KRIMINAL

HUKUM

PENDIDIKAN

OLAH RAGA

KULINER

Sabtu, 30 Mei 2020

VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT : NTT Tidak Bisa Ikut Standar WHO

    5/30/2020   No comments
MOKI, NTT-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, mengeluarkan 10 pernyataan melawan WHO terkait Covid-19 dan menuju kehidupan baru yang normal (new normal) di Provinsi NTT.

Pernyataan yang terkesan kontroversi tersebut, disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Virtual, bersama Forkopimda Provinsi NTT dan para Bupati/Walikota, Selasa (27/5).

Pernyataan-pernyataan itu di antaranya;
Pertama, Standar yang diberikan oleh WHO untuk menangani Covid-19, seperti masuk ke kehidupan baru yang normal (new normal) itu tidak bisa diikuti. Pasalnya, kebijakan di negara lain, tidak dapat diterapkan semuanya di Indonesia, terutama di NTT.

Kedua, Virus Covid-19 ini, tidak pernah mematikan siapapun di dunia ini. Yang dinyatakan positif dan meninggal, adalah orang yang mempunyai penyakit bawaan lain.

Menurut Gubernur Viktor, penyakit yang lebih berbahaya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Nyamuknya tidak ada batasan. Nyamuk tidak pernah dikarantina atau ditracing. Bahkan hari ini yang meninggal karena DBD ada 55 orang di NTT. Sedangkan positif Covid-19 yang meninggal sampai saat ini hanya 1 orang. Itu pun karena Tifus,”kata Viktor.

Ketiga, Khusus untuk NTT, harus kembali beraktivitas normal seperti biasa. Hidup dalam ketakutan sangat berbahaya dan lebih berbahaya dari virus Covid-19. Sehingga jangan ada bupati yang menutup wilayahnya, baik antar RT dan RT, kelurahan dan kelurahan, desa dan desa maupun antar kota dan kabupaten.

Keempat, Maksimal tanggal 15 Juni 2020, aktivitas pemerintahan sudah normal kembali dan tidak ada lagi work from Home (WFH).

“Di NTT Work from Home itu adalah libur. Sehingga tidak ada produktivitas dan efektivitas yang ada,”kata Viktor.

Menurutnya, Program Tahun 2020-2021 ini dikhususkan untuk pemberdayaan. Untuk itu para pimpinan di setiap kabupaten, jangan melakukan tanda tangan fiktif.

Kelima, Pemimpin yang paling buruk di dunia adalah pemimpin yang penakut.

“Bodoh tidak apa-apa, tapi kalau penakut itu salah. Kalau kita ikut standar WHO, tidak bisa berjalan. NTT itu beda dengan WHO. Orang WHO tidak pernah berkebun, tidak pernah pegang linggis, tapi mereka hanya buat standar. Dan itu tidak bisa diterapkan di seluruh negara,”katanya.

Keenam, NTT itu berbeda. NTT berpikir sebagai orang miskin yang butuh makan. Untuk itu ditekankan, agar NTT kembali beraktivitas normal pada 15 Juni 2020.

“NTT itu normal tidak ada yang baru. Normal kita seperti biasa. Kesehatan kita dari Tuhan sudah berikan. Saya lebih memilih mati karena virus itu, tapi rakyat saya tetap bisa makan. Dari pada saya kurung diri di dalam rumah, tapi rakyat saya mati kelaparan,”tegas Viktor.

Ketujuh, Pemerintah NTT sudah menyediakan lahan jagung 10.000 hektar. Tetapi menjadi masalah saat ini, para petani tidak dapat menjual hasil panennya. Hal ini harus segera diatasi. Untuk itu, NTT tetap beraktivitas seperti biasa.                                       
Kedelapan, untuk wilayah Labuan Bajo, agar sampah-sampah dapat dibersihkan seluruhnya, sebelum dibuka kembali kehidupan normal yang baru. Mengingat, Pulau Komodo adalah tujuan wisata dunia.
                                                              Kesembilan, Tempat-tempat wisata akan kembali dibuka. Tempat ibadah pun kembali dibuka sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Transportasi dan fasilitas pemerintah lainnya kembali berjalan normal.
                                                                Kesepuluh, Anggaran yang telah disiapkan dari refocusing, akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan, bahwa NTT harus fokus pada program-program di daerah. Seperti pertanian, perikanan dan perkebunan.

“Saya harapkan para bupati proaktif dalam mendukung program-program tersebut,”ungkap Gubernur Viktor Laiskodat.  (Max Ponda)
Pembaca :
{[['']]}

Jumat, 29 Mei 2020

Walikota Resmikan Gedung IGD PIE/Covid-19

    5/29/2020   No comments
MOKI, LANGSA - Walikota Langsa Usman Abdullah, SE meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Penyakit Infeksi Emerging (PIE)/COVID-19, bertempat di gedung RSUD Langsa, Jum'at (29/5).

