KRIMINAL

HUKUM

PENDIDIKAN

OLAH RAGA

KULINER

Kamis, 21 Oktober 2021

Karang Taruna Harus Jadi Pelopor Vaksinasi Masyarakat

    10/21/2021   No comments


MOKI, PATI-Bertempat di Balai Desa Tanjungsari, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Rabu (20/10), menghadiri pelantikan pengurus Karang Taruna Tranekta Desa Tajungsari Kecamatan Tlogowungu masa bhakti 2021-2026.


Di acara yang juga dihadiri oleh perwakilan jajaran Forkopimcam Tlogowungu itu Wakil Bupati Pati turut mendorong agar capaian vaksinasi segera memenuhi target, sehingga PPKM yang saat ini masih di Level 3 akan menurun ke level 2 bahkan level 1. 


"Artinya program-program serta potensi besar yang dimiliki desa akan segera bisa mendongkrak perekonomian", ujarnya. 


Untuk itu, imbuh Safin, peran serta pemuda desa dapat diwujudkan melalui karang taruna. 


"Para pemuda harus dapat bersinergi dengan baik demi kemajuan sebuah desa. Kita harus mencapai target minimal 50% vaksin pertama, jadi teman-teman muda di sini tentu dapat menginisiasi agar warga masyarakat di desa ini dapat ikut vaksin. Jadi tidak ada alasan lagi vaksin kurang," sebut Wabup. 


Untuk itu, Safin berharap agar nantinya karang taruna bisa membantu masyarakat memberikan informasi-informasi terkait vaksinasi.


Safin menegaskan bahwa semua jenis vaksin aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 


"Tentunya nanti yang berhak menentukan dari Dinas Kesehatan, si A si B layak divaksin atau tidak. Karena Level PPKM kita yang kemarin sudah masuk Level 2 kembali ke Level 3 ini bukan karena temuan kasus Covid, tapi karena capaian vaksin yang kurang,"tegasnya.


Sehingga, lanjut Wabup, kepedulian dan pengabdian pemuda lewat karang taruna  sangat dibutuhkan guna mendorong program-program pemerintah baik pusat maupun di tingkat desa, mengingat setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat tergantung dengan kebijakan pemerintah pusat.


"Kalau kita masih tetap di level 3, maka banyak kegiatan dan aktivitas perekonomian yang dibatasi, karena itu antara kesehatan dan kegiatan ekonomi harus seimbang. Kalau kesehatan kita bermasalah, tentunya ekonomi kita pun akan bermasalah, lebih repot lagi kalau perekonomian terganggu,"pungkasnya. (Red)

Pembaca :
{[['']]}

Rabu, 20 Oktober 2021

Melalui Ponpes, Membentuk Generasi Penerus Bangsa

    10/20/2021   No comments


MOKI, PATI-Bupati Pati Haryanto menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Salman Alfarisi dan Pesantren Tahfidzul Qur'an SD Muhammadiyah Pati di Desa Panjunan kecamatan Pati, Selasa (19/10).


Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati Haryanto, Ketua PWM Jateng Tafsir, Ketua PDM Pati Asnawi, serta pewakaf tanah dr Faris Aziz Saifinnuha.


Dalam sambutannya, Bupati Haryanto menyebut dengan adanya pembangunan masjid di lokasi pondok pesantren ini, merupakan upaya untuk menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah. 


Untuk itu Bupati Pati Haryanto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turut berjuang dalam mendirikan kebaikan melalui pembangunan sekolah ataupun rumah ibadah.


"Dan ini patut kita apresiasi, disaat dimana banyaknya krisis moral, tapi masih juga banyak masyarakat, kelompok yang mendirikan pondok pesantren, sebuah lembaga yang tentunya ingin membentuk sebuah karakter anak-anak bangsa. Karena dengan kita mendidik karakter anak bangsa ini, kita persiapkan sebagai generasi penerus, lebih-lebih di pondok pesantren tahfidzul Quran, " ucap Bupati Haryanto.


Dengan adanya pembangunan masjid Salman Alfarisi ini, Bupati Pati Haryanto berharap agar nantinya bisa membina karakter yang baik. Sehingga generasi penerus bangsa semakin cinta kepada Al Quran dan sekaligus mampu mengimplemantasikan di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan lingkungannya.


