Selasa, 08 November 2022

AMBROLNYA PROYEK JEMBATAN DI KAMPUNG BUYUT ILIR ARAH KOTA GAJAH, DIDUGA KURANGNYA PENGAWASAN

    11/08/2022   No comments

 



LAMPUNG TENGAH -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW), Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( PWDPI), Provinsi Lampung, Muhammad Yusuf, Ambrolnya Proyek Jembatan di Kampung Buyut Ilir arah Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, milik Dinas Bina Marga Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, dengan anggran Rp5 Miliar, yang baru dibangun.


Ketua DPW PWDPI Lampung, M. Yusuf juga menduga ambrolnya proyek tersebut diduga lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, serta buruknya kualitas bangunan yang dikerjakan oleh pihak pemborong.


Provensi Lampung -kabar investigasi com Ketua DPW PWDPI juga mendesak kepada aparat penegak hukum agar mengusut ambrolnya Proyek Jembatan di Kampung Buyut Ilir arah Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Jika terbukti akibat kelalaian pihak pemborong dan dinas terkait, dia minta mereka diproses secara hukum yang berlaku.


"Proyek baru dibangun kok bisa ambrol. Saya minta APH cepat turun dan melakukan pengusutan, jangan-jangan ada permainan dibalik semua itu sehingga mengakibatkan lemahnya kualitas bangunan,"tegas Yusuf pada Senin (7/11/2022).


Terpisah, seperti pemberitaan sebelumnya, Proyek jembatan Jalan milik Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung Rp5 Miliar, Jembatan di Kampung Buyut Ilir arah Kota Gajah, Lampung Tengah, ambrol. Padahal pekerjaan Jembatan di Kampung Buyut Ilir itu menghubungkan jalur kearah Kecamatan Kota Gajah-Gunung Sugih itu baru saja sepekan diserah terimakan. Sementara hingga kini kondisi jalan masih rusak parah, Selasa 25 Oktober 2022.


“Ya kita sudah dengar, dan sudah dapat laporan dari masyarakat, terkait proyek jembatan di Jalan Provinsi itu. Liding sektornya Dinas BMBK. KIta akan segera turun kelapangan, untuk melihat langsung. Kita akan evaluasi satker dan rekanannya. Dari ramai vidio di unggah masyarakaat di medsos terlihat tidak sesuai antara spek dan fisik. Anggaran Rp5 miliar,” kata Deni, Anggota DPRD Lampung Tengah, yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.


Proyek degan rekanan CV Bangun Karya Sakti alamat Bandar Lampung itu kini kondisi jembatan baru dibangun itu dinding penyangga jalanya ambrol itu juga juga disertai dinding penyangga dekat cora jembatan yang retak-retak dan ditutup dengan semen. Diapstikan dalam tidak waktu lama, seluruh tembok batu dinding pembatas itu akan ambrol seluruhnya.


Lagi-lagi kejadi di Lampung Tengah, proyek pembangunan jembatan yang terputus di Kampung Buyut Ilir baru seumur jagung sudah ambrol. Padahal nominal anggaran tidaklah sedikit perkiraan sekitar Rp5 milyar, anggaran yang dikucurkan dari Provinsi Lampung ini sangatlah besar namun, pekerjaannya kok seperti ini hancur,” kata Ersah pada akun Facebook di media sosialnya, Selasa 25 Oktober 2022.

Menurut Ersah proyek pembangunan jembatan yang terputus di Kampung Buyut Ilir baru seumur jagung sudah ambrol. Dia berharap Aparat Penegak Hukum (APH) harus turun tangan, memeriksa dan menginvestigasi dari pengerjaan jembatan tersebut, apakah sudah benar sesuai Standar Operasional Presedur (SOP) ataukah sebaliknya.


“Dan kita berharap agar kerusakan tersebut dapat diperbaiki sehingga aktifitas masyarakat bisa berjalan dengan lancar, dan aman. Mohon agar pihak terkait meninjau ulang pekerjaan ini, supaya jangan sampai terulang kembali,” katanya.


Reporter : ahmad yusup

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.