Walikota Langsa mengatakan bahwa, peresmian gedung IGD PIE/COVID-19 sebagai antisipasi kita dalam mengatasi situasi pandemi COVID-19 di Kota Langsa.

“Walaupun di Kota Langsa tidak ditemukan adanya masyarakat yang terjangkit COVID-19, tapi kita jangan lalai dalam aktivitas sehari-hari sehingga Kota Langsa tidak ada yang terjangkit virus COVID-19, ”sebutnya.

Sambungnya, di sini bukan berarti COVID-19 tidak ada, tetapi kalau kita hidup sesuai dengan SOP protokol kesehatan, Insya Allah kita semua tidak akan terjangkit Virus COVID-19.

Ia mengharapkan, sebagai aparat abdi negara jangan bosan untuk selalu mengimbau warga untuk selalu menetapkan physical distancing dan social distancing serta menggunakan masker dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara Direktur RSUD Langsa, dr. Fardhiyani menyampaikan bahwa, peresmian gedung IGD PIE/COVID-19 ini harus terpisah dengan gedung perawatan pasien penyakit lainnya.

Di mana gedung yang diresmikan untuk Penyakit Infeksi Emirging (PIE) terdiri dari tiga kamar yakni, ruang IGD RSUD Langsa, memiliki satu ruangan dan dua tempat tidur untuk proses observasi setiap orang yang termasuk dalam kategori ODP (orang dalam pengawasan).

Diungkapkan Fardhiyani, setiap orang yang tergolong ODP akan diobservasi di ruangan tersebut selama 6 jam untuk menentukan kategori ODP ringan atau sedang.

Kemudian dianjurkan berobat jalan di bawah pengawasan puskesmas di mana orang tersebut berdomisili.

Selanjutnya, ruang Isolasi PDP (pasien dalam pengawasan), memiliki dua ruangan dengan enam tempat tidur. Setiap ODP yang telah diobservasi dinyatakan ODP berat, maka akan diisolasi di ruang Isolasi PDP selama 14 hari ke depan.

Sementara, ruang isolasi pasien positif COVID-19, ruang tersebut memiliki 20 kamar. Apabila Kota Langsa terjadi pandemi COVID-19, maka ruangan tersebut digunakan untuk proses isolasi pasien hingga dinyatakan sembuh.

Diungkapkan Fardhiyani lagi, untuk anggaran penanganan PIE/COVID-19 diambil dari dana tanggap darurat COVID-19 yang berasal dari APBD Pemko Langsa.

Usai peresmian, Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE didampingi unsur Forkopimda Kota Langsa melakukan penandatanganan batu prasasti peresmian gedung PIE/COVID-19, sekaligus melakukan tepung tawar kepada Direktur RSUD Langsa, dr. Fardhiyani dan Dewan pengawas RSUD Langsa dan dilanjutkan peninjauan ruangan perawatan.

Turut hadir Dandim 0104/Atim, Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH, SIK, Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Ikhwan Nul Hakim, SH, Wakil Ketua I DPRK Langsa Saifullah dan undangan.(RH).
Pembaca :
{[['']]}

Bupati Rocky Minta Warga Memanfaatkan Lahan Tidur

    5/29/2020   No comments
Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, SH, didampingi Sekda Aceh Timur H. M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, memimpin Rakor Ketahanan Pangan di Idi, Jumat (29/5/2020).
MOKI, IDI - Untuk mengantisipasi krisis pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mulai mengatur langkah strategis di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan tidur dan menggarap titik-titik Hak Guna Usaha (HGU) yang selama ini terbengkalai.

"Pengan menjadi sektor terpenting dalam menghadapi wabah COVID-19. Bahkan Badan Pengan Dunia Food Africulture Orgazation (FAO) telah mengingatkan bahwa dunia di ambang krisis pangan. Oleh karenanya, kita minta masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur. Bahkan kita juga nantinya akan menyerahkan HGU-HGU yang terbengkalai untuk dikelola oleh masyarakat," ujar Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, SH, usai Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan di Ruang Rapat Bupati Aceh Timur di Idi, Jumat (29/5/2020).

Bupati yang akrap disapa Rocky itu menjelaskan, sesuai apa yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa ketahanan pangan sangat penting, terutama terkait dengan kesiapan produksi pangan hingga pendistribusian ke masyarakat.

Oleh karenanya, lanjur Rocky, instansi-instansi terkait telah diminta untuk mengatur langkah yang tepat dalam menjawab tantangan sektor pangan ini, termasuk kesiapan produksi, pengelolaan pasca panen, efisiensi rantai distribusi dan sebagainya, sehingga pangan sebagai kebutuhan pokok benar-benar aman.