"Dan harapan saya, pembangunan masjid ini cepat selesai, dapat dukungan dari semua pihak, dari orang tua wali murid, dan teman-teman yang ada di Muhammadiyah, maupun masyarakat secara umum, dengan bersamaan dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mendapat berkah dan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala," pungkasnya. (Red)

Pembaca :
{[['']]}

Senin, 18 Oktober 2021

Meskipun Pentas Seni Dibuka, Bupati Pati Melarang Pentas Terbuka

    10/18/2021   No comments


MOKI, PATI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai mengizinkan adanya pentas kesenian. Namun, pentas itu hanya boleh dilakukan di ruang atau gedung tertutup.


"Untuk di ruang terbuka, masih belum diperbolehkan. Belum diizinkan di sini tidak sama artinya dengan tidak diizinkan. Kita harus sabar, apalagi Pati masih di level 3", ujar Bupati Pati Haryanto usai menggelar rapat terbatas terkait pementasan kesenian, Senin (18/10), di Ruang Rapat Joyokusumo, Kantor Setda Kabupaten Pati. 


Menurut Haryanto, pihaknya beberapa kali sudah memberikan izin pementasan di ruang tertutup, karena menurutnya di ruangan tertutup, jumlah pengunjungnya terbatas, namun bila di ruang terbuka siapa saja bisa datang. 


Belum dibolehkannya pementasan secara terbuka itu, lanjutnya, sesuai dengan Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) yang kemudian diteruskan dengan Instruksi Bupati (Inbup) Pati.


"Dalam regulasi tersebut, kegiatan yang menimbulkan kerumunan untuk sementara memang belum diizinkan. Apalagi Pati masih berada di Level 3 PPKM, sehingga pementasan hanya boleh dilakukan secara terbatas. Namun, apabila sudah masuk level 1, dimungkinkan pementasan secara terbuka akan dipertimbangkan", terang Haryanto. 


Karena indikator level PPKM kini tak bisa terlepas dari capaian vaksinasi, pihaknya pun mengaku akan terlebih dahulu mengejar target percepatan vaksinasi tersebut. Mengingat, Pati saat ini masih 38 persen untuk capaian vaksinasi.


“Di daerah lain sudah ada yang 70 persen (capaian vaksinasi), ada yang 50 persen. Kita vaksinasi per hari ini masih 38 persen. Nanti kalau sudah 50 persen, 75 persen tentu akan kami pertimbangkan adanya pementasan secara terbuka,” imbuhnya.


Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepala daerah yang lain. Namun, rupanya semuanya belum memberikan izin adanya pementasan di ruang terbuka.


Seandainya di wilayah Kabupaten Pati ditemukan ada pihak tertentu yang menyelenggarakan pementasan di tempat terbuka pada masa PPKM level 3, Haryanto memastikan itu tidak berizin.


"Mereka bisa dijatuhi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku", tegas Bupati. 


Sementara itu Kapolres Pati dan Dandim Pati mengaku sepaham dan sepakat dengan kebijakan yang disampaikan bupati terkait permohonan izin pentas secara terbuka.


"Situasi dan kondisi di Pati saat ini masih level 3, dan aturan itu sudah ada di Inmendagri. Pada prinsipnya kita siap mendukung terkait pelarangan dan akan selalu memberi pencerahan dan pembelajaran kepada masyarakat untuk bersama sama menjaga dan mempertahankan situasi yang sudah kondusif ini. Jangan sampai terjadi ledakan kasus lagi,  yang mungkin malah bisa menyebabkan perekonomian tersendat", tegas Kapolres. (Red)

Pembaca :
{[['']]}

Jumat, 15 Oktober 2021

Sempat Tertunda, Pemkab Pati Akan Gelar Pilkades PAW di Enam Desa

    10/15/2021   No comments


MOKI, PATI-Setelah sempat tertunda, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu (PAW) akan digelar di enam desa Kabupaten Pati, Sabtu (16/10/2021) mendatang.


