Sabtu, 22 Oktober 2022

TAK TERIMA PELAKU PERCOBAAN PEMBUNUHAN WARTAWAN BEBAS, TAPAK RIAU SIAP PRAPID POLDA RIAU DAN GUGAT MIFTAHUL

    10/22/2022   No comments

 



PEKANBARU -- Tim Advokasi Pencari Keadilan (TAPAK) Riau akan melaporkan Miftahul Syamsir Wartawan korban percobaan Pembunuhan oleh orang dekat Pj Walikota Pekanbaru Muflihun Komplotan Epi Taher Dan Kawan-Kawan (DKK).


Tidak hanya itu, jika Pelaku Premanisme di Pekanbaru Komplotan Epi Taher DKK bebas karena adanya restoratif justice karena pelaku damai dengan korban, TAPAK Riau siap untuk melakukan Pra Peradilan (Prapid) terhadap Polda Riau.


Kendati, Pj Walikota Pekanbaru Muflihun mengaku tidak terlibat dalam perkara percobaan pembunuhan wartawan ini, namun anehnya Muflihun yang mengurus perdamaian, Minggu (16/10/2022) ketika Epi Taher DKK akan ditahan Polda Riau. Kemudian, setelah mendatangi korban dan memberikan sejumlah uang, baru Muflihun selaku Pj Walikota mengakui dekat dengan Pelaku Epi Taher. Padahal, awalnya Muflihun mengatakan sangat menyayangkan namanya dibawa-bawa pelaku yang mengaku simpatisan Pj Walikota Pekanbaru.


Kordinator TAPAK Riau Mirwansyah, SH, MH menegaskan, TAPAK Riau tak kenal kompromi dengan kezaliman dan ketidakadilan. TAPAK Riau tidak ingin Pelaku Premanisme di bebas berkeliaran di Pekanbaru, apalagi aksi Premanisme kerap dilakukan orang dekat Pj Walikota Pekanbaru Epi Taher DKK.


Pelaporan dikarenakan Wanprestasi Korban yang dibantu secara GRATIS malah ingkar janji memutuskan kuasa secara sepihak dan berdamai dengan pelaku yang mencoba membunuhnya Epi Taher DKK yang merupakan orang dekat Pj Walikota Pekanbaru Muflihun.


"Maka, untuk itu Saya selalu Kordinator TAPAK Riau sampaikan kepada Miftahul Kami akan sampaikan gugatan Wan Prestasi ke Pengadilan Negeri Pekanbaru, " tegas Mirwansyah kepada Wartawan, Jumat (21/10/2022).


Mirwansyah,SH,MH Pengacara Muda yang sukses dan terkenal sebagai pembela keadilan ini begitu kecewa dengan langkah yang ditempuh Miftahul, kerja kerasnya dalam memperjuangkan langkah hukum bagi Miftahul untuk memperoleh keadilan seperti tak dihargai.


"Begitu Polda Riau berhasil meringkus para pelaku pengeroyokan,Miftahul mencabut kuasa pada TAPAK Riau, " ujar Mirwansyah dengan nada kecewa.


Mirwansyah Pengacara Muda Sukses Berkarir di Ibukota DKI Jakarta sudah menduga perdamaian akan dilakukan tidak lepas dari pertemuan yang dilakukan oleh Miftahul dengan PJ Walikota Muflihun dirumahnya.Sejak pertemuan tersebut Miftahul sepertinya mulai berubah pikiran dalam menghadapi kasus ini.


"Seharusnya Miftahul tidak boleh memberi ruang pada pembuat keonaran dan aksi premanisme di kota Pekanbaru ini.Sebab jika hal ini terjadi maka aksi seperti ini akan sering terulang. Apalagi aksi yang dilakukan oleh simpatisan Pj walikota Epi Taher DKK bukan pertama kali tapi sudah pernah beberapa kali dilakukan.Jika terus seperti ini tidak akan memberi efek jera, " beber Mirwansyah.


Mirwansyah menegaskan, langkah perdamaian yang ditempuh saat ini tidak akan menghilangkan pidana tapi hanya sebagai bahan pertimbangan bagi hakim di persidangan nanti. Karena secara Yuridis formal tidak mungkin dilakukan restoratif justice (rj).


"Sebab apa yang telah terjadi adalah sebuah kriminal murni, pelanggaran hak asasi manusia dan ini bukan pengeroyokan tapi percobaan pembunuhan terhadap wartawan, " tegas Mirwansyah yang kerap menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan untuk masyarakat.