"Banyak sekali lahan tidur yang akan kita siapkan untuk tiga bulan kedepan, sehingga pangan khususnya Aceh Timur mampu menutupi kebutuhan masyarakat," sebut Rocky seraya mengaku telah meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk segera mengatur langkah-langkah konkrit terkait ketahanan pangan didaerah itu.

Disisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan yang keluarkan FAO, karena kondisi pandemi COVID-19 sulit diprediksi. Tetapi sebagai Kepala Daerah (KDh) pihaknya meminta masyarakat untuk terus berdo'a agar wabah yang kian mengancam itu segera berakhir. "Kami juga minta masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, seperti mengenakan masker, mencuci tangan, mengkonsumsi makanan yang bergizi, hindari keramaian dan tetap jaga jarak saat berinteraksi," demikian Bupati Rocky.

Dalam Rakor Ketahanan Pangan itu hadir antara lain Sekda Aceh Timur H. M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP. Staf Ahli Bupati Ir. Mahyuddin. Asisten II Setdakab Aceh Timur H. Usman A. Rachman, SH, MM. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Aceh Timur, Mahdi, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Muslim. Kepala Dinas Pertanahan, M. B. Bandy Harfirdaus. Kepala Perindustrian, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Zulbahri.(RH).
Pembaca :
{[['']]}

Forkompinda Nisel Turun Kawal Pendistribusian Bansos Dampak Covid-19 Tahap III

    5/29/2020   No comments
MOKI, Nias Selatan-Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) distribusikan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat Nisel yang terdampak covid 19, tahap ketiga Bansos tersebut berasal dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kamis (28/05/2020).

Dihadiri : Bupati Nisel, Dr. Hilariua Duha, SH, MH., Kapolres Nisel, AKBP I Gede Nakti Widhiarta., Danlanal Nias, Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian., Dandim Nias diwakili Danramil 12/Telukdalam, Mayor Inf. H Zega., Anggota DPRD, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nisel, Sekda Nisel, Ir Ikhtiar Duha, MM., Kadis Sosial, Intasani Haria, SE, MM., Camat Amandraya, Sokhiato Mendrofa., Kades Tuindrao., Kades Tuindrao Satu dan Personil petugas pengamanan.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Nias Selatan (Forkopimda Nisel) melaksanakan penyaluran dan pendistribusian Bansos paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Nisel yang terkena dampak wabah covid 19. Penyaluran tahap ketiga ini ada sebanyak 6 kecamatan, terdiri dari 86 desa dan jumlah paket bantuan sosial sebanyak 7245 paket. Keseluruhan akan dibagikan kepada seluruh penerima bansos dan di kawal ketat dari personil polres Nisel, kodim Nias, personil Lanal Nias yang berjumlah lebih dari 300 orang.

Forkopimda turut serta membagikan dan mengawasi pendistribusian bansos tersebut di salah satu lokasi sasaran penerima bansos yakni di Desa Tuindrao dan Amandraya. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, aman dan tertib sampai ditempat penyaluran yang telah ditetapkan. (doeha)
Pembaca :
{[['']]}

Kamis, 28 Mei 2020

Pandemi Covid-19, Bupati Sumenep Resmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Marengan Laok

    5/28/2020   No comments
MOKI, Sumunep - Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur Dr. KH. A Busyro Karim meresmikan kampung tangguh Semeru  Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget.

Peresmian Kampung Tangguh Semeru ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati didampingi Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriyadi, S.I.K, M.I.K, Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna dan Kepala Desa Marengan Laok Dasuki Wahyudi. Kamis, 28/5/2020.

Bupati Busyo menyampaikan, Pembentukan Kampung Tangguh Semeru sasarannya adalah kecamatan termasuk zona merah utamanya di desa yang sudah ada warga terkonfirmasi positif corona, dan di desa banyak warga pendatang dari luar daerah.

“Tujuannya agar desa dengan Kampung Tangguh Semeru bisa melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona, supaya tidak menginfeksi warga di daerah lainnya, sekaligus tangguh dalam menyelesaikan persoalan dampak wabah Covid-19 di masyarakat, seperti masalah pangan, kesehatan, ketahanan keamanan atau sosial sampai pemakaman jenazah sesuai protokol,” jelasnya.

Sambung dia, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap Kampung Tangguh Semeru bisa mencegah percepatan dan penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

“Pembentukan Kampung Tangguh Semeru untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19, selain itu juga ingin membangkitkan gerakan gotong royong masyarakat dalam mencegah penyebaran Virus Corona,” katanya pada Peresmian Kampung Tangguh Semeru Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget, Kamis (28/05/2020).