Sedianya, PAW akan digelar pada Sabtu (3/7/2021) lalu. Namun terpaksa ditunda akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang berlaku ketika itu.


Adapun enam desa yang akan menggelar PAW ialah Desa Tanjang Kecamatan Gabus, Desa Bageng Kecamatan Gembong, Desa Tegalarum Kecamatan Margoyoso, Desa Pakis Kecamatan Tayu, serta Desa Margomulyo dan Bumirejo kecamatan Juwana.


Untuk diketahui, PAW digelar karena kepala desa yang menjabat sebelumnya berhenti/diberhentikan dengan sisa masa jabatan lebih dari satu tahun, baik karena meninggal dunia atau alasan lain.


Kamis (14/10/2021), Pemerintah Kabupaten Pati mengumpulkan panitia dan para calon kepala desa PAW di Pendopo Kabupaten Pati.


Tujuannya untuk memberikan sosialisasi teknis pelaksanaan, sekaligus meminta para calon menandatangani deklarasi damai.


Bupati Pati Haryanto mengatakan, pelaksanaan PAW memang secara teknis berbeda dari Pilkades reguler. 


PAW dilakukan secara musyawarah mufakat atau melalui pemungutan suara. Namun, jumlah pemilihnya lebih sedikit, tidak sama dengan Pilkades reguler. Pemilih hanyalah mereka yang punya hak suara dalam musyawarah desa (Musydes).


Meski demikian, ia tetap merasa perlu untuk mengumpulkan para calon kades PAW untuk melakukan deklarasi damai demi mencegah hal yang tidak diinginkan.


“Deklarasi damai ini tujuannya supaya siap kalah siap menang. Saya khawatir, kalau kalah nanti ada calon yang terprovokasi sehingga jadi masalah. Saya harap bertanding ya bertanding, tapi kalau sudah selesai ya bersanding,” ungkap dia.


Haryanto berpesan pada siapapun yang nantinya kalah dalam PAW bisa ikhlas dan legowo. Di sisi lain, yang menang juga tidak boleh jemawa.


Kepada siapa pun yang nantinya terpilih, Haryanto juga berpesan agar yang bersangkutan memahami bahwa tugas kepala desa sekarang ini tidaklah mudah.


“Regulasinya sangat ketat. Ada kades yang sukses, tapi ada juga yang tersangkut urusan duit (anggaran). Maka, kalau jadi Kades berniatlah untuk mengabdi. Memberi pelayanan pada masyarakat,” kata Haryanto.


Sementara, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengajak seluruh peserta PAW agar menjunjung kedamaian.


“Kita berjuang untuk terpilih. Tapi setelah ada yang terpilih, itulah yang harus diakui bersama. Kita dorong untuk memberikan yang terbaik di desa,” kata pria yang akrab disapa Safin ini.


Dia meyakini, saat memutuskan ikut PAW, setiap calon sama-sama punya maksud untuk memberi kebaikan pada desa.


“Karena memang mencari pemimpin itu tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat desa dan agar pembangunan berjalan baik,” ujar Safin.


“Artinya, mari sama-sama kita dorong kemajuan desa untuk semua. Kemajuan daerah dan kemajuan negara ditentukan oleh desa. Kalau desa maju, kabupaten dan negara juga ikut maju,” tandas dia. (Red)

Pembaca :
{[['']]}

Program TMMD Selesai, Bupati Pati Minta Masyarakat Untum Merawatnya

    10/15/2021   No comments


MOKI, PATI-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0718/Pati Tahun Anggaran 2021, resmi ditutup oleh Bupati Pati, bersama Dandim 0718/Pati, Letkol CZi Adi Ilham Zamani di desa Karangawen Kecamatan Tambakromo (14/10)


TMMD Sengkuyung Tahap III dilaksanakan di dua desa. Pembukaannya dilaksanakan di Desa Wedusan Kecamatan Dukuhseti pada 15 September lalu dan kini penutupan diselenggarakan di Desa Karangawen Kecamatan Tambakromo.


Bupati Haryanto dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada  Dandim, Kapolres maupun Kades Karangawen, karena pelaksanaan TMMD bisa memenuhi target bahkan sampai over prestasi. 


