Jumat, 21 Oktober 2022

RATUSAN MASSA DEMO, LARSHEN YUNUS SEBUT SETTINGAN PENGUASA PENGALIHAN PERKARA PERCOBAAN PEMBUNUHAN WARTAWAN OLEH KOMPLOTAN EPI TAHER DKK

    10/21/2022   No comments


PEKANBARU -- Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus menanggapi terkait adanya Aksi Demonstrasi yang dilakukan ratusan massa yang mendemonya di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. 


Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau ini menduga ratusan kelompok pendemo suruhan Penguasa yang ingin memecahbelah Konsentrasi dalam Proses Penanganan Perkara Penganiayaan Berencana Wartawan yang juga Sekretaris KNPI Riau Tersangka Epi Taher DKK dan kawan-kawan (DKK).


Bagi Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, dirinya justru Kasihan dan Prihatin dengan Kelompok Masa Aksi yang melakukan Demo tersebut, Alumnus Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu akan menjadwalkan untuk mengundang Masa Aksi tersebut, mengajak Ngopi bersama.


"Hal tersebut sangatlah aneh bin ajaib! caranya sangat Kasar dan terbilang Lucu. Kami tahu Persis otak pelaku dibalik Aksi Demonstrasi ini. Cepat atau Lambat akan kami Ekspos. Kasus Korupsinya akan kami Telanjangi. Kasihan anak-anak muda itu! dijadikan tumbal untuk mendemo yang bukan patut didemo, " ungkap Larshen Yunus, Jumat (21/10/2022). 


"Apalah kami ini! Bukan Pejabat yang menggunakan Uang Negara, kok jadi Norak dan Lucu-Lucuan seperti itu" ujar Larshen Yunus, sambil menikmati Es Jeruk di Kantin Kejaksaan Tinggi (Kejati).


Ketua KNPI Riau di Demo di Depan PN Pekanbaru, Larshen Yunus justru katakan Gpp. Bagi Alumni Sospol Unri itu, Para Masa Aksi Tak Tahu Apa yang Dilakukannya.


"Mereka itu adik-adik saya. Para masa Aksi Sahabat dan Saudara saya. Gpp itu! Aspri (Asisten Pribadi-red) sudah Jadwalkan untuk Ngopi. Intinya saya Ngak marah dengan mereka. Tim Kami dari KNPI Riau sudah Telusuri otak dibalik Aksi Demonstrasi itu, " terangnya. 


Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KNPI Riau Larshen Yunus hanya berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Khalik yang Empunya Segalanya. Agar Semangat dan Cita-Citanya dalam Menghadirkan Keadilan, guna Memperbaiki Negeri senantiasa di Ridhoi, Amin.


Sebagaimana diketahui nama Pj Walikota Pekanbaru Muflihun disebut Komplotan Preman Epi Taher DKK Pelakunya Percobaan pembunuhan Wartawan Sekretaris DPD KNPI Riau yang mengkritisi persoalan Parkir dan Banjir di Pekanbaru. Miftahul merupakan Sekretaris DPD KNPI Riau kubu Larshen Yunus. 


Perkara kriminalisasi Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto diduga perkara yang diatur oleh Muflihun ketika menjadi Sekwan DPRD Riau. Karena, sebelum dilaporkan ke Polresta Pekanbaru, Pj Walikota Pekanbaru Muflihun ketika menjadi Sekwan DPRD Riau, Kamis (23/12/2022) mengancam Rudi Yanto sudah dilaporkan ke Polisi karena terekam CCTV mengobrak-abrik, melakukan perusakan ruangan BK DPRD Riau. Karena itulah, Muflihun dilaporkan ke Polda Riau. Namun, nya Rudi Yanto dan Larshen Yunus baru dilaporkan Anak buah Muflihun, (29/12/2021) pukul 00:29 wib. 


Laporan Polisi Anak buah Muflihun, Ferry Sasfriadi diproses dengan cepat oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr H Pria Budi yang merupakan teman akrab Muflihun sejak duduk di bangku sekolah sampai SMA. Perkara kriminalisasi Larshen Yunus dan Rudi Yanto di polresta Pekanbaru yang terjadi sebelum penangkapan Mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo. 


Larshen Yunus dan Rudi Yanto sudah melaporkan diskriminasi dan kriminalisasi terhadap mereka kepada Kapolda Riau, Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kompolnas, Mendagri, ManPAN-RB, Komnas HAM RI, Kejagung, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan Presiden RI.


Tanpa Alat bukti dan saksi perkara Kriminalisasi Larshen Yunus dan Rudi Yanto sampai ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Bahkan, tanpa Alat bukti dan saksi, Jaksa Penuntut Umum Yongky Arvius, Desmon Sipahutar, dan Kicky Ariyatno.


Perkara Kriminalisasi yang sudah Damai ini sempat dihentikan sementara oleh Pokresta Pekanbaru menjelang Muflihun dilantik menjadi Pj Walikota Pekanbaru. Setelah, Muflihun dilantik menjadi Walikota Pekanbaru. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr H Pria Budi melimpahkan perkara kriminalisasi Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus dan Wartawan Senior Riau Rudi Yanto. Semoga perkara kriminalisasi Aktivis dan Jurnalistik yang diduga dilakukan Pj Walikota Pekanbaru Muflihun ini sampai ke telinga Kapolri, Mahkamah Agung, Mendagri, MenPAN-RB RI. 


Sebagaimana diketahui, Muflihun terpilih sebagai Walikota namanya sama sekali tidak diusulkan Gubernur Riau. Muflihun sempat didemo dengan tudingan serius pendemo menolak Muflihun menjadi Pj Walikota Pekanbaru dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan dugaan adanya pemberian uang sebesar Rp 15 miliar ke Otda untuk penentuan Penjabat Walikota Pekanbaru.


Reporter :  Jhoni

Editor Publisher :  Jeanshen

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.