Menurutnya, Kampung Tangguh Semeru di Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget melibatkan partisipasi masyarakat desa setempat, untuk bergotong royong melaksanakan kegiatannya.

“Kepala Desa Marengan Laok ini melibatkan pemuda sebagai relawan yang menjalankan programnya, di antaranya bertugas melakukan pendataan ke dusun-dusun warga pendatang dan penguburan jenazah, sekaligus bersama petugas medis untuk pemeriksaan kesehatannya,” imbuhnya.

Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriyadi, S.I.K, M.I.K mengungkapkan, pihaknya memprioritaskan pembentukan Kampung Tangguh Semeru di lima kecamatan yang termasuk zona merah, yakni Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Saronggi, Rubaru dan Kecamatan Talango.

Sampai saat ini, pembentukannya baru dilakukan di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kota di Perumahan Satelit dan Kecamatan Kalianget di Desa Marengan Laok, sedangkan Kecamatan lainnya menyusul dalam waktu dekat ini.

“Yang jelas, Kami ingin pembentukan Kampung Tangguh Semeru tidak hanya fokus di lima kecamatan zona merah saja, tetapi seluruh Kecamatan di Kabupaten Sumenep juga membentuk Kampung Tangguh Semeru, untuk mengajak masyarakat bergotong royong mencegah penyebaran dan penanganan dampak Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dalam rangka membantu relawan Kampung Tangguh menjalankan tugasnya, di antaranya bidang kesehatan untuk relawan penguburan jenazah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, RSUD dr. H. Moh. Anwar dan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, agar memberikan pelatihan tentang pemulasan atau pemandian dan penguburan jenazah Covid-19.

“Para relawan melalui pelatihan itu bisa menangani sendiri apabila ada warga yang meninggal karena Covid-19 di desanya, mulai dari pemulasan sampai penguburannya,” Ungkapnya.

Terpisah Kepala Desa Marengan Laok Dasuki Wahyudi menyampaikan, kami atas nama seluruh warga Marengan Laok Menyampaikan terimakasih kash kepada Forum pimpinan Daerah kab. Susmenep (bpk Bupati , bpk Kapolres dan bpk Dandim )Yang telah memberikan edukasi dan bimbingan sekaligus Bantuan kepada kami serta telah di resmikannya pembentukan Kampung Tangguh Semeru,

"Dimasa pandemi covid-19 ini kita secara bersama - bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah selalu  memberikan edukasi kepada  masyarakat dan bergotong royong memutus mata rantai penyebaran covid 19 dengan cara mematuhi setiap himbauan dan protokol kesehatan yang ada," ujarnya.

Lanjut dia, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat mengentas dan berupaya mencari solusi agar bisa survive dan bangkit terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pandemi covid ini,

"Dengan adanya Kampung Tangguh Semeru di Desa kami bisa mencegah percepatan dan penanganan penyebaran Covid-19," tutupnya.(Sr)
Pembaca :
{[['']]}

Kapolres Sumenep, Kesadaran Kolektif Masyarakat Harus Dibangun Untuk Bersama-Sama Menekan Penyebaran Covid-19

    5/28/2020   No comments
MOKI, Sumenep - Untuk menekan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kesadaran masyarakat harus dibangun bersama-sama kepatuhan dalam mengikuti protokol kesehatan.

Pernyataan itu di sampaikan Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriyadi
S.I.K, M.I.K dalam Rapat Penanganan Penyebaran Covid-19 di Posko Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Kamis (28/05/2020).

Selain itu Deddy sapaan akrabnya juga  menyampaikan, menjelang diberlakukannya kebijakan pemerintah untuk berdamai dengan virus corona atau covid-19, kepatuhan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan merupakan modal utama dan tidak lagi mengandalkan aparat keamanan maupun pemerintahan saja.

"Menjelang berdamai dengan corona maka kepatuhan masyarakat inilah yang menjadi modal utama dalam penanganan covid-19, jadi tidak lagi diandalkan kepada aparatnya saja tetapi masyarakat juga ikut berpartisipasi," paparnya.

Ia menambahkan, kepatuhan kepada protokol kesehatan dan protokol yang disusun pemerintah untuk berdamai dengan covid-19 adalah kuncinya. Selain itu, kesadaran kolektif masyarakat harus dibangun untuk bersama-sama menekan penyebaran covid-19 di Kabupaten Sumenep.

Untuk itu, menurut AKBP Deddy Supriadi, melalui edukasi dan sosialisasi yang sudah dilakukan telah membentuk partisipasi aktif masyarakat dengan terbentuknya beberapa kampung tangguh. "Nantinya dimunculkan lagi beberapa kampung tangguh yang akan dibentuk di beberapa tempat," pungkasnya.(Sr)
Pembaca :
{[['']]}
© 2008 MOKI I Kabar-Investigasi.com. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.