yanto sebelum dikriminalisasi Muflihun, didiskriminasi terlebih dahulu diusir dari Kantin DPRD Riau dengan mengerahkan sekuriti, Kamis (23/12/2021). 


Kemudian, Wartawan Rudi Yanto yang sudah 12 tahun bertugas liputan di DPRD Riau langsung melakukan konfirmasi Terkait diskriminasi tersebutlah. Muflihun menuduh Rudi Yanto melakukan perusakan mengobrak-abrik ruangan BK DPRD Riau dan dituduh maling dengan menyatakan ada barang hilang. 


Dalam tuduhannya melalui chat dan telepon WhatsApp tersebut, Kamis (23/12/2021) tersebut, Muflihun bahkan dengan nada mengancam dan menakuti, ada rekaman CCTV Rudi Yanto melakukan perusakan, mengobrak-abrik ruangan BK DPRD Riau ketika liputan bersama Larshen Yunus Rabu 15 Desember 2021 dan Muflihun menyatakan perkaranya sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian atas nama lembaga. 


" Kalau aku gk dpt menahan. Barang (laporan) ni masuk laporan resmi, " terang Rudi ketika usai membuat laporan Polda Riau akhir tahun lalu sembari menunjukan Screenshot pesan WA Muflihun, kemudian memperdengarkan rekaman tuduhan yang disampaikan Muflihun. 


Mendengar tuduhan itu, Rudi langsung menjawab tidak ada melakukan yang dituduhkan, Rudi Yanto mempersilahkan, kalau memang ada rekaman CCTV dan sudah dilaporkan silahkan saja. 


Namun, apa yang dituduhkan Muflihun ternyata tidak benar ada rekaman CCTV dirinya melakukannya perusakan seperti yang dituduhkan Muflihun, karena rekaman CCTV sudah dibocorkan pihak Humas DPRD Riau. 


Laporan kepada pihak kepolisian pun ternyata tidak ada 23 Desember 2021 tersebut. Namun, Laporan Polisi baru dilaporkan anak buah Muflihun, ASN Protokoler DPRD Riau Ferry Sasfriadi, 29 Desember 2021 pukul 00:29 Wib dini hari dan Laporan tersebut diketahui setelah diberitakan sejumlah Media online Januari 2022.


Belakangan, ketika diundang menyepakati damai di ruangan Pimpinan DPRD Riau, Senin, 28 Maret 2022 di ruangan Pimpinan DPRD Riau untuk perkara Laporan ASN Ferry Sastriadi. Muflihun Sekwan DPRD Riau ketika itu dan Ketua DPRD Riau Yulisman menyatakan, laporan tersebut adalah laporan pribadi kalau laporan atas nama lembaga tentu harus ada surat kuasa yang ditandatangani Sekwan DPRD Riau atau Ketua DPRD Riau. 


"Muflihun Sekwan DPRD Riau ketika itu dan Ketua DPRD Riau yang menjadi saksi dalam surat perdamaian itu meminta agar proses damai agar tidak diekspos yang penting perkara tersebut dijamin mereka selesai, " terang Rudi Pimpinan Media Wartakontras.com baru baru ini. 


Namun, Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto dibohongi oleh Muflihun yang sekarang menjabat PJ Walikota Pekanbaru dan Ketua DPRD Riau Yulisman.Terbukti, perkara mereka tersebut tetap berlanjut sampai sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Pelapor tidak pernah memenuhi kesepakatan damai yang dibuat yakni tidak pernah mencabut laporan polisinya. 


Dugaan keterlibatan Muflihun mengatur perkara kriminalisasi Aktivis dan Jurnalis ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, posisi Muflihun yang menjabat PJ Walikota Pekanbaru makin memperkuat dan melancarkan dugaan kriminalisasi terhadap Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto. elain kedekatan sesama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Pekanbaru Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr. H. Pria Budi, S.I.K,MH dan Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru Teguh Wibowo yang saat ini sudah pensiun dan Ketua PN Pekanbaru Dr Dahlan. Muflihun juga memiliki kedekatan emosional dengan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr. H. Pria Budi, S.I.K, MH yang merupakan teman akrab sejak sekolah sampai sesama SMA di Pekanbaru. 

Terbukti, perkaranya kriminalisasi berjalan lancar tersebut sempat diendapkan Polresta Pekanbaru sampai Muflihun dilantik menjadi PJ Walikota Pekanbaru. Bahkan Keduanya Jurnalis Rudi Yanto dan Aktivis Larshen Yunus 'dininabobokan' Polresta Pekanbaru dengan menyatakan Perkara sudah selesai dan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) segera dikeluarkan. 

"Kasus perusakan BK DPRD Riau yang mengkriminalisasi Aktivis Larshen Yunus dan Wartawan Rudi Yanto didiamkan dulu, kasusnya itu tetap lanjut nanti itu setelah Uun dilantik menjadi Pj Walikota, " ungkap Sumber yang minta tidak disebutkan namanya April lalu. 


Saat ini, perkara kriminalisasi Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto yang diduga dilakukan Muflihun yang tidak hanya laporan namun awalnya dilatarbelakangi karena berita kritis Rudi Yanto dan Larshen Yunus dalam dua perkara yang berbeda. Bahkan, berdasarkan informasi yang didapat Media ini akibat perkara yang dilaporkan Larshen Yunus, Muflihun sempat diperiksa Polda Riau selalu terlapor, namun perkara tersebut tidak pernah diekspos di Media. 


Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang didapatkan media ini, Kriminalisasi terhadap Jurnalis Rudi Yanto dan Aktivis Larshen Yunus diduga dilakukan Muflihun Pj Walikota Pekanbaru karena dukungan banyak pejabat di Riau ini yang tidak senang dengan sepak terjang Larshen Yunus yang kerap melaporkan perkara dugaan korupsi sejumlah pejabat dan kepala daerah di Riau.


Sehingga, diduga Muflihun menggunakan cara cara kotor untuk menjebloskan Larshen Yunus Aktivis Anti Korupsi dan Wartawan Senior Riau Rudi Yanto. Semoga ke depan, keadilan kembali ditunjukan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dengan memvonis bebas Aktivis Larshen Yunus dan Wartawan Senior Riau Rudi Yanto, seperti PN Pekanbaru memvonis bebas Mantan Dekan FISIP Universitas Riau Syafri Harto yang juga dikriminalisasi karena sama kasusnya dengan Larshen Yunus dan Rudi Yanto tanpa alat bukti dan saksi kasusnya sampai ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.


REPORTER : JHONI

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.