Apalagi, kata Mirwansyah lagi, karena percobaan pembunuhan ini merupakan kejahatan serius yang dilakukan Komplotan Epi Taher DKK yang merupakan orang dekat Pj Walikota Muflihun kepada wartawan dan aktivis.


"Kita tidak ingin ini terjadi pada Miftahul Miftahul yang lain, kita ingin Pekanbaru ini damai. Kalau tidak siap dikritik tidak usah jadi pejabat, " tegas Mirwansyah.


"Bahkan, Saya sudah meminta Kapolda Riau untuk meminta siapa dalang dari akai pengeroyokan yang biadab tersebut, bahkan saya bilang ini bukan pengeroyokan tapi percobaan pembunuhan, " tegas Mirwansyah lagi.


Bukan hanya bekerja dengan penuh keikhlasan rela tidak dibayar dan bekerja secara GRATIS membela Miftahul mendapatkan keadilan, Mirwansyah dan Keluarga juga bahkan sudah diteror akibat membela Miftahul yang nyaris mati dikeroyok Komplotan Epi Taher DKK kalau tidak dua orang polisi yang lewat di Kafe tidak jauh dari Mapolsek Sukajadi Pekanbaru.


"Apabila dilakukan RJ oleh Polda Riau, kami TAPAK Riau akan melakukan dua upaya langkah hukum. Pertama, Kami akan melakukan Pra Peradilan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru


"Dan Kedua Kami akan melaporkan ke Propam Mabes Polri secara resmi setelah secara resmi RJ dan tersangka ini bebas, " tandas Mirwansyah.


Menanggapi ini, Miftahul Syamsir menyatakan, dirinya siap jika memang benar digugat TAPAK Riau karena Wan prestasi ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

"Siap ga siap, harus siap, " ujar Miftahul.


Pejabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun mengakui dekat dengan para pelaku pemukulan Miftahul Samsir, warga yang dikeroyok karena mengkritisi masalah banjir dan sampah. Namun pria yang akrab disapa Uun tersebut membantah sebagai dalang pemukulan.

"Saya tidak ada terlibat sedikit pun di sini, walaupun orang ini dekat dengan saya," ujar Uun dilansir Detik.com, Kamis (20/10/2022).


Sebelumnya, Miftahul Syamsir sempat menegaskan kepada media ini dirinya didatangi Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan diberi sejumlah uang, namun tidak ada membicarakan perdamaian terkait dengan orang dekat Pj Walikota Pekanbaru Muflihun, Komplotan Epi Taher DKK.


"Pj Walikota Mudlihun memang datang dan saya diberi uang tidak ada pembicaraan damai. Saya tidak akan melakukan perdamaian dengan para pelaku Epi Taher DKK, " tegas Miftahul kepada Wartakontras.com, Selasa (18/10/2022) malam.


Empat Pelaku Kelompok Preman yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Wartawan Miftahul Syamsir Sekretaris DPD KNPI Riau, Jumat (7/10/2022) di Jalan Rajawali No. 67 Kel. Kampung Melayu Kec. Sukajadi Kota Pekanbaru Provinsi Riau berhasil diringkus Polda Riau, Senin (17/10/2022).


Epi Taher DKK yang nyaris merenggut nyawa korban Miftahul Syamsir yang juga Sekretaris KNPI Riau ini akhirnya ditangkap Polda Riau, Senin (17/10/2022). Penangkapan dan penahanan terhadap Epi Taher DKK merupakan tindak lanjut proses hukum sesuai dasar LP/B/480/X/2022/SPKT/POLDA RIAU, Jumat tanggal 07 Oktober 2022 lalu dengan Sesuai Surat Nomor: VER/388/X/KES.3/2022/RSB, Tanggal 8 Oktober 2022.


"Para pelaku ditetapkan sebagai tersangka telah dilakukan penahanan pada tanggal 17 Oktober 2022," ungkap Kabid Humas Polda Riau Sunarto, Selasa (18/10/2022) dalam keterangan pers tertulis.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan, para pelaku diherat dengan Pasal berlapis, yakni sebagai berikut


1. Pasal 170 KUHP yang berbunyi :Barang siapa yang dimuka umum Bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang Ancaman hukuman penjara selama - lamanya 9 (sembilan) tahun.


2.Pasal 351 ayat (2) KUHP


Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat Ancaman hukuman penjara selama - lamanya 5 (lima) tahun


3. Pasal 55 KUHP


Orang yang melakukan, orang yang menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan itu.


