Minggu, 30 Oktober 2022

KONSPIRASI JAHAT OKNUM PEJABAT DPRD RIAU BERSAMA APARAT POLRESTA PEKANBARU DAN KEJARI PEKANBARU KRIMINALISASI AKTIVIS LARSHEN YUNUS DAN JURNALIS RUDI YANTO

    10/30/2022   No comments

 



PEKANBARU -- Kendati, terbukti dikriminalisasi Oknum Pejabat dan Oknum Aparat Penegak Hukum (APH) menggunakan Lembaga DPRD Provinsi Riau, Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru berhasil memuluskan niat jahat mereka sampai tuntutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. 


Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus dan Wartawan Senior Riau Rudi Yanto salah satu Pimpinan Media tak kenal kata menyerah, mereka tetap akan terus memperjuangkan hingga Keadilan hak mereka didapatkan atas Kriminalisasi yang dilakukan Oknum Pejabat DPRD Riau dan Aparat Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru. 


Oknum Pejabat DPRD Riau dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang menyalahgunakan kewenangannya membuat konspirasi kesepakatan jahat mereka untuk melakukan kriminalisasi terhadap Larshen Yunus dan Rudi Yanto. Namun, dua Pemuda Pemberani Larshen Yunus dan Rudi Yanto tidak pernah gentar menghadapi konspirasi jahat oknum pejabat dan aparat penegak hukum (APH) sampai ke Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan tuntutan 5 bulan penjara dengan perintah langsung ditahan. Tuntutan yang sudah diatur dengan konspirasi dan kesepakatan jahat mereka Oknum Pejabat DPRD Riau, Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru.


"Tentunya, tuntutan 5 bulan penjara dengan perintah langsung ditahan belum pernah terjadi sebelumnya, apalagi tuntutan dilakukan tanpa alat bukti dan tanpa ada saksi melihat perusakan yang dibacakan JPU Kejari Pekanbaru Yongki Arvius semakin memperjelas JPU Kejari Pekanbaru dibawah komando Kasi Pidum Kejari Pekanbaru Zulham Pardamean Pane bekerja atas pesanan oknum pejabat bukan berdasarkan profesionalitas. Apalagi, rekayasa dan konspirasi jahat oknum pejabat dan Oknum APH Kejari Pekanbaru terbukti tuntutan sempat ditunda hampir dua bulan dengan tiga kali penundaan dengan alasan JPU Kejari Pekanbaru belum siap dengan tuntutan yang didakwakan mereka, " ungkap Rudi Yanto kepada wartawan, Minggu (30/10/2022). 


"Intinya kasus ini sangat janggal, jangankan sampai ke pengadilan, harusnya di LP (Laporan Polisi) saja ini tidak bisa diterima, karena harus ada dua alat bukti baru LP diterima, " ungkap Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus. 


"Ini jelas mereka mempermainkan nasib kami tidak objektif tuntutannya sesuai fakta persidangan mereka tidak bisa menghadirkan alat bukti dan saksi-saksi di persidangan, karena memang tidak ada perusakan," beber Larshen Yunus. 


Namun, Larshen Yunus dan Rudi Yanto tetap berkeyakinan masih ada keadilan di Negeri ini, Pengadilan Negeri Pekanbaru diyakini akan memberikan putusan yang adil yakni vonis bebas kepada mereka. 


Rudi Yanto dan Larshen Yunus yakin akan divonis bebas yang merupakan hak mereka, kasus kriminalisasi yang dialami mereka dinilai sama dengan kasus kriminalisasi terhadap Mantan Dekan FISIP Unri Syafri Harto yang diproses tanpa alat bukti dan saksi akhirnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan Ketua Majelis Hakim Estiono. 


Pasalnya, dalam fakta persidangan dalam pembuktian tidak ada alat bukti ataupun saksi Larshen Yunus ataupun Rudi Yanto melakukan perusakan kunci magnetik ruangan Badan Kehormatan DPRD Riau yang dibongkar sendiri oleh Pelapor Ferry Sasfriadi ASN Protokoler DPRD Riau. Kemudian, kunci yang dibongkarnya sendiri tersebut dilaporkan dua minggu kemudian, 29 Desember 2021 pukul 00:29 WIB dengan versi laporan fitnah yang penuh rekayasa dan sandiwara bersama Oknum Pejabat DPRD Riau, Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru terhadap Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus dan Wartawan Senior Riau Rudi Yanto. 


