Senin, 07 November 2022

KEUNTUNGAN SPP- UPK MANDIRI DIGUNAKAN UNTUK PENDANAAN STUDY BANDING WALI NAGARI DI KECAMATAN LENGAYANG KE SURABAYA, ADA APA?

    11/07/2022   No comments



PAINAN -- Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di UPK Mandiri.Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat ditengarai menjadi salah satu faktor pendorong semakin kuatnya perilaku konsumtif masyarakat yang menjadi nasabahnya, selain itu bunga pinjaman yang diterapkan juga lebih dari 10 persen.


"Pinjaman Rp. 3 juta, bunga Rp300 ribu atau lebih dari 10 persen, " kata narasumber Publiksumbar.com yang juga nasabah SPP UPK Mandiri Lengayang di Pasar Kambang, kamis 20/10/2022.Walau simpan pinjam ini tak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) SPP Tetap berjalan lancar, walau uang yang di bungakan sudah mencapai 7 miliar lebih tetapi badan usaha yang tak berbau renten juga tak berdiri karena pengurnya kurang SDM.


Ketua UPK Mandiri menambahkan para peminjam tidak mesti memiliki kriteria khusus, yang penting ia menjadi anggota SPP, dan selanjutnya taat membayar cicilan tanpa dilihat jenis kegiatan usaha yang dilakoninya, asal mereka sanggup membayar dengan jujur kami akan memberi pinhama kepada IRT ini ucapnya pasti.


Akibatnya, uang pinjaman dimanfaatkan oleh para peminjam perempuan untuk kegiatan konsumtif seperti membayar utang, membeli perabotan, membeli pakaian dan kosumtif lainnya, sehingga disaat tagihan membayar datang para ibu-ibu rumah tangga kelimpungan dalam mencari uang untuk membayarnya.


Narasumber lain, menyebut, total uang yang diputar dalam SPP tersebut mencapai Rp 7 miliar, dan yang ia sesalkan sebagian keuntungan dari usaha itu malah dimanfaatkan untuk jalan-jalan wali nagari Lengayang ke Pulau jawa yaitu kota Surabaya  apakah ini sebuah perbuatan positif atau melawan hukum.


"Marjuki,SH. Sekretaris LSM Data jitu Indonesia berharap penegak hukum di Pessel untuk menyelidiki hal ini dan kalau ada unsur pidananya maka proses menurut Hukum yang berlaku dinegara ini.


"Bahkan kegiatan itu dilaksanakan beberapa hari yang lalu, disaat ekonomi rakyat  sedang susah dan masyarakat petani tak bergairah dalam menjalankan usaha pertanian setelah dilanda Covid 19 beberapa bulan yang lalu.


Sementara itu, Kepala UPK Mandiri Lengayang Siit  memberikan respon dan keterangan  ketika ia dihubungi via WhatsApp. Menurut Siit keberangkatan Study banding yang akan dilaksanakan ini memang mengikutkan wali Nagari dan pengurus UPK Mandiri, dana bersumber dari keuntungan SPP tersebut, disebabkan walinagari masuk dalam tim Verifikasi pinjaman SPP ini, mau tak mau tentu mereka juga menikmati keuntungan ucapnya singkat. 


Zulhakim Kepala Divisi Humas LP-KPK ketika dimintai keterangannya Selasa (25/10/2022) mengatakan kepada media ini, bahwa tindakan pengurus UPK Mandiri dan Walinagari ini bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat yang sedang kesusahan, dia meminta kepada  aparat penegak hukum terutama Tipikor Polres Pesisir Selatan untuk  memeriksa oknum Pengurus UPK Mandiri dan Walinagari ini, dalam waktu dekat LP-KPK juga akan menyurati kepala kejaksaan Negeri Painan.


Kalau memang ada tujuan baik kami dari sosial kontrol mengisyaratkan kepada seluruh pelaku kegiatan UPK Mandiri termasuk Wali Nagari yang meninggalkan tugas sama sama ke Bali seluruh Wali di Lengayang Kami ingatkan dengan tegas kembalikan uang Negara itu. Menurut ketua mandiri _+ 8 juta/orang x 18 orang menurut Nara sumber masyarakat Lengayang Sudan 3 tahun ini 2020_2021_2022 berturut turut tiap tahun pergi Studi banding/jalan jalan dengan ke untungan dari simpan pinjam perempuan ini spp UPK Mandiri ini.


Jangan main main dengan uang Negara apa lagi ada pula yang terima gaji ganda hal ini jelas pelanggaran kami dari Lembaga independen akan mengkaji natinya lebih dalam lagi apa bila uang ini tidak di kembalikan tutup Kadiv Humas Komnas LP KPK RI (bersambung)


Junaidi &, Tim

Pembaca :
{[['']]}
Lanjut
Selanjutnya
Selanjutnya
Berita Lain
Tidak ada komentar:
Write komentar

Ucapan Hari 17 Agustus 2022

© 2008 Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.