4. Pasal 56 KUHP Orang yang membantu melakukan kejahatan, memberi kesempatan, daya upaya atau keterangan untuk melakukan kejahatan itu.


#Pelaku Bodyguard Orang Dekat Pj Walikota Pekanbaru Muflihun Sejak Jadi Sekwan DPRD Riau Kerap Pukuli Wartawan


Pelaku Defrianto Alias Epi Taher merupakan Bodyguard Muflihun sejak menjabat Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD Riau sampai menjadi Pj Walikota Pekanbaru. Berdasarkan penelusuran Media ini, Epi Taher sudah melakukan kekerasan terhadap beberapa orang wartawan, terakhir korban Abdullah dan Ade Wartawan CNN Indonesia.


Abdullah Wartawan Media Online yang bertugas di DPRD Riau membenarkan, Pelaku Defrianto Alias Epi Taher adalah Bodyguard Muflihun sejak menjadi Sekretaris DPRD Riau. Ia menyatakan, dirinya pernah menjadi korban pemukulan oleh Defrianto Alias Epi Taher ketika menjadi Bodyguard Muflihun yang saat itu menjabat Sekretaris DPRD Riau.


"Benar, Saya pernah menjadi korban pemukulan oleh pelaku Epi Taher yang merupakan Bodyguard Muflihun ketika menjabat Sekretaris DPRD Riau pada 3 Agustus 2020 lalu, " beber Abdullah.


Abdullah yang ketika itu menjadi Wartawan Riauandalas.com menyatakan, perkara pemukulan terhadapnya sudah dilaporkan ke Polsek Bukit Raya dan sudah diproses.


"Perkara tersebut memang berakhir dengan damai, setelah sempat diproses Polsek Bukit Raya, " tandas Abdullah.


Kembali pengeroyokan dan penganiayaan Wartawan Miftahul Syamsir, Kabid Humas Polda Riau menerangkan, kronologisnya terjadi hari Jum’at 7 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB, korban MIFTAHUL SYAMSIR dan pelaku DEF, Dkk bertemu di Kedai kopi AW yang berlokasi di Jl. Rajawali No. 67 Kel. Kampung Melayu Kec. Sukajadi Kota Pekanbaru Prov. Riau.


Kemudian, Pelaku DEF mempertanyakan pernyataan dari korban MIFTAHUL SYAMSIR yang di muat di media masa tentang kebijakan PJ. Walikota Pekanbaru perihal perparkiran, sampah dan banjir di Kota Pekanbaru.


Namun, saat itu pelapor mengatakan “APAKAH ADA PERNYATAAN SAYA YANG SALAH”.


"Dan dijawab oleh terlapor “CARA KAU SALAH, INI NAMANYA PEMBUNUHAN KARAKTER”, " terang Kombes Pol Sunarto.


Dilanjutkannya, setelah mengucapkan kata tersebut, pelaku dkk langsung melakukan penganiayaan dengan cara memukul secara bersama-sama.


"Sehingga, mengakibatkan kepala pelapor mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit, " terang Kombes Pol Sunarto.


Adapun peran pelaku, terang Kabid Humas Polda Riau adalah sebagai berikut:


1. Pelaku DEF Als EFI TAHER mengajak Dan Membawa 3 (TIGA) Tersangka lainnya untuk bertemu dengan korban an. MIFTAHUL SYAMSIR di warung kopi AW Jl. Rajawali No. 67 Kel. Kampung Melayu Kec. Sukajadi Kota Pekanbaru. Kemudian, Tersangka juga melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara menarik pada bagian belakang krah baju korban sehingga korban terjatuh kemudian tersangka menendang pada bagian kepala korban.


2. Pelaku HAR Als ANTO GLEDOR melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara menginjak-injak menggunakan kaki pada bagian kepala korban pada saat korban jatuh di lantai depan warung kopi AW.


3. Pelaku DED Als DAV :


Melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukulkan batu bata kearah kepala korban berulang-ulang dan meinjak-injak pada bagian kepala korban saat korban terbaring di lantai warung kopi AW.


4. Pelaku CAN Als WIS melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara melemparkan gelas kaca kearah kepala korban dan meinjak-injak pada bagian kepala korban saat korban terbaring di lantai warung kopi AW.***


 REPORTER : JHONI

EDITOR PUBLISHER : JEANSHEN

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.