"Pelapor Ferry Sasfriadi ASN Protokoler DPRD Riau terbukti berbohong di persidangan ketika dihadirkan menjadi saksi terkait perusakan kunci magnetik yang dibongkarnya sendiri dan dilaporkannya dua minggu kemudian ke Polresta Pekanbaru Rabu 29 Desember 2021 pukul 00:29 WIB dini hari. Untuk mengkriminalisasi kami terbukti rencana mereka tidak berhasil di persidangan, laporan dengan tuduhan bohong fitnah yang keji terhadap kami, Pelapor memberikan kebohongan pula di persidangan dalam upaya membuktikan laporan palsunya, " ujar Rudi Yanto. 


"Sesuai fakta persidangan juga tidak ada alat bukti dan tidak saksi melihat adanya perusakan yang dilakukan oleh kami. Karena, memang tidak ada peristiwa pidana apalagi perusakan. Justru, mereka sebenarnya yang melakukan  kejahatan terhadap kami, dengan mengkriminalisasi kami sampai sidang di PN Pekanbaru, " terang Rudi Yanto. 


Majelis Hakim Negeri Pekanbaru sudah menjanjikan akan memberikan keputusan adil, dalam artian objektif dan sesuai dengan fakta dan data di persidangan yang sama sekali tidak ada terbukti perusakan yang didakwakan sempat membuat hakim geleng-geleng kepala karena alat bukti dan saksi yang dihadirkan menjelaskan Kedua Terdakwa sedang membuat konten YouTube Medianya  Rabu 15 Desember 2021 tersebut dengan Narasumber Larshen Yunus pelapor resmi Oknum Anggota Dewan Malas Ngantor Fraksi Golkar Dapil Rokan Hulu (Rohul) Sari Antoni. Bahkan, Majelis Hakim menegaskan, tidak akan terpengaruh oleh pihak manapun dalam mengambil keputusan. 


"Jadi, untuk semua pihak diingatkan jangan coba-coba untuk menghubungi kami, menemui kami, untuk mempengaruhi kami. Karena, percayalah keputusan nantinya yang adil keputusan yang objektif sesuai dengan fakta persidangan tidak terpengaruh oleh pihak manapun, " tegas  Daniel Ronald SH, M.Hum selaku Ketua Majelis Hakim menjanjikan dalam sidang Pledoi, Senin (24/10/2022). 


Sidang Kriminalisasi Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus dan Jurnalis Senior Riau Rudi Yanto dilanjutkan Senin (31/10/2022) pekan depan dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi (replik). 


Konspirasi jahat oknum Pejabat dan APH membawa Lembaga DPRD Riau, Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru upaya menghalangi, membungkam sampai menghentikan sepak terjang Kedua Pemuda Pemberani selaku kontrol sosial (sosial control) dan agen perubahan (agent of change). Terbukti, banyak pejabat di Riau yang sudah dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) bahkan ada yang sampai masuk penjara. Sehingga, Larshen Yunus kerap difitnah dan dikriminalisasi atas oknum pejabat-pejabat yang dilaporkannya tersebut akibat kurang senang dengan sepak terjangnya yang Konsisten Menghadirkan Keadilan Ikhtiar Memperbaiki Negeri bersama Rudi Yanto Wartawan Senior salah satu Pimpinan Media 


Begitu juga dengan Wartawan Senior Riau Rudi Yanto, salah satu Pimpinan Media kerap memberitakan kasus-kasus korupsi dan perilaku oknum pejabat yang kerap menyalahgunakan jabatannya. 


Keduanya, Larshen Yunus dan Rudi Yanto terkenal sama sekali tidak memiliki jiwa penjilat seperti kebanyakan aktivis ataupun wartawan yang rela menjual diri, melacurkan dirinya dan profesinya kepada pejabat, bahkan ikut berkompromi menutupi kejahatan pejabat negara, oknum APH yang menyimpang ataupun berprilaku koruptif termasuk tutup mata ketika profesi mereka dizalimi dan bahkan tega menzalimi teman seprofesi mereka yang dikriminalisasi. 


Al hasil, Oknum Pejabat DPRD Riau, Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru membuat konspirasi dan kesepakatan jahat untuk mendiskriminasi dan mengkriminalisasi mereka karena konsistensi dan harga diri idealisme mereka tidak bisa dibeli. 


Tulisan bersambung edisi selanjutnya dengan tema 'Ungkap dan Laporkan Oknum Pejabat DPRD Riau, APH Polresta Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru Terbukti Konspirasi Jahat Kriminalisasi Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus dan Wartawan Senior Rudi Yanto'.***


Reporter : Joni

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.