Kamis, 17 November 2022

ANTARA PJ WALIKOTA PEKANBARU MUFLIHUN DAN KETUA DPRD RIAU YULISMAN, SIAPA DALANG KRIMINALISASI WARTAWAN?!!!

    11/17/2022   No comments

 



PEKANBARU -- Antara Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun atau Ketua DPRD Riau Yulisman siapakah yang menjadi dalang kriminalisasi Wartawan Rudi Yanto dan Aktivis Larshen Yunus yang sedang liputan di ruangan Badan Kehormatan (BK)DPRD Riau sampai kasus kriminalisasi berlanjut ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. 


Pasalnya, antara Muflihun menjadi Sekwan DPRD Riau antara pimpinan tertinggi yang membawahi seluruh pegawai DPRD Riau ketika itu atau Yulisman selaku pimpinan tertinggi lembaga politik lembaga DPRD Riau sempat saling menyalahkan sebagai dalang yang mengatur kasus kriminalisasi Wartawan dan Aktivis tersebut.


Ketua KNPI Riau mengungkapkan, Muflihun yang menjabat Sekwan DPRD Riau ketika itu awalnya menyampaikan bahwa yang mengatur kasus kriminalisasinya laporan tersebut atas perintah pimpinan DPRD Riau. Akhirnya, bulan Maret 2022 sebelum damai atas permintaan Pimpinan DPRD Riau. Muflihun menyebutkan bahwa kasus kriminalisasi dilaporkan atas perintah Yulisman sehingga dibocorkannya foto mereka bertiga bersama Preman Jufri Tanjung atau yang akrab disapa JT dan apa yang disampaikan Muflihun itu disaksikan sejumlah pengurus DPD KNPI Riau. 


"Jadi, ketika sudah meruncing, mereka berdua saling menyalahkan satu sama lain sebagai yang menyuruh untuk mengkriminalisasi kami, " ungkap Aktivis Larshen Yunus, Kamis (16/11/2022) di Pengadilan Negeri Pekanbaru. 


Ketua KNPI Riau ini menjelaskan, Yulisman Ketua DPRD Riau yang muncul ketika viral berita foto mereka bertiga yang isi beritanya Ketua DPRD Riau menjual proyek pokok pikiran (DPRD Riau. Lucunya lagi, Yulisman mengaku tidak tahu dari awal dan berjanji akan menyelesaikan perkara kriminalisasi ketika itu. 


"Atas permintaan Ketua DPRD Riau Yulisman, Muflihun dan Syafruddin Poti Wakil Ketua DPRD Riau di ruangan kerjanya, maka terjadilah perdamaian anatara kami dan pelapor Ferry Sasfriadi ASN Protokoler DPRD Riau dengan saksi Yulisman Ketua DPRD Riau dan Muflihun Sekwan DPRD Riau ketika itu, " terang Aktivis Larshen Yunus dibenarkan Wartawan Rudi Yanto. 


"Yulisman dan Muflihun meminta agar proses damai tersebut agar tidak dipublikasikan dan mereka menjamin kasus nya selesai di tingkat Polresta Pekanbaru segera akan diterbitkan SP3 (Surat Perintah Perhentian Penyidikan). Namun, janji mereka tidak pernah direalisasikan, " beber Larshen Yunus. 


Antara Pj Walikota Pekanbaru Muflihun atau Ketua DPRD Riau Yulisman sampai saat ini masih menjadi tanda tanya siapa sebenarnya diantara mereka yang menjadi dalang kriminalisasi Wartawan Rudi Yanto dan Aktivis Larshen Yunus sehingga perkara yang penuh fitnah tanpa ada alat bukti dan saksi yang dapat membuktikan perkara masuk tanpa hak dan perusakan ruangan BK DPRD Riau tersebut sampai ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. 


Apakah satu diantara Muflihun yang sekarang menjadi Pj Walikota Pekanbaru atau Yulisman Ketua DPRD Riau. Atau mereka berdua yang menjadi dalang kriminalisasi Wartawan Rudi Yanto dan Aktivis Larshen Yunus masih menjadi tanda tanya. 

"Yang jelas mereka berdua saling menyalahkan ketika itu. Bahkan, dalam pertemuan perdamaian, mereka (Yulisman dan Muflihun) menyatakan laporan ASN DPRD Riau Ferry Sasfriadi itu laporan pribadi bukan atas nama lembaga, pihak DPRD Riau tidak ada merasa dirugikan oleh kami, kata mereka kalau laporan itu atas nama lembaga tentu harus ada surat kuasa untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, " beber Larshen Yunus.


Larshen Yunus Aktivis Anti Korupsi ini menjelaskan, replik yang disampaikan JPU Kejari Pekanbaru sama sekali bukan fakta persidangan, namun dakwaan yang diulang-ulang, dakwaan dari opini pelapor tanpa ada alat bukti dan saksi yang dapat membuktikannya. 


"Oleh karena itu, saya meminta kepada Hakim yang mulia meminta Hakim yang mulia untuk memberikan putusan bebas tanpa syarat kepada Kami, karena kasus ini penuh spekulasi dan sandiwara hukum diduga pesanan oknum pejabat tanpa alat bukti dan tanpa adanya saksi yang dapat membuktikan dakwaannya," tandas Larshen Yunus.

Reporter :  Jhoni.

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.