"Harapan kita TMMD menjadi program rutin tiap tahun, dan ini merupakan TMMD yang terakhir di tahun ini karena sudah tiga kali. Yaitu TMMD Reguler I dan TMMD Sengkuyung Tahap II," ujar Bupati. 


Haryanto pun berharap, setelah dibangun nantinya masyarakat ikut merawat hasil kegiatan TMMD. "Kami juga berpesan pada Pak Kades beserta seluruh jajarannya agar masyarakat bisa menikmati hasil kerja sama antara TNI Polri bersama rakyat," imbuhnya. 


Sebab menurutnya, ini merupakan wujud kerja sama dari rakyat ke rakyat dan dapat dinikmati oleh rakyat. 


"Sehingga TMMD selalu kita alokasikan karena sangat bermanfaat. Semoga ke depan nanti lebih baik lagi,"imbuhnya. 


Penutupan akhirnya ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati pada sasaran fisik yang telah dikerjakan yaitu pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 825 meter, lebar 3 meter dengan tebal 0,12 meter. (Red)

Pembaca :
{[['']]}

Kamis, 14 Oktober 2021

Siapkan Kawasan Industri Hasil Tembakau, Produktifitas Daerah Akan Meningkat

    10/14/2021   No comments


MOKI, PATI-Untuk meningkatkan produktivitas daerah, di Kabupaten Pati dikembangkan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). "Produktivitas ini dapat terwujud dengan pemanfaatan lahan khususnya untuk industri tembakau yang ada di daerah Kabupaten Pati", ujar Bupati Pati Haryanto dalam pidatonya di acara Sosialisasi Pengembangan KIHT di Hotel Pati, Selasa (12/10).


Meskipun Pati ini bukan sebagai penghasil tembakau yang tinggi, namun menurut Haryanto, ada beberapa wilayah di Pati, yang merupakan penghasil komoditas tersebut, diantaranya  Batangan, Kuniran, Jaken, Sukolilo, dan Pucakwangi. 


"Untuk pertanian tembakau sendiri ternyata  menjanjikan, bisa panen 9 kali dalam setahun. Selain itu juga jarang sekali ada gangguan hama dalam pembudidayaan tembakau," tambahnya. 


Dari tahun ke tahun, diakui Bupati, Pemkab Pati mendapatkan support dari dana cukai yang ada. 


"Di tahun 2018 nilainya kecil kemudian pada 2019 juga kecil, tapi di tahun 2020-2021 ini lumayan meningkat,"terangnya. 


Penggunaan Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dapat digunakan untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.


"Penggunaannya bahkan diprioritaskan untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional paling sedikit 50% dari alokasi DBHCHT yang diterima setiap daerah," ungkapnya.


Diakui Haryanto, dana cukai pun sangat membantu Pemkab Pati. "Lebih-lebih di tahun 2020 dan 2021. Saat pandemi Covid-19, dana cukai diarahkan untuk tiga penggunaan, yakni di bidang kesehatan dialokasikan  senilai Rp 3 Milyar, kemudian untuk bidang kesejahteraan masyarakat sekitar Rp 6 Milyar, dipakai untuk pemulihan ekonomi. Lalu ada pula bidang penegakan hukum yang mendapat alokasi sebesar Rp 2 milyar,"paparnya. 


Ini menurut Bupati, sangatlah berarti, karena disaat susah payah menangani pandemi, pemerintah mendapatkan alokasi anggaran penanganan Covid-19. "Kita tentu terbantu dengan alokasi dana ini," tambahnya. 


Sosialisasi ini, jelas Haryanto, sekaligus sebagai pemetaan tentang bagaimana potensi industri tembakau di Kabupaten Pati.


"Untuk wilayah-wilayah yang memungkinkan, tentu bisa saja dikembangkan sebagai industri supaya para petani bisa benar-benar terlindungi. Jika semua terprogram dan dikelola dengan baik tentu pendapatannya pun jadi baik," ujarnya. 


Selain Bupati, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari bea cukai, biro perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, OPD terkait, Camat dan Kepala Desa wilayah terkait. (Red)

Pembaca :
{[['']]}
© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.